BALITA DAN ANAK
12 Juni 2019

Berapa Jumlah Mainan Anak yang Seharusnya Si Kecil Miliki?

Jaga seminimal mungkin dan pastikan mainannya bermanfaat
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Memiliki anak di rumah, juga berarti Moms dan Dads harus siap dengan segala perlengkapan dan kebutuhan anak yang ada, temasuk di dalamnya mainan. Mungkin hanya terkesan sebagai alat penghibur anak saja, tapi kita wajib tahu bahwa mainan juga mengambil peranan penting dalam membantu tumbuh kembang Si Kecil. Jadi, jangan anti dengan mainan anak ya Moms.

Meskipun membantu tumbuh kembang Si Kecil, bukan berarti Moms harus membelikan mainan apa saja yang diinginkan oleh buah hati. Kita harus pintar-pintar memilih atau selektif dalam memberikan mainan anak.

Lalu idealnya berapa jumlah mainan anak yang bisa dia miliki? Simak penjelasan di bawah ini ya Moms!


Baca Juga: Bukan Sekadar Mainan, Slime, Squishy, dan Fidget Spinner Punya Manfaat Tak Terduga untuk Anak

Menjaga Mainan Seminimal Mungkin

mainan anak

“Anak-anak memang perlu bermain, tetapi tidak membutuhkan mainan,” ujar Deborah MacNamara, seorang penasihat klinis dan penulis buku di Vancouver. Menurutnya anak-anak memang butuh sesuatu untuk dimainkan, namun tidak harus berupa mainan. Benda-benda yang ada di rumah bisa dijadikan sebagai objek bermain untuk anak.

Saat Si Kecil mulai beranjak besar, hubungannya dengan mainan semakin berubah. Bayi misalnya, daripada berada dekat dengan orang-orang terdekatnya terus, ia bisa menjelajahi banyak hal dengan mulut dan tangannya. Sedangkan balita, mereka bisa mengeksplor berbagai objek di sekitarnya. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan imajinasi anak.

Moms bisa menggunakan benda-benda di rumah seperti panci, pot, wajan, atau mangkuk. Namun jika ingin memberikan anak mainan yang sesungguhnya, coba berikan balok bangunan, boneka, atau mainan binatang.

Sebenarnya tidak ada jumlah mainan anak secara minimum atau maksimum yang bisa dia miliki. Yang pasti, jika Si Kecil memilih mainan dalam jumlah sedikit, mereka akan menghabiskan waktu lebih lama dalam memainkan mainannya, serta lebih fokus dan bisa mengembangkan imajinasinya. Nah, imajinasi ini biasanya mulai keluar dengan mekar saat anak menginjak usia 3 tahun.

Menurut Anne Rowan-Legg, seorang dokter anak di Children Hospital of Eastern Ontario di Ottawa, satu mainan yang harus selalu dimiliki oleh orang tua adalah peralatan menggambar, seperti kertas dan pensil warna. Kegiatan menggambar ini bisa Moms perkenalkan pada Si Kecil dari usia 2 tahun dan terus berlanjut selama masa kanak-kanaknya.

Menurutnya menggambar adalah kesempatan yang baik bagi orang tua untuk menguji tingkat kreativitas dan ketekunan anak. Hal ini penting untuk pekembangan anak dan penghargaan diri mereka, sekaligus mengajarkan si buah hati bahwa semuanya tidak harus sempurna.


Baca Juga: 5 Cara Memilih Mainan Si Kecil

Ikuti Pilihan Anak

MacNamara mengatakan, menginjak usia 5 tahun, anak akan mulai menunjukkan preferensi yang jelas untuk jenis permainan, seperti membangun menara, menyusun rel kereta api, berpetualang dengan boneka, atau menyajikan makanan. Menurutnya, orang tua wajib melihat bentuk permainan yang diminati anak-anak dan menyediakan yang sesuai minatnya.

Bermain tidak lagi menyenangkan bagi anak, di saat orang tua mulai memaksakan suatu keberhasilan pada hal yang seharusnya menjadi atau menentukan bagaimana fungsi seharusnya.

Seiring bertambahnya usia anak, mereka akan mulai spesifik menyebutkan mainan apa yang diinginkan. Meskipun Moms mungkin akan membelikan beberapa di antaranya, perlu diingat bahwa jumlah permainan anak tidak terlalu penting. Yang paling merangsang anak adalah yang melibatkan interaksi pribadi.

Jangan Terlalu Memusingkannya

mainan anak

Jika Moms memperhatikan sekeliling ruangan di rumah sudah dipenuhi dengan mainan akan, maka berhati-hatilah. Padahal bisa saja anak lebih membutuhkan mainan dalam jumlah sedikit.

Mainan menghadirkan peluang yang jauh lebih besar bagi orang tua dan anak untuk berinteraksi dan mengekspresikan beberapa kreativitasnya dan belajar pelajaran hidup yang sesungguhnya yang tidak akan didapatkan di dunia virtual.

Baca Juga: Tips Memilih Mainan yang Aman untuk Anak

Moms, itu dia pengetahuan dan informasi baru yang akan membantu kita dalam menentukan jumlah mainan anak yang bisa dia miliki. Perhatikan baik-baik dan coba pada Si Kecil di rumah ya!

(AWD)

Artikel Terkait