BALITA DAN ANAK
7 September 2020

Bintitan pada Anak, Berbahayakah?

Perlukah Si Kecil minum obat khusus untuk menyembuhkan bintitan di matanya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Tiba-tiba Moms melihat ada bintil atau benjolan seperti bisul berukuran kecil di pinggir kelopak mata Si Kecil? Tenang, Moms, kemungkinan besar itu merupakan bintitan pada anak.

Bintitan atau yang juga dikenal sebagai hordeolum, adalah infeksi umum pada kelopak mata anak. Infeksi ini terjadi ketika folikel bulu mata, dan kelenjar yang ditemukan di dekat bulu mata, terinfeksi. Kelenjar ini menghasilkan minyak, yang bersama dengan air mata, membantu melumasi mata.

Bintitan pada anak merupakan masalah yang cukup lazim terjadi dan bukan termasuk masalah serius atau berbahaya.

Biasanya berbentuk benjolan merah lembut yang muncul saat kelenjar minyak di kelopak mata tersumbat. Meskipun benjolan biasanya merupakan gejala bintitan yang paling jelas, Si Kecil juga mungkin merasa matanya akan lebih sensitif terhadap cahaya dari biasanya atau lebih sering mengeluarkan air mata.

Apa sebenarnya penyebab bintitan pada anak, dan bagaimana gejala serta cara mengatasinya? Yuk kita simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini Moms.

Baca Juga: Sakit Mata pada Anak, Bagaimana Pengobatannya?

Jenis Bintit

Bintitan, baik itu pada orang tua ataupun anak, ada 2 jenisnya. Berikut ini adalah jenis bintitan yang kita alami.

  • Bintik dalam: Sesuai namanya, bintit ini terjadi di dalam mata, di dekat tepi kelopak mata, karena kelenjar tarsal yang tersumbat (yang ada di sepanjang tepi kelopak mata), yang berkembang karena infeksi bakteri. Ini lebih menyakitkan dan cenderung bertahan lebih lama.
  • Bintik luar: Ketika bakteri menginfeksi kelenjar yang ada di dekat bulu mata (kelenjar Zeis atau Moll), maka di saat itulah bintit luar akan terjadi.

Penyebab Bintitan pada Anak

bintitan pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Kelopak mata kita memiliki banyak kelenjar minyak, termasuk kelopak mata anak. Bagian tubuh ini akan membuat minyak khusus yang bercampur dengan air mata agar mata tetap terlumasi dan tidak kering.

Namun kadang-kadang, kelenjar ini bisa tersumbat oleh minyak yang sudah lama, bertumpuk dengan sel kulit mati, dan bakteri kulit lama. Ketika hal ini terjadi, maka cairan yang menumpuk di kelenjar dapat tersumbat dan tidak bisa keluar.

Hasilnya tentu adalah benjolan kecil di kelopak mata bagian atas atau bawah yang bisa terlihat seperti jerawat, yang bernama bintit. Bintit ini bisa terinfeksi dan warnanya menjadi sangat merah dan bengkak.

Bintitan pada anak juga bisa disebabkan karena infeksi pada kelenjar sebaceous atau keringat penghasil minyak di kelopak mata oleh bakteri yang disebut Staphylococcus aureus.

Menggosok mata, terutama saat bintit mengeluarkan nanah, dapat menyebarkan infeksi di sepanjang kelopak mata dan menyebabkan bintit lainnya muncul. Ada juga kemungkinan jika ditularkan ke wajah atau bagian tubuh lain, bakteri di tembel dapat menyebabkan impetigo, infeksi kulit yang menular.

Faktor Risiko Bintitan pada Anak

Bintitan pada anak, berbahayakah (1).jpg

Foto: healthline.com

Anak-anak yang berisiko mengalami bintitan biasanya yang mempunyai kondisi berikut:

Baca Juga: Kenali 4 Penyebab Mata Merah pada Anak

Namun tenang Moms, para ahli menganggap bintitan tidak menular. Dikutip dari Medicine Net, penularan bintitan pada anak hanya bisa terjadi bila seseorang bersentuhan dengan bakteri penyebab bintitan, kemudian menyentuh matanya sendiri.

Dalam The Pharmaceutical Journal, disebutkan bahwa pada satu atau dua hari, bintil biasanya akan semakin membesar dan mungkin pecah, atau mungkin menyusut dan menghilang.

Menurut David L. Rogers, M.D., dosen klinis oftalmologi di Ohio State University yang juga merupakan direktur penelitian di departemen oftalmologi di Nationwide Children's Hospital di Columbus, Ohio, dan anggota American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus (AAPOS)., sebagian besar kasus bintitan pada anak bisa sembuh dengan sendirinya.

Baca Juga: Ketahui 5 Cara Alami Mengatasi Mata Bintitan

Gejala Bintitan pada Anak

gejala bintitan anak

Foto: Orami Photo Stock

Setiap anak mungkin akan mengalami gejala bintitan pada anak yang berbeda, tetapi gejala bintit yang paling umum pada anak-anak meliputi:

  • terjadi pembengkakan di bagian kelopak mata
  • kemerahan di tepi kelopak mata
  • rasa nyeri di area yang terkena
  • benjolan yang terasa lembut jika disentuh

Karena gejala bintit dapat menyerupai kondisi atau masalah medis lain, maka Moms harus selalu berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan diagnosis.

Diagnosis bintit pada anak biasanya didasarkan pada penampilan klasiknya, atau tampilannya saat dokter anak melakukan pemeriksaan fisik. Biasanya tidak diperlukan pengujian lebih lanjut.

Meskipun mudah dikenali saat bintit berada di tepi kelopak mata, mengarah ke bagian luar kelopak mata (bintit eksternal), terkadang lebih sulit untuk didiagnosis jika bintit tersebut mengarah ke bagian dalam tepi kelopak mata (bintitan bagian dalam). Hal ini juga sering terjadi lho Moms.

Cara Mempercepat Menyembuhan Bintitan pada Anak

Bintitan pada anak, berbahayakah (2).jpg

Foto: babycenter.com

Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk mempercepat penyembuhan bintitan pada anak:

  • Menaruh kompres air hangat di mata Si Kecil. Lakukan langkah ini minimal empat kali dalam sehari. Kompres air hangat dapat membantu membuka kelenjar yang tersumbat dan membiarkan kotoran keluar.
  • Ingatkan anak agar tidak menggaruk atau menekan bintil di kelopak matanya.
  • Ingatkan anak agar mencuci tangannya hingga bersih setiap habis bermain atau memegang benda yang kotor.
  • Ingatkan anak untuk membersihkan wajahnya dengan air setiap mandi atau setiap habis bermain di luar ruangan.

Baca Juga: Ini Cara Membersihkan Mata Bayi yang Tepat, Mata Bebas Kotoran

Seiring dengan langkah-langkah perawatan di rumah, Moms juga dapat mempertimbangkan untuk menggunakan beberapa pengobatan rumahan untuk mempercepat proses pemulihan. Namun karena tidak ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung pengobatan ini, tidak ada jaminan yang pasti. Akan tetapi banyak Moms di rumah yang mungkin mencoba cara ini, dan terbukti berhasil dari pengalaman yang dilakukan.

1. Menggunakan Kunyit

Moms pasti sudah tidak asing lagi dengan nama satu ini. Dalam sebuah jurnal yang dipublikasikan olehResearch Gate, bumbu kunyit dikenal dengan sifat antimikroba, dan dapat membantu mencegah penyebaran infeksi.

Cara menggunakannya, untuk bintit bagian luar, campurkan sedikit air dengan bubuk kunyit untuk membuat pasta dan oleskan pada area bintit. Biarkan selama 15 menit dan bilas. Ulangi ini sampai benjolan mulai menghilang.

Cara lainnya, Moms juga bisa mencelupkan waslap ke dalam air kunyit hangat dan mengoleskannya pada mata Si Kecil. Hati-hati saat melakukannya ya, Moms.

2. Memanfaatkan Kantong Teh

Bukti anekdot menunjukkan bahwa meletakkan kantong teh di dalam bintit dapat meredakan nyeri dan bengkak.

Cara menggunakannya tentu dengan merebus kantong teh dan biarkan dingin. Lalu letakkan kantong teh yang sudah didinginkan di mata anak kita dan tahan di posisinya selama sepuluh menit. Ulangi cara ini sebanyak lima kali sehari ya Moms.

3. Mengoleskan Minyak Kelapa

Dalam jurnal Antimicrobial Activity of Coconut Oil and its Derivative (Lauric Acid) on Some Selected Clinical Isolates, minyak kelapa dikatakan memiliki sifat antimikroba dan dapat membantu mencegah penyebaran bakteri.

Untuk bintit bagian luar, Moms bisa ambil beberapa tetes minyak kelapa dan oleskan pada bintit anak, hati-hati jangan sampai digunakan secara berlebihan karena bisa masuk ke mata dan menyebabkan iritasi ya Moms.

4. Pakai Kompres Hangat di Mata

Jika anak Moms mengalami bintit, kita pasti ingin mengeluarkan minyak yang tersumbat. Nah, meletakkan kompres panas akan membantu minyak yang tersumbat menjadi lebih cair.

Untuk melakukan ini, rendam kain lap bersih dalam air hangat (bukan panas ya Moms). Peras sisa air, lalu tempelkan waslap di atas mata anak selama beberapa menit. Ulangi cara ini beberapa kali sehari.

Baca Juga: Kenali Waktu Tepat Menggunakan Kompres Panas Dan Kompres Dingin Untuk Anak, Jangan Tertukar!

Bila setelah beberapa hari tindakan penanganan yang Moms lakukan tidak memperlihatkan hasil positif, atau bintil pada kelopak mata justru membesar, dr. Rogers menganjurkan Moms untuk segera membawa anak ke dokter.

Bila penanganan dengan kompres air hangat tidak berhasil, dokter bisa saja meresepkan tetes mata anti-peradangan.

"Bintitan adalah reaksi peradangan yang steril, bukan suatu infeksi. Namun, pada kasus tertentu, bintitan dapat menjadi terinfeksi (disebut selulitis). Bila ini yang terjadi, dokter akan meresepkan antibiotik untuk diminum Si Kecil," terang dr. Rogers mengutip Parents.com.

Mencegah Bintitan pada Anak

mencegah bintitan pada mata

Foto: Orami Photo Stock

Karena bintit disebabkan oleh infeksi bakteri, Moms dapat mengambil beberapa langkah untuk meminimalisir risiko infeksi pada mata Si Kecil. Caranya dengan:

  • Anjurkan anak untuk tidak terlalu sering menggosok mata karena dapat menyebabkan bakteri masuk ke dalam mata.
  • Pastikan anak-anak Moms menyentuh mata mereka setelah mencuci tangan atau jangan menyentuh mata sama sekali.
  • Biarkan mereka memakai kacamata hitam untuk melindungi mata dari debu.
  • Ajari anak kebiasaan kebersihan yang baik seperti mencuci muka dan tangan setelah bermain di luar.
  • Jika anak remaja Moms menggunakan riasan mata, pastikan dia menyimpan riasan di tempat yang bersih dan mengganti produknya setiap enam bulan sekali, karena bakteri dapat menumpuk di dalamnya.
  • Ajari anak untuk tidak berbagi eyeliners dan maskara dengan anak lain karena hal ini dapat menyebabkan penularan bakteri.

Komplikasi Akibat Bintitan pada Anak yang Mungkin Terjadi

bintitan pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Bintit adalah infeksi mata yang tidak berbahaya dan cenderung memudar dengan sendirinya dalam satu atau dua minggu. Meskipun jarang terjadi, jika tidak diobati dengan benar, bisa menimbulkan beberapa komplikasi berikut ini.

  • Chalazion, bintit yang tidak diobati bisa berubah menjadi chalazion, yaitu kondisi kronis yang dapat menekan mata dan mengurangi bukaan kelopak mata. Berdasarkan jurnalInterventions for Acute Internal Hordeolum, ini tidak menyakitkan seperti bintit tetapi mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk menghilang atau mungkin memerlukan antibiotik untuk mengobatinya.
  • Selulitis periorbital, jika infeksi bakteri menyebar ke jaringan di sekitar mata, dapat menyebabkan selulitis periorbital. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan dan kemerahan di sekitar mata. Ini bisa diobati dengan antibiotik.

Baca Juga: Masih Balita Sudah Menderita Rabun Jauh dan Mata Silinder, Ternyata Ini Penyebabnya!

Styes pada anak-anak bisa menyakitkan dan menyebabkan ketidaknyamanan. Tetapi dengan beberapa tip perawatan di rumah, gejalanya bisa dikurangi. Memastikan bahwa anak-anak juga mengikuti tindakan pencegahan untuk mencegah infeksi dengan menjaga kebersihan dan perawatan mata juga dapat membantu.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang bintitan pada anak. Jika tanda bintitan pada anak muncul, segera lakukan langkah di atas ya Moms. Jangan dibiarkan saja, karena dapat menyebabkan infeksi lebih parah.

Artikel Terkait