TRIMESTER 1
3 November 2019

Bercak atau Flek Saat Hamil, Normal atau Tidak?

Membuat khawatir!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Banyak ibu hamil langsung merasa khawatir secara berlebihan saat terjadi flek. Padahal tidak semua bercak darah yang keluar dari vagina selama masa kehamilan berbahaya.

Alyssa Stephenson-Famy, MD, dokter spesialis ibu dan anak di University of Washington, Seattle mengatakan sebagian besar bercak atau flek tidak berbahaya.

Secara rinci, Famy mengatakan bahwa banyak perempuan mengeluarkan flek setelah berhubungan intim.

Yang lainnya mungkin mengalami pendarahan karena alasan yang tidak ada hubungannya dengan kehamilan, seperti infeksi atau robekan pada dinding vagina.

Meski begitu, ada perdarahan pada ibu hamil yang bisa menjadi indikasi berbagai komplikasi, termasuk keguguran, kehamilan ektopik, dan plasenta previa, dan karenanya tidak boleh diabaikan.

Berikut adalah berbagai alasan yang menyebabkan terjadinya flek dan kapan harus mulai khawatir.

Penyebab Bercak pada 4 Bulan Pertama Kehamilan

Flek di Awal Kehamilan.jpg

Dr. Stephenson-Famy memperkirakan bahwa 25 hingga 40 persen wanita akan mengalami perdarahan vagina selama awal kehamilan.

Adapun menurut American Pregnancy Association, ada sejumlah kemungkinan penyebab bercak atau pendarahan yang tidak berbahaya pada paruh pertama kehamilan, termasuk:

Perdarahan implantasi terjadi sekitar empat pekan pertama kehamilan dan tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, ia justru menandakan terjadinya implantasi.

Menebalnya serviks karena darah yang mengalir ke sana dalam jumlah banyak selama kehamilan mungkin memicu perdarahan apabila terjadi hubungan seksual.

Infeksi yang terjadi pada beberapa wanita karena penyakit menular seksual seperti klamidia. Dalam hal ini, kondisi yang mendasarinya perlu diobati sesegera mungkin.

Perdarahan sehabis pemeriksaan panggul atau pap smear yang biasa dilakukan di trimester pertama kehamilan.

Adapun yang perlu dikhawatirkan antara lain meliputi:

Perdarahan subkorionik, yaitu perdarahan di sekitar plasenta. Sebab, perdarahan ini dapat meningkatkan risiko persalinan prematur.

Selain itu, kehamilan kimiawi, yang terjadi ketika sel telur dibuahi tetapi tidak berhasil terimplan ke dalam rahim.

Keguguran, merupakan kehilangan kehamilan spontan dalam 20 minggu pertama. Seringkali, perdarahan atau bercak yang terjadi selama keguguran akan disertai dengan gejala lain, seperti kram atau sakit perut.

Ada pula kehamilan ektopik, yang terjadi ketika telur yang dibuahi terimplan di luar rahim, paling sering di saluran tuba.

Penyebab Pendarahan pada 4 Bulan Terakhir

Flek di Akhir Kehamilan.jpg

Risiko perdarahan lebih sering terjadi pada awal kehamilan dan berkurang pada trimester kedua. Makanya, saat terjadi pendarahan pada usia kehamilan ini tentu harus diwaspadai.

Sering kali, pendarahan terjadi karena hubungan seksual dan pemeriksaan serviks terutama di akhir kehamilan.

Selain itu, ada pula plasenta previa, yaitu ketika plasenta menutupi serviks baik sebagian atau seluruhnya.

Hal yang cukup berbahaya adalah solusio plasenta, di mana plasenta terlepas dari dinding rahim dan dapat menyebabkan perdarahan vagina yang parah, mengancam ibu dan bayi.

Menurut American Academy of Family Physicians, solusio plasenta adalah penyebab paling umum dari pendarahan serius selama akhir kehamilan.

Kondisi ini jarang terjadi, dan hanya terjadi pada sekitar satu persen dari semua kehamilan yang terjadi di Amerika Serikat.

Kapan Harus Khawatir?

X kondisi yang sering menjadi penyebab keguguran (1).jpg

Tanda-tanda bahwa perdarahan disebabkan oleh kondisi serius (keguguran, masalah plasenta, persalinan prematur), sehingga perlu dikhawatirkan, adalah perdarahan yang disertai dengan kram dan atau demam.

Warna darah juga penting, darah yang merah cerah biasanya lebih mengkhawatirkan daripada darah yang kecoklatan.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

5 Konsultasi Dokter.jpg

Selalu hubungi dokter apabila terjadi flek atau bercak.

Laura Riley, MD, penulis buku Pregnancy: The Ultimate Week-by-Week Pregnancy Guide mengatakan ibu hamil harus segera menghubungi dokter kalau merasa ingin pingsan dan darah yang keluar dari vagina terlihat mengotori pembalut.

"Perdarahan yang juga disertai rasa sakit dan demam juga jadi pertanda ibu hamil harus segera ke dokter," tutup Riley.

Sekarang Moms sudah lebih paham mengenai flek dan bercak selama kehamilan, bukan? Jika perlu informasi mengenai flek semasa kehamilan, Moms bisa lihat di tautan berikut ini, ya:

Flek Hitam Muncul Ketika Hamil? Ini Cara Mengatasinya

3 Penyebab Timbul Flek Cokelat Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Catat, Ini Perdarahan yang Normal Terjadi di Awal Kehamilan

(TPW/DIN)

Artikel Terkait