PERNIKAHAN & SEKS
4 Oktober 2019

Berhubungan Seks saat Hamil, Bahayakah?

Sebenarnya, apakah berbahaya berhubungan seks saat hamil? Ini fakta selengkapnya yang perlu Moms dan Dads pahami.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Berhubungan seks saat hamil, mungkin Moms dan Dads akan mengerutkan dahi saat memikirkannya. Aktivitas seks bersama pasangan memang menyenangkan dan mampu meningkatkan ikatan serta keromantisan antara suami dan istri.

Namun, semuanya berbeda ketika Moms sudah dinyatakan positif hamil. Berhubungan seks rasanya menjadi kegiatan yang berisiko yang menimbulkan kekhawatiran dan banyak pertanyaan.

“Apakah hubungan seks saat hamil akan berbahaya?” atau “hubungan seks saat hamil apakah akan melukai janin di dalam kandungan?” menjadi pertanyaan yang sering menjadi kegalauan para calon orang tua baru.

Belum lagi, biasanya kekhawatiran suami takut menyakiti istrinya saat proses penetrasi dilakukan. Lalu, apakah benar demikian? Apakah suami dan istri tetap bisa berhubungan seks saat istri sedang hamil?

Baca Juga: Hamil Muda Boleh Berhubungan Seks?

Jawabannya adalah aman. Menurut Dayne Salasche, dokter kandungan di Northwestern Specialists for Women mengungkapkan hubungan seks saat hamil sangat aman dilakukan bagi wanita dengan kehamilan yang berisiko rendah.

Artinya, kondisi kehamilan harus benar-benar sehat dan berjalan baik sebelum akhirnya bisa melakukan hubungan seks.

Bagi calon ayah juga tidak perlu takut bayi akan terluka saat berhubungan seks dengan Moms. Bayi terlindungi dengan baik dan aktivitas seksual tidak akan menyakiti sang calon buah hati di dalam kandungan.

Faktor Risiko Berhubungan Seks saat Hamil

Meskipun begitu, Moms dan Dads harus mengetahui beberapa faktor risiko yang menyebabkan berhubungan seks saat hamil sebaiknya ditunda, yaitu:

  1. Wanita dengan riwayat keguguran berulang;
  2. Wanita dengan plasenta pravia;
  3. Mengalami perdarahan;
  4. Mengalami pecah ketuban dini;
  5. Mengandung anak kembar;
  6. Memiliki riwayat penyakit pada serviks;
  7. Kehamilan sebelumnya mengalami persalinan dini.

Baca Juga: Apakah Boleh Menggunakan Alat Bantu Seks Saat Hamil?

Jika di luar beberapa faktor risiko di atas, maka berhubungan seks saat hamil aman untuk dilakukan. Pertanyaan berikutnya adalah usia kehamilan yang paling tepat untuk berhubungan seks dengan pasangan. Juga tentang posisi saat berhubungan seks yang paling nyaman untuk dilakukan saat Moms sedang mengandung.

Usia Kehamilan yang Tepat untuk Berhubungan Seks

Berhubungan Seks saat Hamil, Bahayakah-2.jpg

Foto: raisingchildren

Saat usia kehamilan awal atau trimester pertama, Moms mungkin tidak memiliki keinginan untuk berhubungan seks dengan pasangan.

Hal ini dipengaruhi kondisi tubuh yang mudah lelah, sering mual dan muntah, karena pengaruh dari morning sickness yang kerap dialami ibu hamil. Untuk itu, berhubungan seks pada trimester pertama tidak dianjurkan.

Begitu juga saat trimester akhir atau menjelang persalinan, perut Moms yang semakin membuncit dan tubuh mulai kelelahan menopang janin di dalam kandungan, bisa membuat Moms menjadi enggan untuk berhubungan seks.

Baca Juga: Bisakah Hamil Saat Melakukan Seks di Luar Masa Subur? Ini Penjelasannya!

Selain itu, berhati-hati juga karena orgasme dapat menyebabkan prostaglandin yang dapat membuat kontraksi. Untuk itu, hubungan seks saat trimester akhir juga tidak dianjurkan.

Usia kehamilan paling tepat untuk berhubungan seks dengan pasangan adalah saat trimester kedua. Moms sudah merasa kesehatan dan kondisi tubuhnya sudah lebih stabil.

Sebagian besar wanita juga merasa cukup nyaman untuk berhubungan seks selama trimester kedua karena perut yang belum terlalu membulat.

Mengenai posisi seks yang nyaman dilakukan saat hamil adalah Moms membelakangi pasangan atau dari sisi ke sisi (spooning).

Sebaiknya Moms tidak telentang saat berhubungan seks karena rahim yang sedang bertumbuh dapat menekan pembuluh darah utama.

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Berhubungan Seks Agar Hubungan Lebih Harmonis

Hubungan seks yang dilakukan telentang juga menghasilkan perubahan dalam denyut jantung dan tekanan darah yang sebabkan pusing dan gejala atau tanda lainnya.

Aktivitas seksual yang harus dihindari juga saat kehamilan adalah seks oral pada wanita. Jika seks oral dilakukan pada wanita hamil dengan meniupkan udara ke dalam vagina, dapat mengembangkan emboli udara yang dapat membahayakan kondisi tubuh Moms sendiri.

Jadi, kini tidak perlu lagi takut untuk berhubungan seks saat hamil, karena sebenarnya aman dilakukan asalkan dengan teknik dan waktu yang tepat, ya!

Artikel Terkait