KESEHATAN
23 Agustus 2019

Berbeda dengan Masuk Angin, Kenali Gejala dan Penyebab Angin Duduk

Biasanya ditandai dengan rasa sakit di dada.
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Apa itu angin duduk? Mungkin banyak dari kita yang salah mengerti tentang penyakit satu ini. Banyak yang mengira bahwa angin duduk itu sama dengan masuk angin. Salah besar! Angin duduk berbeda dengan masuk angin.

Penyakit yang dikenal juga dengan nama angina ini adalah rasa sakit di dada yang terjadi karena penyempitan pembuluh darah di jantung sehingga otot-otot jantung mendapat pasokan darah yang lebih sedikit. Kondisi ini sulit dikenali karena gejala angin duduk dan serangan jantung sangat mirip.

Baca Juga: Kenapa Bayi Muntah Saat Masuk Angin?

Moms harus tahu bahwa angin duduk adalah tanda peringatan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuh kita. Bisa berarti jantung kita tidak mendapatkan cukup darah, sementara tubuh membutuhkan asupan untuk berfungsi dengan baik.

Penyebab angin yang duduk dapat dipicu oleh emosi yang kuat, energi fisik, panas ekstrem dan suhu dingin, atau makan berlebihan.

Agar bisa ditangani dengan cepat, makanya kita perlu mengetahui perbedaannya dan mengenal angin duduk lebih dalam. Yuk kita simak penjelasan di bawah ini bareng Moms.

Gejala Angin Duduk

angin duduk

Foto: hellosehat.com

Ketika aliran darah ke otot jantung tersumbat, seringkali ada gumpalan pada arteri. Sedangkan kekurangan oksigen akan menyebabkan rasa sakit akibat kerusakan otot jantung dan risiko terburuknya adalah kematian otot jantung.

Baca Juga: Ini 8 Makanan yang Ramah Jantung

Sebuah studi di American Journal of Critical Care 2008 menemukan bahwa nyeri dada yang paling sering dilaporkan adalah gejala serangan jantung. Sebanyak 61 persen dari 256 peserta mengatakan gejala nyeri dada terjadi secara konstan atau tiba-tiba.

Seseorang yang mengalami gejala angin duduk akan merasakan nyeri dada dalam berbagai bentuk, seperti:

  • Sakit pada dada
  • Dada rasanya seperti diperas
  • Sesak pada bagian dada
  • Keluar keringat dingin
  • Nyeri bahu, lengan, punggung, leher, dan rahang
  • Nyeri pada rahang dan leher
  • Sulit untuk bernafas
  • Pusing
  • Terlihat Murung
  • Terasa panas

Jika tidak pernah mengalami gejala angin duduk ini, biasanya kita tidak yakin apa yang mereka rasakan, karena penderita biasanya masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari.

Penyebab Angin Duduk

angin duduk

Foto: mayoclinic.org

Dilansir dari Mayo Clinic, angina disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke otot jantung. Darah kita membawa oksigen yang dibutuhkan otot jantung untuk bertahan hidup. Jadi saat otot jantung tidak mendapatkan oksigen yang cukup, itu menyebabkan kondisi yang disebut iskemia.

Baca Juga: Apakah Boleh Memakai Kipas Angin atau AC untuk Bayi?

Penyebab paling umum berkurangnya aliran darah ke otot jantung biasanya karena penyakit arteri koroner (coronary artery disease). Arteri jantung (koroner) kita dapat menyempit karena timbunan lemak yang disebut plak. Ini disebut aterosklerosis.

Berkurangnya aliran darah ini merupakan masalah persediaan jantung yang tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen. Moms mungkin bertanya-tanya mengapa tidak terkena angina jika arteri jantung menyempit karena penumpukan lemak.

Ini karena pada saat kebutuhan oksigen rendah, saat kita beristirahat, otot jantung mungkin dapat bertahan dengan berkurangnya jumlah aliran darah tanpa memicu gejala angina. Tetapi ketika tubuh meningkatkan permintaan oksigen, seperti ketika kita berolahraga, ini dapat memicu angin duduk.

Jadi tetap berhati-hati dan waspada ya Moms!

Artikel Terkait