NEWBORN
6 Mei 2020

Berapa Takaran Jumlah ASI yang Dibutuhkan oleh Bayi?

Kira-kira berapa ml ASI, ya, yang dihabiskan Si Kecil per hari?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)

ASI merupakan sumber gizi utama bayi yang belum bisa mencerna makanan padat. Istilah ASI eksklusif merujuk pada pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berusia 0 hingga 6 bulan. Pemberiannya diteruskan hingga anak berusia 2 tahun.

Menurut panduan WHO terbaru, ASI diberikan selama 6 bulan pertama tanpa makanan tambahan apapun karena nutrisi yang terkandung di dalamnya sudah mampu mencukupi kebutuhan selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Boston Children's Hospital, anak yang diberi ASI memiliki tingkat intelegensi (IQ) dan bahasa lebih tinggi dalam kehidupannya mendatang.

Baca Juga: Manfaat ASI Eksklusif untuk Ibu dan Bayi

Pada minggu-minggu pertama kehidupan akan ada peningkatan jumlah kebutuhan ASI. Kemudian, jumlahnya akan menetap hingga 6 bulan kehidupan bayi. Namun, terdapat pengecualian jika bayi sedang ada di masa growth spurts di mana terjadi peningkatan kebutuhan ASI.

Jumlah Takaran ASI yang Dibutuhkan Bayi 0-6 Bulan

takaran asi bayi

Pada bayi yang menyusu langsung, memang cukup sulit mengukur jumlah takaran ASI yang harus diminum oleh bayi, kecuali bayi yang mendapatkan ASIP. Menurut penelitian, bayi ASI membutuhkan sekitar 750 ml per hari (25 oz). Rata-rata bayi membutuhkan asupan ASI 570-900 ml per hari. Berikut adalah gambaran kasar mengenai berapa rata-rata jumlah ASI yang dibutuhkan oleh seorang bayi setiap kali menyusu:

  1. Hari pertama, sebanyak 7 ml atau setara dengan satu sendok teh lebih
  2. Hari kedua, sebanyak 14 ml atau hampir tiga sendok teh
  3. Hari ketiga, sebanyak 38 ml
  4. Hari keempat, sebanyak 58 ml
  5. Hari ketujuh, sebanyak 65 ml

Frekuensi menyusu ASI pada bulan pertama sekitar 8-12 kali per hari. Setelah berusia 1-2 bulan, frekuensi menyusunya cenderung akan berkurang menjadi 7-9 kali per hari.

Bagi Moms yang memberikan ASIP menggunakan botol, takaran kebutuhannya mungkin kurang lebih sama dengan langsung dari payudara, meskipun memang tidak ada jumlah yang baku.

Hal paling penting yang perlu Moms ingat terkait frekuensi dan jumlah ASI yang diterima oleh Si Kecil adalah tetap fleksibel dan membiarkan bayi yang mengatur sendiri jumlah asupannya.

Moms tidak perlu memaksa Si Kecil untuk menghabiskan isi botol ASIP maupun menghentikannya saat ia menyusu. Bisa jadi saat Moms memaksa Si Kecil berhenti, justru sebenarnya ia masih lapar.

Baca Juga: Berapa Kebutuhan ASI Bayi Sesuai Usianya?

Tanda Bayi Mendapatkan Jumlah Takaran ASI yang Cukup

takaran asi bayi

Berikut beberapa tanda-tanda bayi ASI yang telah minum cukup ASI dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

  1. Produksi ASI akan berlimpah pada hari ke-2 sampai ke-4 setelah melahirkan, nampak dengan payudara bertambah besar, berat, lebih hangat dan seringkali ASI menetes dengan spontan
  2. Bayi menyusu 8 - 12 kali sehari, dengan pelekatan yang benar pada setiap payudara dan menghisap secara teratur selama minimal 10 menit pada setiap payudara.
  3. Bayi akan tampak puas setelah menyusu dan seringkali tertidur pada saat menyusu, terutama pada payudara yang kedua
  4. Frekuensi buang air kecil (BAK) bayi > 6 kali sehari. Urin berwarna jernih, tidak kekuningan. Butiran halus kemerahan (yang mungkin berupa kristal urat pada urin) merupakan salah satu tanda ASI kurang.
  5. Frekuensi buang air besar (BAB) > 4 kali sehari dengan volume paling tidak 1 sendok makan, tidak hanya berupa noda membekas pada popok bayi, pada bayi usia 4 hari sampai 4 minggu. Sering ditemukan bayi yang BAB setiap kali menyusu, dan hal ini merupakan hal yang normal
  6. Feses berwarna kekuningan dengan butiran-butiran berwarna putih susu diantaranya (seedy milk), setelah bayi berumur 4 sampai 5 hari. Apabila setelah bayi berumur 5 hari, fesesnya masih berupa mekoneum (berwarna hitam seperti ter), atau transisi antara hijau kecoklatan, mungkin ini merupakan salah satu tanda bayi kurang mendapat ASI.
  7. Puting payudara akan terasa sedikit sakit pada hari-hari pertama menyusui. Apabila sakit ini bertambah dan menetap setelah 5 - 7 hari, lebih-lebih apabila disertai dengan lecet, hal ini merupakan tanda bahwa bayi tidak melekat dengan baik saat menyusu. Apabila tidak segera ditangani dengan membetulkan posisi dan pelekatan bayi maka hal ini akan menurunkan produksi ASI
  8. Berat badan bayi tidak turun lebih dari 10 persen dibanding berat lahir
  9. Berat badan bayi kembali seperti berat lahir pada usia 10 sampai 14 hari setelah lahir.

Baca Juga: Bayi Enggan Menyusu, Coba 5 Cara Ini Untuk Penuhi Kebutuhan ASI-nya

Komposisi ASI untuk bayi juga berbeda-beda berdasarkan lamanya waktu menyusui. Pada permulaan menyusui (5 menit pertama), bayi akan menghisap foremilk yang mengandung kadar protein tinggi.

Sedangkan ASI yang dihasilkan pada akhir menyusui (setelah 15-30 menit) disebut hindmilk yang mengandung kadar lemak tinggi. Oleh karena itu, disarankan agar Moms menyusui Si Kecil sampai tuntas pada 1 payudara, baru kemudian berpindah ke payudara yang lain, sehingga Si Kecil mendapatkan keseluruhan kandungan ASI yang dibutuhkan.

Bila Moms masih memerlukan informasi tambahan seputar ASI dan bayi, Moms bisa bergabung dengan komunitas dan mengikuti Kuliah WhatsApp (KulWAP) dengan expert di WhatsApp Group Orami Moms Community.

Selain mengikuti KulWAP, di WhatsApp Group Orami Moms Community, Moms bisa berkonsultasi dengan para ahli, seperti psikolog, dokter kandungan, dokter anak, konselor laktasi, konselor pernikahan, dan lain sebagainya.

orami wag

Moms juga bisa saling bertukar cerita dengan ibu-ibu lainnya, lho! Jadi Moms akan mendapatkan banyak teman, sekaligus informasi baru.

Moms bisa langsung add WhatsApp di nomor 0811-8852-250 atau klik link ini untuk informasi lebih lanjut.

Yuk gabung WhatsApp Group Orami Moms Community untuk mendapatkan berbagai keuntungan!

Artikel Terkait