PARENTING
3 Agustus 2017

Berapa Lama Durasi Anak Menonton TV?

Jangan meremehkan efek buruk televisi, lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Di era serba digital seperti sekarang, hiburan yang paling disukai anak-anak adalah menonton TV, ponsel atau tablet. Sepertinya, mereka lebih bisa memakai gawai daripada mengayuh sepedanya.

Memang sih, gawai cukup berpengaruh untuk membuat anak tidak rewel. Alasannya, karena ada gambar, suara dan bisa menghibur mereka. Tapi ini bisa memberi dampak buruk pada anak, lho.

Melansir dari Kidshealth, anak yang secara konsisten terus menerus menghabiskan waktu untuk menonton televisi, akan mudah mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Ini karena posisi si kecil yang hanya duduk, tanpa bergerak untuk melakukan aktivitas apapun.

Secara psikologis juga bisa berpengaruh, lho. Ia akan cenderung lebih agresif dari pada anak lain yang jarang menonton televisi. Hal tersebut dipengaruhi oleh tayangan yang ia tonton. Bukan hanya dari tayangan, tapi juga video game yang dimainkannya.

Karakter yang ada dalam tayangan tersebut bisa memengaruhi psikologis anak. Misalnya, perokok, minum minuman keras atau membentak orang tua. Secara tidak sadar ini akan memberikan dampak negatif.

Baca Juga : Aturan Anak Menonton Televisi

Berapa lama sih durasi terbaik untuk anak 'mantengin' layar televisi?

Menurut dr. Anita Amalia Sari, dilansir dari Klikdokter menyebutkan, menonton televisi dibatasi berdasarkan kelompok usia. Untuk usia 2 sampai 5 tahun, durasi menonton yang disarankan tidak lebih dari satu jam dalam sehari. Tayangan pun dipilih, hanya yang bersifat edukatif.

Selain itu, peran Mama juga penting. Sebaiknya Mama mendampingi si kecil saat menonton, agar bisa membantu anak memahami isi tayangan yang sedang ditonton.

Adapun usia 6 sampai belasan tahun, orang tua harus bekerja lebih ekstra karena gawai sudah mulai akrab di genggamannya. Untuk menonton televisi di usia ini, disarankan hanya dua jam dalam sehari. Terutama untuk yang masih berusia 6 tahun.

Agar lebih efektif dalam membatasi, Mama bisa membuat ruangan bebas televisi di rumah. Misalnya, televisi hanya boleh ada di ruang tengah, sedangkan di kamar tidur tidak boleh. Bisa juga membuat peraturan jam tidur, dengan tidak membolehkan anak untuk nonton TV satu jam sebelumnya.

Kesehatan anak tentu jadi fokus Mama, jadi, mulai sekarang batasi si kecil untuk menonton televisi, ya!

(RIS)

Artikel Terkait