BALITA DAN ANAK
21 April 2020

Bintitan pada Balita, Berbahayakah?

Perlukah Si Kecil minum obat khusus untuk menyembuhkan bintitan di matanya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tiba-tiba Moms melihat ada bintil atau benjolan seperti bisul berukuran kecil di pinggir kelopak mata Si Kecil? Tenang, Moms, kemungkinan besar itu merupakan bintitan pada balita.

Dikutip dari Parents.com, bintitan pada balita merupakan masalah yang cukup lazim terjadi dan bukan termasuk masalah serius atau berbahaya.

Bintitan pada balita umumnya disebabkan oleh infeksi pada kelenjar penghasil minyak (sebaceous) atau keringat di kelopak mata. Dalam Stanford Children’s Health dijelaskan penyebab infeksi tersebut biasanya bakteri bernama Staphylococcus aureus.

Baca Juga: Apa Penyebab Bintitan di Mata Balita?

Faktor Risiko Bintitan pada Balita

Bintitan pada anak, berbahayakah (1).jpg

Foto: healthline.com

Anak-anak yang berisiko mengalami bintitan biasanya yang mempunyai kondisi berikut:

  • Sudah pernah mengalami bintitan
  • Mempunyai kondisi kulit khusus, seperti dermatitis seboroik atau rosacea
  • Menderita diabetes

Menurut David L. Rogers, M.D., dosen klinis oftalmologi di Ohio State University yang juga merupakan direktur penelitian di departemen oftalmologi di Nationwide Children's Hospital di Columbus, Ohio, dan anggota American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus (AAPOS)., sebagian besar kasus bintitan pada balita bisa sembuh dengan sendirinya.

Baca Juga: Ketahui 5 Cara Alami Mengatasi Mata Bintitan

Cara Mempercepat Menyembuhan Bintitan pada Balita

Bintitan pada anak, berbahayakah (2).jpg

Foto: babycenter.com

Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk mempercepat penyembuhan bintitan pada balita:

  • Menaruh kompres air hangat di mata Si Kecil. Lakukan langkah ini minimal empat kali dalam sehari. Kompres air hangat dapat membantu membuka kelenjar yang tersumbat dan membiarkan kotoran keluar.
  • Ingatkan anak agar tidak menggaruk atau menekan bintil di kelopak matanya.
  • Ingatkan anak agar mencuci tangannya hingga bersih setiap habis bermain atau memegang benda yang kotor.
  • Ingatkan anak untuk membersihkan wajahnya dengan air setiap mandi atau setiap habis bermain di luar ruangan.

Bila setelah beberapa hari tindakan penanganan yang Moms lakukan tidak memperlihatkan hasil positif, atau bintil pada kelopak mata justru membesar, dr. Rogers menganjurkan Moms untuk segera membawa anak ke dokter.

Bila penanganan dengan kompres air hangat tidak berhasil, dokter bisa saja meresepkan tetes mata anti-peradangan.

"Bintitan adalah reaksi peradangan yang steril, bukan suatu infeksi. Namun, pada kasus tertentu, bintitan dapat menjadi terinfeksi (disebut selulitis). Bila ini yang terjadi, dokter akan meresepkan antibiotik untuk diminum Si Kecil," terang dr. Rogers mengutip Parents.com.

Baca Juga: Mau Tahu Caranya Meredakan Mata Bintitan?

Umumnya Bintitan pada Balita Tidak Menular

Bintitan pada anak, berbahayakah (3).jpg

Foto: clinicalondon.co.uk

Lantas, apakah bintitan pada balita dapat menular?

Umumnya, para ahli menganggap bintitan tidak menular. Dikutip dari Medicine Net, penularan bintitan hanya bisa terjadi bila seseorang bersentuhan dengan bakteri penyebab bintitan, kemudian menyentuh matanya sendiri.

Dalam The Pharmaceutical Journal, disebutkan bahwa pada satu atau dua hari, bintil biasanya akan semakin membesar dan mungkin pecah, atau mungkin menyusut dan menghilang.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang bintitan pada balita. Jika tanda bintitan pada balita muncul, segera lakukan langkah di atas ya Moms.

(AN)

Artikel Terkait