PROGRAM HAMIL
1 Oktober 2020

Berhubungan 2 Minggu Sebelum Haid Apa Bisa Hamil? Ini Penjelasannya!

Kemungkinan hamil bisa jadi tinggi lho, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Putriana
Disunting oleh Amelia Puteri

Mungkin Moms pernah bertanya-tanya apakah saat ini waktu yang tepat atau tidak untuk berhubungan? Baik saat Moms memang telah menanti kehadiran Si Kecil dalam rahim, atau justru saat masih ingin menunda kehamilan.

Pada dasarnya, kehamilan bisa tedeteksi setelah pembuahan terjadi, dan pembuahan bisa saja terjadi dalam waktu beberapa hari bahkan hanya beberapa jam.

Tidak sedikit pasangan yang berpikir bila peluang hamil lebih tinggi ketika Moms belum haid. Lalu, berhubungan 2 minggu sebelum haid apa bisa hamil? Cari tahu penjelasannya berikut ini.

Apa Saja yang Memengaruhi Peluang Hamil?

berhubungan 2 minggu sebelum haid apa bisa hamil

Foto: Orami Photo Stock

Setiap bulan, wanita memiliki 15-25 persen peluang untuk hamil. Namun keberhasilan ini disebabkan oleh banyak faktor mulai dari usia, kesehatan reproduksi baik pria maupun wanita, gaya hidup, siklus menstruasi, frekuensi berhubungan serta kapan waktu berhubungan.

Berdasarkan keterangan dari Fertility Network UK, dibuahi atau tidaknya sel telur tergantung pada kapan berhubungan seksual dilakukan. Sehingga timing sangat mempengaruhi besar kecilnya peluang pembuahan terjadi.

Sel telur akan lebih mudah dibuahi ketika ovulasi, yakni proses sel telur yang sudah matang dikeluarkan dari ovarium ke tuba falopi.

Baca Juga: Apa Pengaruh Stres Terhadap Siklus Menstruasi?

Seperti Apa Siklus Menstruasi Setiap Bulan?

siklus haid

Foto: Orami Photo Stock

Apakah berhubungan 2 minggu sebelum haid apa bisa hamil? Lalu, bagaimana cara mengetahui kapan seorang wanita berada dalam puncak masa subur atau tidak?

Tentunya, Moms bisa mencari tahu terlebih dahulu seperti apa siklus menstruasi setiap bulannya.

Kehamilan berhubungan erat dengan waktu ovulasi, sedangkan untuk memprediksi waktu ovulasi Moms harus tahu betul bagaimana siklus menstruasi berjalan setiap bulannya.

Tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama. Rentang siklusnya beragam, yakni 21-35 hari. Berbeda panjang siklusnya, tentu lain pula cara menghitung masa suburnya.

Jika Siklus Menstruasi Teratur 28 Hari

Rata-rata wanita memiliki siklus menstruasi 28 hari, dengan hari pertama menstruasi sebagai penanda awal siklus. Durasi menstruasi umumnya berlangsung selama tujuh hari.

Tubuh akan mulai melepaskan hormon perangsang folikel (FSH) pada hari ke 6-14 siklus menstruasi, di mana sel telur dalam ovarium mulai dikembangkan.

Tubuh Moms juga akan mulai membangun kembali lapisan endometrium di rahim. Di waktu ini, kehamilan masih mungkin terjadi karena sperma bisa hidup selama lima hari di dalam tubuh hingga sel telur matang.

Setelah sel telur matang, tubuh akan melepaskan hormon lutenizing (LH) yang memicu pelepasan sel telur dari ovarium (ovulasi).

Ovulasi biasanya terjadi sekitar siklus hari ke-14 dan peluang kehamilan kemungkinan besar terjadi pada hari ovulasi.

Jika Siklus Menstruasi Lebih Pendek atau Lebih Panjang dari 28 Hari

Beberapa wanita memiliki siklus singkat yakni selama 21 hari atau bahkan siklus panjang hingga 35 hari. Ada banyak faktor yang memicu siklus menstruasi tidak teratur.

Apabila Moms termasuk yang memiliki siklus tak teratur, baiknya tetap menyiapkan metode kontrasepsi cadangan, selain mencari tahu berhubungan 2 minggu sebelum haid apa bisa hamil.

Selain itu, mencatat siklus menstruasi setiap bulan akan membantu memprediksi masa subur. Moms bisa menggunakan bantuan aplikasi di ponsel agar lebih mudah.

Baca Juga: Bisakah Menghitung Masa Subur Saat Haid Tidak Teratur?

Seperti Apa Tanda-tanda Wanita Sedang Dalam Masa Subur?

tanda wanita memasuki masa subur

Foto: Orami Photo Stock

Untuk menjawab pertanyaan "berhubungan 2 minggu sebelum haid apa bisa hamil?" bisa dengan mengetahui tanda-tanda apakah Moms sedang dalam masa subur atau tidak.

Memprediksi waktu ovulasi sangat bergantung pada siklus menstruasi tiap individu. mengutip Mayo Clinic, kebanyakan wanita berovulasi pada 4 hari sebelum atau sesudah titik tengah siklus menstruasi mereka.

Sebuah studi dari National Institute of Environmental Health Sciences menemukan wanita biasanya lebih subur tepat sebelum atau setelah waktu ovulasi standar.

Dalam studi tersebut, 30 persen wanita berada dalam puncak kesuburan pada hari ke 10 hingga 17 siklus mereka. Sedangkan 70 persen wanita berada dalam puncak kesuburan sebelum hari ke-10 atau setelah hari ke-17 dari siklus mereka.

Selain dengan metode penghitungan siklus menstruasi, Moms perlu tahu apa saja tanda-tandanya jika telah memasuki masa subur dan juga waktu ovulasi seperti di bawah ini.

1. Kenaikan Suhu Basal Tubuh

Di hari ovulasi, umumnya tubuh akan mengalami kenaikan suhu basal sebesar 0,4 hingga satu derajat Celcius. Biasanya suhu tubuh normal berkisar antara 36,1 hingga 36,4 derajat celcius dan tetap stabil selama menstruasi.

Mengetahui kenaikan suhu basal tubuh dapat menjadi faktor untuk mempertimbangkan jika berhubungan 2 minggu sebelum haid apa bisa hamil atau tidak.

Mendekati masa subur, suhu tubuh akan cenderung turun dan kemudian naik tepat pada hari di mana ovulasi terjadi menjadi 36,4 hingga 37 derajat celcius.

Suhu basal merupakan suhu saat tubuh kita beristirahat atau saat suhu tubuh berada pada titik terendah dalam satu hari.

Karena itu, mengukur suhu basal tubuh biasanya dilakukan saat bangun tidur di pagi hari dan dapat dilakukan dengan termometer tubuh biasa. Peningkatan suhu basal tubuh bisa terjadi karena adanya peningkatan kadar hormon esterogen dalam tubuh saat ovulasi.

2. Perubahan Cairan Serviks

Berhubungan 2 minggu sebelum haid apa bisa hamil bisa dicari tahu dengan terjadinya perubahan cairan serviks. Ini menjadi tanda selanjutnya apakah wanita sedang dalam masa subur atau tidak.

Tekstur cairan serviks bisa saja berbeda pada masing-masing wanita. Namun umumnya cairan serviks akan berubah menjadi lebih kental dan lengket saat masa subur, yang menyebabkan sperma lebih mudah berenang menuju rahim.

Selain itu, cairan berwarna bening keputihan ini biasanya juga akan mengalami peningkatan volume tepat di hari ovulasi.

3. Libido Meningkat

Meningkatnya libido menjadi salah satu tanda datangnya masa subur. Berhubungan 2 minggu sebelum haid apa bisa hamil bisa dicari tahu dengan kondisi libido yang meningkat atau tidak.

Namun demikian, ciri-ciri ini sifatnya umum karena kenaikan hasrat seksual atau libido bisa terjadi kapan saja tanpa menunggu masa subur tiba.

Misalnya ketika mood Moms dan pasangan sedang bagus, berada dalam suasana baru saat berlibur, dan lain sebagainya.

4. Payudara Terasa Nyeri

Perubahan hormon selama ovulasi dapat memicu rasa nyeri dan tegang di area payudara. Namun tidak semua wanita merasakan hal ini dan hanya sebagian kecil yang sensitif terhadap perubahan pada payudara mereka.

5. Alat Prediksi Kesuburan Menunjukkan Hasil Positif

Cara terakhir untuk mengetahui masa subur dan mempertimbangkan apakah berhubungan 2 minggu sebelum haid apa bisa hamil, bisa dengan menggunakan alat memprediksi kesuburan.

Jika sedang melangsungkan program hamil dan ingin mengetahui hari ovulasi dengan lebih akurat, menggunakan alat prediksi kesuburan bisa menjadi salah satu cara yang bisa dicoba.

Alat ini berfungsi mengukur kadar LH (luteinizing hormone ) dalam urin. Pada wanita dengan siklus haid 28 hari, biasanya kenaikan hormon LH dapat terjadi 14-15 hari setelah menstruasi.

Sedangkan pelepasan sel telur atau ovulasi biasanya terjadi sekitar 10-12 jam setelah terdeteksi adanya peningkatan LH.

Baca Juga: 6 Posisi Seks agar Cepat Hamil, Panas dan Patut Dicoba

Berhubungan 2 Minggu Sebelum Haid Apa Bisa Hamil?

tips orgasme dengan oral seks 1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Selanjutnya, pertanyaan berhubungan 2 minggu sebelum haid apa bisa hamil tentunya sudah ada di benak para pasangan yang sedang membaca artikel ini.

Dilansir National Health Service di Inggris, pada wanita dengan siklus menstruasi yang normal dan teratur, ovulasi bisa terjadi sekitar 12 hingga 14 hari alias sekitar dua minggu sebelum tanggal menstruasi berikutnya datang.

Artinya, berhubungan di masa tersebut bisa meningkatkan peluang kehamilan menjadi lebih tinggi. Terutama jika bertepatan dengan puncak masa subur atau saat sel telur dilepas.

Sederhananya, siklus kesuburan wanita digambarkan seperti kurva terbalik. Dikutip Healthline, berikut prediksi besarnya peluang hamil berdasarkan waktu berhubungan:

  • 14 hari sebelum tanggal menstruasi: Tinggi
  • 10 hari sebelum tanggal menstruasi: Tinggi
  • 5-7 hari sebelum tanggal menstruasi: Memungkinkan
  • 2 hari sebelum tanggal menstruasi: Rendah
  • 1 hari sebelum tanggal menstruasi: Rendah
  • Selama menstruasi: Rendah
  • 1 hari setelah menstruasi: Rendah
  • 2 hari setelah menstruasi: Rendah
  • 5-7 hari setelah menstruasi: Memungkinkan
  • 10 hari setelah menstruasi: Tinggi
  • 14 hari setelah menstruasi: Tinggi

Jadi, dari prediksi di atas, berhubungan 2 minggu sebelum haid memiliki kemungkinan yang tinggi untuk Moms dan Dads memiliki kehamilan.

Baca Juga: Ini 4 Posisi Seks yang Aman dan Nyaman Saat Hamil

Waktu Berhubungan yang Aman Jika Belum Ingin Hamil

Punya Suami Scorpio? Ini 5 Hal yang Harus Moms Ketahui tentang Kesukaannya di Ranjang! 1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kita telah membahas kapan waktu-waktu yang krusial di mana peluang kehamilan menjadi lebih besar, dan apakah berhubungan 2 minggu sebelum haid apa bisa hamil.

Namun bagaimana dengan sebaliknya, ketika Moms dan Dads tidak ingin memiliki anak terlebih dahulu? Kapan waktu berhubungan yang aman jika belum ingin hamil?

Kehamilan hanya dapat terjadi selama wanita berada dalam periode masa subur.

Sel telur yang telah matang hanya bisa bertahan selama 24 jam setelah dilepaskan, sedangkan sperma bisa bertahan hidup selama lima hingga tujuh hari di dalam rahim.

Artinya, peluang hamil cukup tinggi apabila berhubungan seksual empat atau lima hari sebelum waktu ovulasi tiba, berhubungan tepat di hari ovulasi, atau berhubungan satu hari setelah tanggal ovulasi.

Setelah Moms melewati masa subur, kehamilan tidak mungkin terjadi saat berhubungan.

Jika mengacu pada keterangan di atas, berhubungan satu atau dua hari sebelum tanggal menstruasi memiliki risiko kehamilan rendah karena seharusnya sudah melewati masa subur.

Begitu pula setelah menstruasi, ada celah sempit sekitar satu hingga dua hari untuk berhubungan dengan risiko hamil rendah.

Walau begitu, sebenarnya tidak ada waktu yang benar-benar aman untuk berhubungan tanpa kontrasepsi agar terhindar dari risiko kehamilan. Karena masa ovulasi bisa saja bergeser kapanpun dari siklus normalnya karena beberapa faktor.

Misalnya stres, diet ketat, konsumsi obat-obatan tertentu, hingga kondisi medis seperti polycystic ovary syndrome (PCOS) dan kita tidak bisa memastikan hal tersebut.

Apabila Moms berencana untuk menunda kehamilan, cara yang paling aman dan akurat adalah berhubungan menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom atau mengikuti program KB.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai berhubungan 2 minggu sebelum haid apa bisa hamil. Jika Moms dan Dads masih memiliki pertanyaan tentang program hamil, bisa langsung konsultasikan ke dokter kandungan, ya.

Artikel Terkait