KEHAMILAN
21 September 2020

14 Tips Aman untuk Ibu Hamil Naik Pesawat

Bolehkah ibu hamil 8 bulan naik pesawat?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Kehamilan memang terasa 'melelahkan' bagi sebagian wanita. Karena itu, terkadang keinginan berlibur saat hamil jadi menggebu-gebu. Terutama untuk para Moms yang ingin melakukan honeymoon sebelum hari kelahiran Si Kecil.

Namun, bepergian jauh, apalagi sampai naik pesawat terbang, konon merupakan salah satu larangan ibu hamil. Sebenarnya berapa batas usia kehamilan yang diperbolehkan untuk naik pesawat?

Apalagi kehamilan dapat meningkatkan risiko trombosis vena dalam, suatu kondisi langka di mana gumpalan darah terbentuk di kaki dan vena panggul yang sering kali disebabkan oleh posisi duduk atau tidak bergerak dalam waktu lama. Nah, jika sudah begini, amankah untuk naik pesawat buat ibu hamil? Simak penjelasannya yuk, Moms.

Amankah Naik Pesawat saat Hamil?

Jangan Lakukan 3 Hal Ini Jika Ingin Naik Pesawat Saat Hamil 1.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Biasanya ibu dengan usia kehamilan di bawah 16 minggu tidak dianjurkan bepergian dengan pesawat terbang. Alasannya, karena saat take off dan landing ada guncangan yang dapat menyebabkan kontraksi pada rahim dan ditakutkan dapat terjadi keguguran.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, waktu paling aman untuk ibu hamil naik pesawat terbang adalah saat memasuki trimester kedua (usia kandungan 16-24 minggu).

Sebab, dalam periode ini, risiko kelahiran mendadak atau prematur lebih minim. Saat kehamilan memasuki usia kehamilan 25 minggu atau lebih, banyak dokter merekomendasikan agar tidak bepergian dengan pesawat terbang.

Bepergian selama kehamilan juga aman, menurut Centers for Disease Control and Prevention, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan ibu hamil sebelum memesan penerbangan.

“Pertama dan terpenting, jangan takut untuk bepergian. Ini adalah beberapa saat terakhir untuk para ibu melakukan perjalanan yang benar-benar bebas stres. Kenangan bepergian dengan bayi di perut akan terus melekat di benak kita selamanya ,” kata Holly Rosen Fink, founder dan editor The Culture Mom.

Apa saja yang harus dipersiapkan ibu hamil yang ingin naik pesawat? Yuk kita lihat, Moms.

Tips untuk Naik Pesawat saat Hamil

Tips Naik Pesawat Saat Hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Berikut beberapa tips agar ibu hamil yang berencana bepergian naik pesawat terbang tetap merasa nyaman selama perjalanan. Ada tips untuk Moms sebelum melakukan perjalanan dan saat sedang dalam perjalanan. Disimak ya, Moms.

1. Jadwalkan Perjalanan dengan Cermat

Ibu hamil disarankan untuk tidak naik pesawat saat usia kehamilan belum mencapai 12 minggu. Hal ini dikarenakan Moms akan merasakan morning sickness dan potensi peningkatan risiko keguguran. Meskipun banyak ibu hamil tidak mengalami kesulitan terbang pada trimester pertama mereka, lebih baik selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan kita.

Setelah 28 minggu, ketika risiko melahirkan meningkat, sebagian besar maskapai penerbangan akan meminta surat dari dokter yang menyatakan bahwa Moms sehat untuk melakukan perjalanan udara saat hamil dan memastikan perkiraan tanggal kelahiran kita. Jika usia kehamilan Moms sudah lebih dari 36 minggu, banyak maskapai penerbangan yang tidak mengizinkan kita terbang karena peningkatan risiko melahirkan di pesawat.

“Yang terbaik adalah bepergian pada trimester kedua (antara minggu 14 dan 28), ketika risiko darurat kehamilan, seperti keguguran pada trimester pertama atau persalinan prematur pada trimester ketiga, paling rendah. Selain itu, setelah 28 minggu mungkin sulit untuk tetap duduk dalam waktu lama. Setelah minggu ke 34 dan 35, tetaplah di rumah saja, dekat dengan dokter dan rumah sakit yang kita pilih untuk melahirkan, ”kata Hansa Bhargava, Editor Medis Senior di WebMD.com.

Perhatian yang sering terjadi di antara terbang saat hamil adalah paparan radiasi kosmik yang terjadi secara alami selama penerbangan. Namun, risiko bagi penumpang dan janinnya dianggap tidak perlu dikhawatirkan, karena paparan radiasi bahkan pada penerbangan terpanjang adalah sekitar 15% dari batas paparan yang disarankan, yaitu satu milisievert per tahun.

Biasanya disarankan untuk menghindari perjalanan di bulan terakhir kehamilan serta selama 7 hari pertama setelah melahirkan.

Baca Juga: 5 Tempat yang Bisa Didatangi Agar Anak Bisa Mengenal Pesawat Terbang

2. Harus Konsultasi dengan Dokter Kandungan

Ibu hamil harus diperiksa oleh dokter dan membawa dokumen yang menyatakan perkiraan tanggal persalinan, informasi kontak dokter dan golongan darah jika ingin bepergian dengan pesawat.

Beberapa maskapai penerbangan mewajibkan penumpang hamil untuk memiliki surat keterangan medis yang ditandatangani oleh dokter atau bidan.

Penumpang hamil harus membawa salinan rekam medis dan ultrasound mereka dan mengemasnya dalam bagasi kabin jika mereka perlu pergi ke rumah sakit atau melahirkan lebih awal.

Tanyakan kepada dokter sebelum memulai aktivitas yang berpotensi berisiko, seperti menyelam atau olahraga air.

Jika bepergian ke luar negeri, tanyakan juga kepada dokter untuk menentukan apa perlu melakukan vaksinasi untuk perjalanan kita. Ini adalah salah satu dari beberapa hal yang harus Moms lakukan sebelum bepergian.

Untuk beberapa wilayah di dunia, imunisasi diperlukan sebelum melakukan perjalanan.

Bukti imunisasi merupakan persyaratan untuk memasuki beberapa negara.

Beberapa imunisasi memerlukan lebih dari satu suntikan dan beberapa resep seperti obat antimalaria mungkin harus dimulai beberapa minggu sebelumnya.

Baca Juga: 6 Pertanyaan yang Perlu Ditanyakan ke Dokter Kandungan pada Kunjungan Pertama

3. Harus Tetap Sehat

Pastikan untuk mengemas obat yang diperlukan dalam tas kita.

Isi semua resep, persediaan obat-obatan umum yang dijual bebas, dan baca tentang cara memecahkan masalah kesehatan saat bepergian, yang mencakup saran tentang apa yang harus dikemas sebelum perjalanan untuk bersiap menghadapi masalah kesehatan yang paling umum saat bepergian, mulai dari jet lag dan sinar matahari, diare akibat perjalanan, dan penyakit ketinggian.

Meskipun sebagian besar ibu hamil mungkin tidak berpikir dua kali untuk membawa obat rutin dalam tasnya, bepergian dengan membawa obat harus dipertimbangkan dan direncanakan sebelumnya.

Karena belum tentu obat yang kita inginkan ada di jual.

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Benda Keselamatan di Dalam Pesawat yang Wajib Dipahami

4. Buat Rencana Penerbangan

Bepergian dengan setidaknya 1 pendamping yang juga memiliki informasi kontak darurat kita. Sebelum lepas landas, pastikan nomor dokter sudah diprogram ke dalam telepon kita.

5. Baca Peraturan Penerbangan

Setiap maskapai penerbangan memiliki aturan terbangnya sendiri saat hamil.

Jika Moms memesan penerbangan dengan agen, beri tahu mereka bahwa Moms sedang hamil saat memesan penerbangan dan minta mereka memastikan bahwa Moms diizinkan terbang.

Jika memesan penerbangan secara online, pastikan untuk memeriksa situs web maskapai penerbangan. Moms juga perlu menelepon dulu untuk memberi tahu maskapai tentang kehamilan kita.

Tidak hanya untuk memastikan kita bisa naik pesawat, tetapi juga memastikan kita mendapatkan layanan khusus untuk membuat kita tetap nyaman selama perjalanan.

6. Kemasi Barang-barang yang Penting Dulu

Terlepas dari kebiasaan atau gaya Moms saat berkemas, coba ikuti tips berikut untuk bepergian dengan cerdas:

Jangan mengemas barang bawaan secara berlebihan karena ibu hamil tidak boleh mengangkat atau membawa barang berat selama kehamilan. Lihat fasilitas yang ditawarkan maskapai secara gratis.

  • Kenakan pakaian berlapis, longgar, dan nyaman. Karena kaki mungkin membengkak dalam pesawat, kenakan kaus kaki kompresi untuk melancarkan sirkulasi darah.
  • Bawalah bantal pinggang kecil untuk kenyamanan. Waktu perjalanan bervariasi jadi Moms harus duduk senyaman mungkin.
  • Bawalah makanan ringan, seperti granola bar. Meskipun di pesawat menyediakan makanan untuk dibeli, tidak ada jaminan bahwa makanan itu akan sehat untuk ibu hamil.
  • Bawa obat mual, karena Moms mungkin lebih sensitif terhadap guncangan pesawat, karena banyak ibu hamil lebih sensitif terhadap banyak hal.

Baca Juga: Mau Tas Tetap Rapi Saat Travelling? Coba Packing Cube Yuk

7. Datang Lebih Awal

Datanglah lebih awal untuk melewati keamanan.

Administrasi Keselamatan Transportasi mengatakan aman bagi semua wisatawan, termasuk ibu hamil, untuk menggunakan Teknologi Pencitraan Canggih dan sistem detektor logam dari lembaga tersebut karena mereka tidak menggunakan sinar-x tetapi gelombang elektromagnetik non-pengion untuk menghasilkan gambar.

Moms masih dapat memilih untuk tidak melewatinya dan sebagai gantinya akan menjalani pemeriksaan tambahan. Berikan waktu ekstra untuk melewati TSA, terutama jika Moms berencana untuk tidak ingin melewatinya.

Baca Juga: Agar Si Kecil Tak Takut, Ini Cara Mempersiapkan Anak Untuk Rontgen

8. Jangan Mengangkat Barang Berat

Mengangkat barang yang berat harus dihindari selama kehamilan. Pertimbangkan untuk memeriksa tas kita atau meminta orang lain untuk membantu kita dalam meletakkan tas di pesawat.

Saat naik ke pesawat, minta pramugari untuk membantu meletakkan barang bawaan kita di bagasi kabin.

9. Pilih Kursi yang Nyaman

Pesan kursi yang dekat dengan lorong, sehingga Moms mudah untuk bangun, bergerak, dan menggunakan kamar kecil tanpa harus melewati orang lain.

Ibu hamil mungkin ingin mempertimbangkan untuk meningkatkan kursi mereka untuk mendapatkan ruang kaki yang lebih luas.

Jika Moms tidak bisa memesan tiket lebih awal, tiba di bandara lebih awal dan mintalah kursi sekat.

Sekat antara kelas bisnis dan ekonomi, misalnya, seringkali memberikan lebih banyak ruang. Terakhir, jangan malu.

Saat memesan atau check-in, jelaskan bahwa kita sedang hamil dan tanyakan apakah ada kemungkinan untuk memiliki kursi dengan beberapa kursi kosong di sebelah kita.

Baca Juga: Naik Pesawat di Trimester Awal, Perhatikan 6 Hal Ini

10. Jalan-jalan Dulu

Jalan-jalan lah dan lakukan peregangan selama penerbangan. Jaga agar kaki Moms tetap di lantai dan hindari menyilangkan kaki kita.

Ibu hamil bisa mudah terserang flu. Dengan memiliki ventilasi di tempat duduk mereka yang mengarahkan udara ke bawah langsung di depan mereka, ini dapat menjaga udara segar dari mereka dan mudah-mudahan mengurangi paparan semua virus yang mungkin dibawa oleh teman seperjalanan,” kata Janette Strathy, dokter spesialis Kebidanan & Kandungan di St Louis Park.

11. Banyak Minum Cairan

Tetap terhidrasi dengan minum banyak air putih sebelum, selama, dan setelah penerbangan. Hindari minuman berkarbonasi ya Moms. Minum air putih adalah yang terbaik.

Baca Juga: Sering Disepelekan, Ini Manfaat Luar Biasa Air Putih Untuk Ibu Hamil

12. Makan Secukupnya

Hindari makan berlebihan pada waktu makan dan makanan yang terlalu asin.

Bawalah beberapa buah segar yang kaya akan vitamin untuk kudapan selama penerbangan kita. Anggur, plum, jeruk, dan aprikot kering adalah pilihan yang ramah perjalanan.

13. Gunakan Sunscreen yang Aman

Kulit lebih sensitif selama kehamilan dan sinar UV paparannya akan lebih kuat di tempat yang lebih tinggi, jadi kenakan tabir surya aman untuk ibu hamil yang lebih kuat dari biasanya.

Baca Juga: Aturan Penggunaan Sunscreen pada Anak, Jangan Disepelekan!

14. Santai dan Jangan Khawatir

Bersantailah dan nikmati waktu istirahat bebas dari popok anak terakhir untuk sementara waktu. Tentu saja, bepergian dengan bayi yang baru lahir bisa menjadi petualangan yang benar-benar baru dan menyenangkan.

Semua maskapai penerbangan memiliki aturan untuk ibu hamil. Sebelum bepergian. sebaiknya Moms mengecek terlebih dulu di maskapai penerbangan yang akan Moms gunakan sebelum memesan tiket.

Apakah Moms yang sedang hamil sedang merencanakan babymoon? Moms mau ke mana? Yang terpenting jangan lupakan tips-tips di atas ya.

Artikel Terkait