KEHAMILAN
27 November 2019

Bila Ingin Melahirkan Normal, Ini Informasi yang Perlu Moms Ketahui

Ketahui segala hal tentang melahirkan normal berikut ini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Melahirkan normal adalah proses persalinan dengan melahirkan bayi melalui vagina. Mengutip World Health Organization (WHO), sekitar 140 juta wanita melahirkan setiap tahunnya.

Melahirkan merupakan momen yang mengubah hidup para wanita, terutama dengan kelahiran Si Kecil ke dunia. Setiap ibu juga akan memiliki pengalaman melahirkan yang berbeda.

Agar memiliki pengalaman melahirkan normal yang positif dan nyaman, Moms sebagai calon ibu perlu mencari tahu segala jenis informasi terkait persalinan normal.

Baca Juga: 5 Tips Menyiapkan Diri Sebelum Persalinan

Kondisi pada Ibu yang Tidak Bisa Melahirkan Normal

melahirkan normal-2

Foto: webmd.com

Banyak calon ibu yang memiliki keinginan untuk melahirkan normal. Sayangnya, ada beberapa kondisi yang membuat seorang ibu kemungkinan tidak dapat melahirkan secara normal.

Mengutip Cleveland Clinic, berikut ini beberapa kondisi yang membuat seorang ibu tidak bisa melakukan persalinan normal.

1. Cephalopelvic Disproportion (CPD)

Ini merupakan istilah yang berarti bahwa kepala atau tubuh bayi terlalu besar untuk melewati panggul ibu dengan aman, atau bila panggul ibu terlalu kecil untuk melahirkan bayi secara normal.

2. Pernah Melahirkan Secara Caesar

Tidak semua calon ibu dapat melakukan persalinan normal jika sebelumnya pernah melalui operasi caesar.

Faktor-faktor yang dapat memengaruhi apakah seorang wanita dapat melakukan persalinan normal setelah operasi caesar termasuk jenis sayatan rahim pada operasi caesar sebelumnya, dan risiko pecahnya rahim jika melahirkan normal.

3. Kehamilan Kembar

Walaupun bayi kembar sering kali dapat dilahirkan normal, dua atau lebih bayi mungkin memerlukan persalinan sesar.

4. Placenta Previa

Dalam kondisi ini, berarti plasenta terpasang terlalu rendah di dinding rahim dan menghalangi bayi keluar melalui serviks.

5. Posisi Bayi

Bayi dalam posisi horizontal, atau menyamping dalam rahim juga disarankan untuk melakukan operasi caesar ketimbang melahirkan secara normal.

Hal yang sama juga berlaku dengan posisi bayi sungsang, yaitu posisi kaki bayi berada dekat dengan rahim.

Dokter akan melakukan diagnsosis untuk menentukan apakah Moms dapat melahirkan secara normal atau tidak. Bila posisi bayi tidak dapat diubah melalui manipulasi perut, maka harus dilakukan operasi caesar.

Baca Juga: Ingin Persalinan Normal Tanpa Banyak Jahitan? Coba Tips Ini!

Tahapan Melahirkan Normal

melahirkan normal-5

Foto: babycentre.co.uk

Melansir Women's Health, proses melahirkan normal terjadi dalam tiga tahap. Ketika kontraksi sudah dimulai, bayi bergerak turun ke panggul saat serviks menipis dan melebar (terbuka).

Durasi dan progres persalinan normal dapat berbeda-beda untuk setiap wanita. Tetapi tahapan melahirkan itu sama dan terjadi di setiap wanita.

1. Persalinan dan Penipisan Serviks

Tahap pertama melahirkan normal dimulai dengan onset persalinan dan berakhir saat serviks terbuka penuh. Ini adalah tahap terpanjang, biasanya berlangsung sekitar 2 hingga 24 jam.

Banyak wanita menghabiskan bagian awal tahap pertama ini di rumah. Moms mungkin beristirahat, menonton TV, berbincang dengan keluarga, atau berjalan-jalan.

Tahapan pertama ini terjadi dalam tiga sub-tahapan. Mengutip Swedish.org, sub-tahapan tersebut adalah: persalinan awal, persalinan aktif, dan transisi ke tahap kedua.

Persalinan Awal: Leher rahim ibu hamil terbuka sekitar 4 sentimeter. Pada tahap ini, calon ibu dapat terus melakukan aktivitasnya seperti biasa.

Ketika kontraksi terjadi lebih kuat dan saat ibu hamil lebih sering mengalami kontraksi yang lebih kuat dan tidak dapat berbicara selama kontraksi, itu berarti memasuki ke tahap persalinan aktif.

Persalinan Aktif: Pada tahap ini, serviks ibu hamil dapat terbuka dari 4 hingga 7 sentimeter. Ini adalah tahap ketika sang ibu harus dibawa ke rumah sakit.

Kontraksi terjadi setiap 3-5 menit dan masing-masing berlangsung sekitar 30 detik. Kontraksi ini menunjukkan bahwa serviks membuka lebih cepat (sekitar 1 sentimeter per jam).

Saat persalinan berlangsung, ketuban bisa pecah dan menyebabkan cairan mengalir. Setelah ketuban pecah, kontraksi semakin cepat. Biasanya, para ibu hamil diminta untuk rileks dan mengatur pernapasan.

Bersantai di antara kontraksi sangat penting karena akan membantu serviks melebar. Ibu hamil juga bisa berendam di bak mandi yang akan meringankan ketidaknyamanan. Tahapan ini dapat berlangsung 4-8 jam.

Transisi ke Tahap Kedua: Di tahap ini, leher rahim akan terbuka dari 7-10 cm. Ini adalah tahapan yang paling menyakitkan dan menegangkan bagi sebagian besar wanita, karena serviks melebar hingga ke titik maksimal.

Kontraksi terjadi setiap 2-3 menit dan berlangsung hingga 60-90 detik. Pada tahap ini, ada hasrat kuat untuk mendorong karena tekanan di daerah dubur dan rasa menyengat di daerah vagina. Perlahan kepala bayi bergerak ke bawah menuju lubang vagina.

Di tahapan ini, Moms mungkin akan merasa lelah, terganggu, mual, panas-dingin, bahkan muntah. Pernapasan secara lambat dan santai sangat efektif selama periode melahirkan normal ini.

2. Mendorong dan Melahirkan Bayi

Setelah serviks benar-benar melebar, tahap kedua melahirkan normal dimulai. Kontraksi pada tahap ini jadi semakin kuat.

Intensitas kontraksi yang sering dapat membantu mendorong kepala bayi ke bawah melalui jalan lahir. Moms mungkin diminta untuk mengejan lebih kuat.

Di tahapan melahirkan normal ini, Moms akan sangat lelah dan mungkin mual. Terjadi juga rasa sakit yang hebat di sekitar vagina dan daerah panggul saat kepala bayi keluar melalui lubang vagina.

Dokter juga dapat melakukan episiotomi, yaitu sayatan yang dibuat di area antara vagina dan rektum untuk memperluas lubang vagina, sehingga bayi dapat keluar dengan lancar.

3. Tahapan Afterbirth

Setelah kelahiran bayi, kontraksi terus terjadi untuk mendorong plasenta keluar, ini adalah proses yang juga dikenal sebagai afterbirth. Tahap ini dapat berlangsung dari beberapa menit hingga setengah jam setelah bayi lahir.

Sebagian besar bayi siap dapat disusui beberapa menit segera setelah sang ibu melahirkan normal, dan beberapa ibu lainnya mungkin membutuhkan waktu sedikit lebih lama.

Menyusui segera setelah lahir juga membantu rahim berkontraksi sehingga mengurangi jumlah perdarahan pada ibu.

Baca Juga: Catat, Ini Penyebab Melahirkan Normal Berlangsung Lama

Manfaat Melahirkan Normal

melahirkan normal-6

Foto: babble.com

LuVerda C. Martin, CNM, Bidan Perawat Bersertifikat, mengatakan, "Keuntungan dari persalinan pervaginam yaitu pemulihan dan rawat inap di rumah sakit setelah persalinan biasanya lebih pendek daripada setelah operasi caesar," mengutip Aurora Health Care.

Untuk kelahiran normal, perawatan di rumah sakit biasanya membutuhkan waktu 24 hingga 48 jam. Sementara pada operasi caesar, masa inap bisa sampai empat hari.

Selain itu, ibu yang melahirkan normal biasanya bisa lebih cepat menggendong bayinya dan mulai menyusui setelah melahirkan.

Manfaat lain dari melahirkan normal termasuk berikut ini:

  • Lebih mungkin menyusui dengan sukses.
  • Periode pemulihan fisik dan psikologis yang lebih pendek setelah melahirkan.
  • Terbentuknya rasa pencapaian yang dalam dan kesejahteraan emosional.
  • Hormon yang meningkatkan ikatan ibu-bayi dan mendukung keberhasilan menyusui dini.
  • Bayi lebih mampu mengatasi perubahan dari rahim ke dunia, termasuk: pengaturan gula darah, pernapasan, pengaturan suhu, sirkulasi darah ke otak, dan perilaku eksplorasi.
  • Meningkatkan pertumbuhan jangka panjang bayi, kesehatan dan perkembangan, dibandingkan kelahiran caesar

Risiko Melahirkan Normal

melahirkan normal-7

Foto: babycentre.co.uk

Terlepas dari manfaat yang didapatkan dari melahirkan normal, persalinan ini juga memiliki beberapa risiko.

Menurut American Journal of Perinatology (2011), sekitar 10% wanita melakukan persalinan pervaginam akan mengalami beberapa jenis komplikasi.

Banyak peneliti berpendapat jika melahirkan normal berkontribusi pada risiko disfungsi dasar panggul dan inkontinensia (tidak dapat mengontrol) urin, tinja, atau flatal/buang angin.

Selain itu risiko melahirkan normal juga termasuk kecenderungan kulit dan jaringan di sekitar vagina akan meregang dan robek.

"Selama persalinan pervaginam, kulit dan jaringan di sekitar vagina akan meregang dan mungkin robek saat bayi bergerak turun melalui jalan lahir. Jika robek terjadi, mungkin perlu dijahit," jelas LuVerda.

Selain itu, melahirkan normal bisa membuat ibu merasa sakit di perineum, yang merupakan daerah antara vagina dan anus.

Pemulihan Pasca Melahirkan Normal

melahirkan normal-8

Foto: docplayer.net

Kehadiran Si Kecil ke dunia tentu memberikan kegembiraan tersendiri pada setiap ibu. Sebelum pulang ke rumah, Moms juga perlu melewati masa pemulihan usai persalinan.

Pemulihan pasca melahirkan memerlukan periode beberapa hari. Mengutip American Academy of Family Physicians, ini beberapa hal yang dapat terjadi pada tubuh sebagai bentuk pemulihan usai melahirkan normal.

1. Sakit Perut Bagian Bawah

Saat rahim menyusut kembali ke ukuran dan bentuk normalnya, Moms akan merasakan sakit di perut bagian bawah. Sebagian besar rasa sakit ini terasa ringan, tetapi beberapa akan tajam.

Rasa sakit ini akan lebih banyak dialami saat menyusui Si Kecil. Itu karena menyusui merangsang zat kimia dalam tubuh yang menyebabkan rahim berkontraksi/mengencang.

Moms bisa menggunakan bantal pemanas atau botol air panas. Sementara, nyeri perut akan mereda seiring waktu. Jika rasa sakit ini memburuk atau tidak mereda, hubungi dokter.

2. Baby Blues

Sebagian besar wanita (70-80%) bergumul dengan perasaan sedih beberapa minggu pertama setelah melahirkan, ini biasanya disebut "baby blues" dan disebabkan oleh perubahan hormon.

Moms bisa curhat dengan teman, atau keluarga untuk membuat perasaan menjadi lebih baik.

Jika perasaan ini bertahan lebih dari beberapa minggu atau mengganggu aktivitas, bisa jadi Moms mengalami depresi pascapersalinan. Hubungi dokter jika hal ini terjadi.

3. Sembelit

Sangat umum mengalami konstipasi setelah melahirkan normal. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan ini. Mungkin karena obat penghilang rasa sakit, anestesi, atau rasa takut jika Moms memiliki episiotomi.

Untuk membantu meringankan sembelit, minumlah banyak air dan makan makanan yang mengandung banyak serat.

Bila Moms masih belum bisa buang air besar sampai empat hari pascapersalinan, hubungi dokter.

4. Puting dan Payudara Sakit

Pada beberapa hari pertama menyusui, normal bagi wanita untuk mengalami puting dan payudara yang sakit. Jika rasa sakit berlanjut beberapa hari, bisa jadi bayi tidak dapat menyusu dengan posisi yang benar.

Coba ubah posisi atau hubungi ahli laktasi untuk mendapatkan bantuan.

5. Pendarahan dan Keputihan Pada Vagina

Setelah melahirkan normal, wajar jika vagina akan mengalami pendarahan dan pengeluaran vagina. Ini adalah cara tubuh menghilangkan darah dan jaringan ekstra yang digunakan bayi untuk tumbuh dan sumber makanan.

Pendarahan ringan dan bercak dapat bertahan hingga enam minggu setelah melahirkan. Moms dapat menggunakan pembalut pada periode ini.

6. Pembengkakan Bagian Tubuh

Beberapa bagian tubuh Moms akan mengalami pembengkakan bahkan jika sudah melahirkan. Kondisi ini dikenal sebagai edema postpartum (pembengkakan).

Tubuh akan terus menahan air karena peningkatan hormon yang disebut progesteron. Dampaknya, Moms mengalami bengkak di tangan, dan kaki.

(AP/DIN)

Artikel Terkait