KEHAMILAN
20 Juli 2020

10 Bahaya Berhubungan Seks saat Hamil, Wajib Tahu!

Berhubungan saat hamil bisa memicu kelahiran prematur lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Berhubungan seks saat hamil, mungkin akan membuat Moms dan Dads mengerutkan dahi saat memikirkannya. Aktivitas seks bersama pasangan memang menyenangkan dan mampu meningkatkan ikatan serta keromantisan antara suami dan istri.

Namun, semuanya berbeda ketika Moms sudah dinyatakan positif hamil. Berhubungan seks rasanya menjadi kegiatan yang berisiko yang menimbulkan kekhawatiran dan banyak pertanyaan.

Dikutip dari American Pregnancy Association, ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan berhubungan seks saat hamil sebaiknya ditunda, yaitu:

Baca Juga: 5 Posisi Seks Nyaman untuk Ibu Baru Melahirkan

  1. Wanita dengan riwayat keguguran berulang;
  2. Wanita dengan plasenta pravia;
  3. Mengalami perdarahan;
  4. Mengalami pecah ketuban dini;
  5. Mengandung anak kembar;
  6. Memiliki riwayat penyakit pada serviks;
  7. Kehamilan sebelumnya mengalami persalinan dini.

Jika di luar beberapa faktor risiko di atas, maka berhubungan seks saat hamil relatif aman untuk dilakukan. Meskipun demikian, Moms dan Dads pasti masih bertanya-tanya apakah hubungan seks saat hamil bisa menimbulkan masalah pada kehamilan.

Baca Juga: Hamil Muda Boleh Berhubungan Seks?

Seperti, "apakah hubungan seks saat hamil akan berbahaya?" atau "apakah hubungan seks saat hamil akan melukai janin di dalam kandungan?", pertanyaan ini yang sering menimbulkan kegalauan pada calon orang tua baru.

Bahaya Berhubungan Seks saat Hamil

Dalam jurnal Canadian Medical Association, disebutkan bahwa beberapa risiko dalam melakukan hubungan intim saat kehamilan tergolong rendah, selama tidak ada masalah kesehatan yang dimiliki.

Lalu, apakah yang harus dilakukan? Apakah bahaya yang mungkin terjadi jika suami dan istri tetap berhubungan seks saat istri sedang hamil?

Berikut ini beberapa bahaya yang bisa terjadi jika Moms dan Dads melakukan hubungan intim saat Moms sedang hamil. Disimak, yuk.

1. Berisiko Menyebabkan Keguguran

bahaya berhubungan seks saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Menurut dr. Ricky Susanto, dokter kandungan RS Mitra Keluarga Kalideres, berhubungan seks saat hamil harus disesuaikan dengan kondisi ibu hamilnya sendiri, seperti tidak ada flek atau nyeri di bagian perut bawah. Selain itu, terpenting adalah sperma tidak boleh dikeluarkan di dalam area kelamin.

Hal ini dikarenakan sperma mengandung zat yang menimbulkan kontraksi. Jika kontraksi terjadi di awal kehamilan, maka besar kemungkinan bisa menyebabkan terjadinya keguguran.

2. Berisiko Menimbulkan Infeksi Saluran Kencing

bahaya berhubungan seks saat hamil

Foto: sg.news.yahoo.com

Bahaya lain dari berhubungan seks saat hamil yang mungkin muncul adalah bisa meningkatkan risiko Moms terkena infeksi saluran kencing (ISK). Namun hal ini baru akan terjadi jika terlalu sering berhubungan intim saat hamil.

ISK saat hamil tentu akan sangat mengganggu dan bisa menyebabkan komplikasi kehamilan jika tidak secara cepat diatasi. Pipis sebelum seks serta membasuh vagina sebelum dan setelah seks bisa mengurangi risiko infeksi.

Namun menurut jurnal Urinary Tract Infections During Pregnancy, ISK saat hamil merupakan hal yang normal terjadi. Hal ini bisa diatasi dengan melakukan skrining dan selanjutnya diobati dengan antibiotik.

3. Menimpa Perut Ibu Hamil

bahaya berhubungan seks saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Saat sedang hamil, perut seorang wanita akan semakin membesar sesuai dengan usia kehamilannya. Hal ini yang terkadang harus diperhatikan jika Moms dan Dads melakukan hubungan seks saat hamil, karena berbahaya jika sampai menimpa perut Moms yang sudah semakin besar.

Hindari posisi misionaris yang dapat menimpa perut ibu yang sedang hamil. Sebaiknya pilih posisi miring atau duduk yang tidak memberatkan posisi perut sang ibu.

Atau bisa juga memilih posisi Moms di atas. Menurut Journal of Sex & Marital Therapy, kepuasan seksual bagi wanita hamil yang mengontrol penetrasi akan meningkat jika melakukan posisi woman on top.

4. Kontraksi Rahim Dini

bahaya berhubungan seks saat hamil

Foto: thestir.cafemom.com

Bahaya berhubungan seks saat hamil, juga berisiko menimbulkan kontraksi rahim dini. Sebenarnya kontraksi ini baru akan terjadi jika sperma yang masuk ke dalam rahim saat hamil, seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Zat prostaglandin pada sperma bisa menyebabkan reaksi sensitif pada mulut rahim ibu, yang bisa menimbulkan kontraksi rahim dini. Prostaglandin adalah sejenis bahan kimia yang terjadi secara alami dalam tubuh yang mengatur ketegangan otot, termasuk kontraksi dan relaksasi otot.

Baca Juga: 4 Jenis Kontraksi saat Hamil, Bumil Wajib Tahu!

5. Kelahiran Prematur

bahaya berhubungan seks saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Prostaglandin pada sperma inilah yang kemudian memicu kontraksi rahim di kehamilan tua. Pada ibu yang usia kehamilannya sudah lebih besar, bisa menyebabkan kelahiran prematur.

Kelahiran prematur sendiri cukup berisiko bagi Moms dan Si Kecil.

6. Perdarahan Vagina

bahaya berhubungan seks saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Bahaya selanjutnya dari berhubungan seks saat hamil adalah perdarahan vagina. Selama kehamilan, ada banyak perubahan yang pastinya terjadi pada tubuh ibu. Salah satunya adalah leher rahim yang menjadi semakin sensitif.

Jika Dads dan Moms memaksakan berhubungan intim saat hamil muda, apalagi tanpa foreplay atau pemanasan yang cukup, maka bisa mengakibatkan terjadinya perdarahan melalui vagina akibat kondisi leher rahim yang sensitif dan permukaan organ intim yang belum cukup terlumasi oleh cairan vagina.

Menurut Journal of Family & Reproductive Health, perdarahan vagina saat hamil muda dikaitkan dengan abortus spontan/keguguran, implantasi ektopik, mola hidatidosa, kelahiran prematur, dan berat lahir rendah.

7. Infeksi Menular Seksual

bahaya berhubungan seks saat hamil

Foto: medicalnewstoday.com

Moms yang sedang hamil berisiko menderita Infeksi Menular Seksual (IMS) saat melakukan hubungan seks ketika hamil. Beberapa faktor penyebab terjadinya IMS meliputi ditularkan melalui hubungan seksual secara vaginal, anal/lewat anus dan oral/dengan mulut.

Penyakit ini juga disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, atau jamur yang ditularkan satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan seksual.

Mengapa ibu hamil yang awalnya sehat bisa tertular hal ini? Menurut Jurnal Keperawatan, hal ini disebabkan karena suami melakukan hubungan seks di luar nikah sebelumnya. Untuk menghindari IMS terjadi pada ibu hamil, diharapkan suami dan istri menjaga perilaku seks dengan setia pada pasangan masing-masing, sehingga bisa melahirkan bayi yang sehat.

8. Pelvic Inflammatory Disease

bahaya berhubungan seks saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Kesalahpahaman yang umum adalah bahwa kehamilan terlindungi dari Infeksi Menular Seksual (IMS) dan penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease. Anggapan ini tidak hanya salah, tetapi juga berkontribusi pada keterlambatan perawatan dengan konsekuensi maternal dan janin yang substansial.

Menurut jurnal Sex in Pregnancy, secara teoritis, ibu hamil mengalami penurunan risiko untuk mengembangkan penyakit radang panggul karena hambatan alami untuk infeksi meninggi yang diciptakan oleh sumbat mukosa dan penghancuran rongga rahim pada usia kehamilan 12 minggu.

Namun, saluran genital atas masih beresiko untuk terinfeksi pada trimester pertama, dan infeksi saluran genital atas kronis dapat kambuh selama kehamilan.

9. Antepartum Hemorrhage pada Kondisi Plasenta Previa

bahaya berhubungan seks saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Dalam kondisi plasenta previa, pemeriksaan serviks dapat menyebabkan perdarahan yang hebat. Dikatakan juga bahwa kontak penis dengan leher rahim selama hubungan intim dapat mengakibatkan risiko perdarahan yang serupa, makanya Moms yang menderita plasenta previa disarankan untuk tidak melakukan aktivitas seksual selama kehamilan.

Sebuah penelitian dalamU.S. National Library of Medicine menunjukkan aman melakukan pemeriksaan USG transvaginal dalam kondisi plasenta previa.

Baca Juga: Apakah Boleh Menggunakan Alat Bantu Seks Saat Hamil?

10. Venous Air Embolism

bahaya berhubungan seks saat hamil

Foto: clickondetroit.com

Bahaya berhubungan seks saat hamil yang terakhir adalah Venous Air Embolism atau Emboli Udara Vena. Peristiwa ini jarang terjadi, namun berpotensi mengancam jiwa, pada ibu hamil dan peripartum yang melakukan hubungan seks orogenital dan penis-vaginal.

Dalam Canadian Medical Association Journal yang mengidentifikasi 22 contoh emboli udara vena yang terkait dengan aktivitas seksual. Dari 22 kasus terjadi selama kehamilan atau masa nifas, delapan dari 22 wanita meninggal karenanya.

Selama kehamilan dan masa nifas, ada kontak langsung dari vagina ke pembuluh darah uteroplasenta yang buncit, dan udara dapat dipaksa masuk ke saluran serviks dengan insuflasi oral atau efek piston seperti penis atau jari pada vagina. Udara yang dimasukkan ke dalam sirkulasi vena dan pembuluh darah paru dapat menyebabkan morbiditas yang serius, selain henti jantung paru dan kematian.

Itu dia Moms beberapa bahaya yang bisa terjadi jika melakukan hubungan seks saat hamil. Untuk mencegahnya, sebaiknya hindari berhubungan intim saat hamil ya, Moms.

Moms juga perlu mendiskusikannya dengan dokter kandungan untuk mengetahui apakah Moms memiliki faktor risiko atau tidak.

Artikel Terkait