KEHAMILAN
30 Juni 2020

Berpuasa Dapat Meningkatkan Kesuburan dan Peluang Hamil?

Ternyata ini faktanya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Dina Vionetta

Alih-alih menjalani diet dengan membatasi makanan tertentu seperti diet rendah karbohidrat atau rendah lemak, berpuasa belakangan menjadi metode yang lebih banyak diminati oleh wanita yang sedang menjalani promil.

Hal ini dikarenakan berpuasa diklaim dapat membantu meningkatkan kesuburan dan peluang hamil.

Namun, benarkah berpuasa meningkatkan kesuburan? Bagaimana pendapat ahli dan adakah hasil penelitian yang membuktikannya?

Baca Juga: Ini Dia 10 Manfaat Puasa untuk Kesehatan

Berpuasa Membantu Tubuh Mengatur Hormon

Berpuasa Dapat Meningkatkan Kesuburan dan Peluang Hamil? 4

Foto: freepik.com

“Puasa dapat mengeluarkan kelebihan atau hormon sintesis, membersihkan organ hati, mengalkalis aliran darah, dan mengatur ulang proses hormon alami tubuh,” kata Dr. Monikaa Chawla, ahli endokrinologi reproduksi dan spesialis kesuburan di Fakih IVF Abu Dhabi, seperti dikutip dari Gulf News.

“(Saat berpuasa) peradangan berkurang, semua organ diregenerasi, gula darah diseimbangkan kembali, sistem kekebalan meningkat, sistem saraf diistirahatkan dan sistem reproduksi menjadi lebih seimbang dan siap (menjalani program hamil),” tambahnya.

Selain itu, Dr. Chawla juga mengatakan bahwa berpuasa meningkatkan kesuburan pria dengan masalah infertilitas karena dapat membantu meningkatkan jumlah sperma total. Termasuk juga meningkatkan kadar hormon gonadotropik dan kadar testosteron pada pria subur.

“Melalui puasa, Anda mulai belajar cara mengelola kebiasaan makan dan meningkatkan kontrol diri dan disiplin. Anda diharuskan menantang sistem pencernaan dan dengan melakukannya Anda dapat memecah sekaligus mengeluarkan racun dari tubuh Anda.”

Baca Juga: 5 Cara Menahan Lapar saat Puasa, Praktikkan Yuk!

Berpuasa Membantu Meningkatkan Ritme Sirkadian

Berpuasa Dapat Meningkatkan Kesuburan dan Peluang Hamil? 2

Foto: freepik.com

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility, berpuasa juga diketahui dapat memunculkan respons metabolik dan meningkatkan ritme sirkadian.

Ritme sirkadian adalah proses alami yang mengatur siklus tidur-bangun setiap 24 jam yang digerakkan oleh jam sirkadian.

Menurut studi dalam Current Opinion Endocrinology, Diabetes, and Obesity, ritme sirkadian memiliki peran yang sangat penting bagi kesuburan dan peluang hamil. Di mana secara keseluruhan, ritme sirkadian yang baik dan tidur yang nyenyak terbukti dapat mengoptimalkan kesuburan dan awal kehamilan. Termasuk berperan penting dalam keberhasilan perawatan kesuburan.

Sementara gangguan ritme sirkadian, misalnya karena kerja shift, jet lag, dan perubahan musim dikaitkan dengan penurunan kesuburan dan awal kehamilan yang buruk.

Baca Juga: 9 Tips Mempersiapkan Tubuh Agar Tak Kaget Saat Puasa

Berpuasa Menurunkan Kecemasan dan Depresi Selama Proses IVF/ ICSI

Berpuasa Dapat Meningkatkan Kesuburan dan Peluang Hamil? 3

Foto: freepik.com

Puasa diketahui tidak dapat secara signifikan mempengaruhi keberhasilan IVF ataupun ICSI. Namun terbukti dapat membantu mengurangi kecemasan dan deperesi yang biasanya muncul selama prosedur teknologi berbantuan. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh Departemen of Obstetrics and Gynecology Ain Shams University Maternity Hospital.

Para peneliti menduga hal tersebut terjadi karena adanya peningkatan spiritualitas.

Intermittent Fasting Dianggap Baik Bagi Wanita Dengan PCOS

Berpuasa Dapat Meningkatkan Kesuburan dan Peluang Hamil? 1

Foto: pexels.com

Bukan hanya puasa selama bulan Ramadan, salah satu penelitian dalam Journal of Mid-Life Health menemukan bahwa intermittent fasting juga dapat membantu meningkatkan kesuburan, khususnya pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Para peneliti menemukan bahwa wanita dengan PCOS yang mengalami obesitas dan menjalani puasa intermiten secara teratur terbukti menunjukkan peningkatan kadar hormon pelutein (luteinizing hormone, LH), yang membantu tubuh mengatur siklus menstruasi dan ovulasi.

Meskipun begitu, menurut Harvard Medical School Health Publishing, ada 4 hal penting yang perlu diperhatikan dalam menjalani puasa intermiten untuk meningkatkan kesuburan yaitu:

  • Menghindari gula dan biji-bijian olahan. Sebagai gantinya, harus memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, lentil, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan lemak sehat berbasis nabati.
  • Menghindari konsumsi camilan di antara waktu makan dan membiarkan tubuh aktif sepanjang hari untuk membangun massa otot.
  • Atur waktu puasa intermiten dengan baik. Usahakan untuk membatasi makan pada awal hari, misalnya makan pagi maksimal jam 7 dan berpuasa sampai jam 3 sore.
  • Hindari ngemil atau makan di malam hari.

Jadi, ternyata memang benar bahwa berpuasa meningkatkan kesuburan ya, Moms. Namun, pastikan untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukannya. Mengingat puasa tidak boleh dilakukan oleh wanita yang memiliki kondisi medis tertentu.

Artikel Terkait