KESEHATAN
3 September 2019

Berbeda dengan Bisul, Ini Cara Menghilangkan Kista Ateroma

Sekilas ia mirip bisul. Lantas, bagaimana cara menangani kista ateroma?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Kista ateroma sering juga disebut kista sebasea. Ini adalah jenis kista yang tidak berpotensi berkembang menjadi kanker.

“Sangat umum kista muncul di kulit. Ini dianggap tidak berbahaya tetapi dapat meningkatkan ukuran atau tiba-tiba menjadi meradang atau terinfeksi dari waktu ke waktu,” ucap dr Stephanie Ho, dermatologist ahli di website doctorxdentist.com.

Meski tidak begitu berbahaya, kista yang satu ini sebaiknya segera diobati karena bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Baca juga: 4 Penyebab Kista yang Wajib Wanita Ketahui

Penyebab Kista Ateroma

Kista Ateroma

Foto: pixabay.com

Kista ini paling sering tumbuh di wajah, leher, punggung dan dada bagian atas. Biasanya terbentuk dari kelenjar minyak. Tumbuhnya pun lambat, dan jarang menimbulkan rasa sakit. Biasanya, kista ateroma memiliki lubang di bagian tengah yang disebut dengan punctum pusat.

Umumnya kista berkembang jika kelenjar minyak tersumbat. Hal ini biasanya muncul karena adanya trauma di daerah tersebut. Bisa berupa goresan, luka operasi, atau masalah kulit seperti jerawat.

Selain itu, kista ateroma juga bisa muncul karena ada saluran dengan bentuk yang cacat,

kerusakan sel selama operasi, dan kondisi genetik. Misalnya sindrom Gardner atau sindrom Nevus sel basal.

Baca Juga: Benjol di Lutut, Hati-Hati Terkena Kista Baker

Mengobati Kista Ateroma

Operasi kista ateroma

Foto: rd.com

Meski biasanya hilang dengan sendirinya dan tidak berbahaya, tetapi jika kista telah mengalami peradangan dan infeksi, Moms perlu segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan perawatan. Di beberapa kasus, kista bisa sampai mengalami iritasi dan mengeluarkan cairan berbau busuk.

“Ketika kista ateroma meradang, ia menciptakan respons peradangan tubuh asing yang kuat. Kulit ini menjadi hangat, lembut, nyeri, dan membengkak, mensimulasikan abses. Insisi dan Drainase. Dan kadang-kadang berbau, “ ucap dr. Sandra Lee, dermatologist dari drpimplepopper.com.

Dokter biasanya akan menyuntikkan steroid ke dalamnya untuk menenangkan dan mengecilkannya. Akan tetapi, jika kista telah terinfeksi, dokter akan menyayatnya dan mengeluarkan bagian yang terinfeksi. Dalam prosesnya, dokter akan menyuntikkan obat bius di sekitar kista untuk mematikan saraf penghantar rasa sakit. Jika hal ini tidak segera diobati, infeksi dapat menyebar ke kulit sekitar. Kondisi ini biasanya membuat dokter meresepkan antibiotik untuk mengurangi peradangan.

Moms bisa meminta dokter untuk menghilangkan kista ateroma meski tidak meradang. Semisal jika kista mulai membesar dan menganggu keseharian. Caranya adalah mengangkat atau mengeringkan kista. Setelah kista ini diangkat, biasanya dokter akan memberikan salep antibiotik untuk mencegah infeksi dan krim khusus untuk mengurangi tampilan luka operasi.

Baca Juga: Kista Ganglion dan Bahayanya

(RYO/DIN)

Artikel Terkait