DI ATAS 5 TAHUN
16 November 2016

Bijaksana Memberikan iPad kepada Anak

Jangan sampai anak ketagihan dan melupakan lingkungan sekitarnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)

Sering melihat balita asyik memainkan iPad? Kelihatannya, orang tua mereka tidak khawatir. Padahal, di tangan anak umur 2-3 tahun, bisa saja tablet keluaran Apple tersebut dilempar kemudian rusak.

Untuk sebagian orang tua, terutama mereka yang sibuk bekerja bahkan kerap kali membawa pekerjaan ke rumah, iPad menjadi ‘pengalih’ yang ampuh. Saat anak mulai merajuk mengajak orangtua bermain, mereka tinggal memberikan iPad agar si anak duduk manis selama beberapa jam dan tidak mengganggu mereka menyelesaikan pekerjaan. Alasan lain yang sering muncul adalah agar si anak terbiasa dengan perkembangan teknologi canggih sejak dini. Supaya pintar, gaul, dan tidak gaptek (gagap teknologi), katanya.

Sebenarnya sah-sah saja mengenalkan gadget semacam iPad kepada anak sejak dini. Namun, sebagai orang tua, ada baiknya tidak sembarangan memberikan iPad ke anak tanpa mengetahui manfaat gadget tersebut bagi si anak. Saat ini banyak aplikasi untuk iPad yang baik untuk perkembangan fokus dan motorik anak. Anda bisa memanfaatkan aplikasi game anak seperti Baby Touch atau Fish Games yang edukatif. Beberapa game anak lainnya bahkan menjanjikan aplikasinya bermanfaat untuk meningkatkan koordinasi tangan dan mata serta kemampuan fokus bayi hingga balita berusia 2,5 tahun.

Walaupun banyak game iPad bermuatan edukasi, sebagai orang tua Anda perlu membatasi anak berinteraksi dengan iPad-nya. Jangan sampai anak justru merasa lebih nyaman berinteraksi dengan iPad dan mulai cuek dengan kehadiran Anda sebagai orang tuanya. Penting bagi anak di bawah lima tahun untuk berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya dan menghabiskan waktu untuk berkomunikasi dengan Anda.

Selain itu, jangan lupa memperkenalkan anak dengan permainan tradisional yang sering kita mainkan dulu, seperti congklak, lompat tali, masak-masakan, petak umpet, dll. Jadi, anak tidak hanya melek perkembangan teknologi, tapi juga mendapat beragam manfaat dari permainan tradisional. Selain itu, jangan sia-siakan waktu yang ada untuk bermain dengan anak Anda. iPad memang bisa menjadi pengalih yang ampuh, namun saat anak menjadi lebih ketagihan dengan gadget-nya, Anda sendiri yang akan rugi.

Apakah anak Anda ketagihan main gadget? Bagaimana cara Anda mengatasinya?

Artikel Terkait