KESEHATAN
4 Maret 2020

Berita Baik, Obat Antivirus COVID-19 Mulai Masuk Uji Coba Tahap Tiga

Akan dilakukan uji coba dengan sampel lebih banyak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Kabar melegakan tentang virus COVID-19 mulai terdengar. Tidak hanya 16 orang pasien dari Vietnam yang terinfeksi virus ini dinyatakan sembuh, tetapi sebuah perusahaan farmasi Gilead Sciences tengah mengembangkan obat antiviral virus corona.

Mengutip STAT News, remdesivir atau obat antivirus baru ini, sudah berada dalam fase tiga dilakukannya uji coba, yang sebelumnya sudah digunakan untuk mengobati satu pasien terinfeksi COVID-19 di Amerika Serikat.

Di fase tiga ini, rencananya obat antivirus COVID-19 ini akan dilakukan uji coba pada 1.000 pasien yang terinfeksi. Berikut ini informasi tentang obat antivirus COVID-19 sejauh ini yang sudah diketahui.

Baca Juga: Vitamin C untuk Atasi Corona Virus? Uji Coba sedang Dilakukan Ilmuwan dan Dokter di China!

Merekrut 1.000 Pasien untuk Uji Coba Obat Antivirus COVID-19

obat antivirus COVID-19-2.jpg

Foto: abc7news.com

Pada rilisan pers yang dirilis di website resmi Gilead Sciences, disebutkan bahwa akhir bulan Februari lalu, mereka berencana merekrut sekitar 1.000 pasien yang didiagnosis dengan virus COVID-19 untuk menentukan apakah dosis remdesivir ini dapat menyerang infeksi.

Tujuan utamanya, adalah mengurangi demam dan membantu pasien keluar dari rumah sakit dalam waktu dua minggu.

"Fokus utama Gilead adalah menentukan dengan cepat keamanan dan kemanjuran remdesivir sebagai pengobatan yang potensial untuk COVID-19, dan rangkaian penelitian pelengkap ini membantu memberi kami data yang lebih luas secara global tentang profil obat dalam waktu singkat," jelas Merdad Parsey, MD, PhD, Kepala Staf Medis, Gilead Sciences.

Baca Juga: Presiden Jokowi Konfirmasi Kasus Virus Corona di Indonesia, Berikut Penjelasannya

Studi yang Dilakukan dengan Membagi Dua Kelompok Responden

obat antivirus COVID-19-1.jpg

Foto: dallascaraccidentlawyers.net

Dalam rilisan pers tersebut, ditambahkan bahwa studi dari Gilead akan mengevaluasi dua durasi dosis dari remdesivir COVID-19.

Satu penelitian akan mengkaji 400 pasien dengan manifestasi klinis COVID-19 yang parah. Sebanyak 400 pasien ini dipilih secara acak, dan menerima remdesivir selama 5 atau 10 hari.

Sementara, penelitian kedua akan mengacak sekitar 600 pasien dengan manifestasi klinis penyakit sedang, dan menerima obat antivirus COVID-19 selama lima atau 10 hari, atau dilakukan perawatan standar saja.

Baca Juga: Dari Persatuan Dokter Emergensi Indonesia, Ini Panduan Mencuci Tangan untuk Hindari Virus COVID-19

Namun, perlu dicatat bahwa obat antivirus COVID-19 ini belum dilisensikan atau disetujui di mana pun secara global dan belum terbukti aman atau efektif untuk digunakan dalam mengobati virus COVID-19.

Mudah-mudahan akan ada titik terang terkait hasil uji coba remdesivir dalam mengatasi virus corona COVID-19 ini ya, Moms.

Artikel Terkait