PROGRAM HAMIL
19 September 2017

Berapakah Takaran Kopi untuk Ibu Hamil?

Berapakah takaran kopi yang aman untuk ibu hamil?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh katri.dyah
Disunting oleh katri.dyah

Kafein terdapat dalam kopi, teh, minuman ringan, dan coklat, dan merupakan bahan kimia yang paling sering dikonsumsi selama kehamilan. Data mengenai efek samping kopi untuk ibu hamil cukup beragam.

Banyak ibu hamil mengurangi kafein begitu mereka hamil, karena dibayang-bayangi ketakutan mengonsumsi kopi lebih dari 300 mg kafein setiap hari tampaknya terkait dengan risiko keterbatasan pertumbuhan janin, keguguran spontan atau kelahiran prematur.

Benarkah pantangan jika ibu hamil minum kopi?

Pernyataan yang dikeluarkan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dapat meredakan ketakutan mereka. Para peneliti tersebut menyatakan bahwa takaran kopi yang aman—kurang dari 200 miligram per hari—tidak akan meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur.

William H. Barth Jr., MD, ketua komite ACOG di bidang praktik kebidanan menyatakan, “Selama bertahun-tahun, wanita mendapatkan pesan yang beragam tentang apakah sebaiknya mereka minum atau menghindari kopi selama kehamilan. Setelah meninjau ulang bukti ilmiah sampai saat ini, takaran kopi yang aman tampaknya tidak menimbulkan dampak besar yang menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.”

Meskipun konsumsi kopi selama kehamilan masih kontroversial di bidang medis, namun kebanyakan dokter setuju bahwa konsumsi kopi setiap hari tidak akan membahayakan kesehatan bayi jika dosisnya tidak berlebihan. Yang menjadi pertanyaan adalah berapa banyak takaran kopi yang aman dikonsumsi ketika hamil?

Variasi Kandungan Kopi

kopi

Secara umum, 200 miligram kafein sama dengan satu cangkir kopi 12 ons, namun peminum kopi harus menyadari bahwa ada perbedaan luar biasa pada cangkir yang berbeda.

Pendapat baru ini berdasarkan pada tinjauan literatur tentang studi terbaru yang mengamati efek kafein pada kehamilan. Para peneliti juga mengamati bagaimana kafein memengaruhi risiko pembatasan pertumbuhan intrauterine (IUGR) selama kehamilan. Meskipun tidak ada bukti pasti bahwa kafein meningkatkan risiko IUGR, diperlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami hubungan ini.

Sami David, MD, ahli endokrinologi reproduksi dan ahli keguguran yang berbasis di New York, menganjurkan pasiennya agar memperhatikan takaran kopi yang aman selama kehamilan. Cukup membatasi secangkir kopi sehari, sekitar 8 ons dan memiliki sekitar 100 miligram kafein, atau dua cangkir teh hitam atau hijau per hari tidak menjadi masalah.

Baca juga: Mengenal Manfaat Kopi

Bagaimana cara membatasi kopi untuk ibu hamil?

Bagi para pecandu kopi, yang terbaik adalah mempertimbangkan untuk mengurangi kopi hingga satu atau dua cangkir atau menghindarinya sama sekali. Ngeri memikirkannya? Berikut adalah beberapa cara untuk mempermudah prosesnya:

  • Ingatlah tujuan untuk membatasi kopi. Tidak ada salahnya terus mengingatkan diri sendiri.
  • Ketahuilah pengganti kopi yang aman. Beralihlah ke kopi tanpa kafein yang berkualitas, namun perlu diingat bahwa kopi tanpa kafein tidak berarti bebas kafein.
  • Kurangi secara bertahap. Mulailah dengan mengurangi sampai dua cangkir kopi sehari atau teruskan jika Mama benar-benar ingin bebas kafein.
  • Temukan energi dengan cara kuno. Makan dalam porsi lebih sedikit namun lebih sering akan menghemat energi dengan menjaga agar gula darah tidak turun. Vitamin prenatal juga akan membantu Mama mempertahankan stamina tanpa pengganti kafein.

Apakah Mama masih khawatir akan efek samping kopi selama kehamilan?

Artikel Terkait