BALITA DAN ANAK
25 Oktober 2019

Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung, Waspadai Dislipidemia Pada Anak

Bisa menjadi bibit penyakit jantung di masa depan
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Dislipidemia pada anak merujuk pada kondisi kadar abnormal lipid dalam darah anak, baik terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Mengutip dokter penyakit dalam Alana Biggers, MD, ada tiga tipe utama lipid dalam darah anak, yaitu High-Density Lipoprotein (HDL), Low-Density Lipoprotein (LDL), dan trigliserida.

Lebih lanjut dijelaskan dalam situs University of Hawaii, lipid dalam kadar normal dibutuhkan tubuh anak untuk menyimpan energi, mengatur suhu tubuh, melindungi organ tubuh, produksi hormon, dan mendukung berbagai fungsi tubuh lainnya.

Baca Juga: Cegah Penyakit, Ajarkan Si Kecil 3 Kebiasaan Menjaga Kesehatan Jantung Anak Ini

Apa saja bentuk dislipidemia pada anak dan bagaimana dampaknya pada kesehatan Si Kecil? Simak informasi yang berikut untuk tahu jawabannya ya, Moms.

Bentuk Dislipidemia Pada Anak

Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung, Waspadai Dislipidemia Pada Anak 1.jpg

Foto: br.freepik.com

Dikutip dari medicalnewstoday.com, ada empat bentuk dislipidemia pada anak yang paling umum, yaitu:

l Kadar LDL atau kolesterol “jahat” lebih tinggi dari 110mg/dL

l Kadar HDL atau kolesterol “baik” rendah lebih rendah dari 45mg/dL.

l Kadar trigliserida lebih tinggi dari 150mg/dL.

l Kadar total kolesterol, kombinasi LDL dan trigliserida, lebih dari 170mg/dL.

Untuk mengetahui kadar lipid dalam darah anak sekaligus mencegah terjadinya dislipidemia, American Academy of Pediatrics merekomendasikan Si Kecil melakukan tes darah di antara usia 9 sampai 11 tahun.

Baca Juga: Ketahui 5 Tipe Penyakit Jantung Pada Anak

Bahaya Dislipidemia Pada Anak

Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung, Waspadai Dislipidemia Pada Anak 2.jpg

Dislipidemia pada anak bisa memicu terbentuknya plak pada dinding arteri, yaitu pembuluh yang membawa darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh.

Dalam jangka panjang, plak yang terus menumpuk dapat menyebabkan penyempitan arteri dan atherosclerosis atau pengerasan arteri, sehingga meningkatkan risiko terjadinya stroke, serangan jantung, penyakit jantung, serta berkurangnya aliran darah ke organ vital.

Jadi bisa disimpulkan kalau dislipidemia pada anak cukup berbahaya dan tidak bisa dianggap sepele, karena bisa meningkatkan risiko anak mengalami berbagai penyakit kardiovaskular di masa depan ya, Moms.

Baca Juga: Kisah Anak-Anak yang Terlahir dengan Kelainan Jantung, Mengharukan!

Mencegah Dislipidemia Pada Anak

Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung, Waspadai Dislipidemia Pada Anak 3.jpg

Selain karena faktor keturunan, dislipidemia pada anak juga bisa terjadi secara perlahan bila Si Kecil banyak mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans, serta jarang berolahraga dan melakukan aktivitas fisik.

Berita baiknya, dislipidemia pada anak dapat dicegah dengan cara:

  • Mengurangi konsumsi lemak tidak sehat dari daging merah, produk olahan susu full-fat, karbohidrat olahan, keripik, dan gorengan.
  • Rutin berolahraga dan bergerak aktif setiap hari.
  • Meningkatkan konsumsi lemak tak jenuh ganda, misalnya dari kacang-kacangan, ikan, gandum utuh, dan minyak zaitun.
  • Minum minyak omega-3.
  • Cukup tidur dan minum air putih.

Setelah membaca penjelasan di atas, setujukah Moms kalau dislipidemia pada anak harus dicegah sejak sedini mungkin dengan membiasakan buah hati menjalankan gaya hidup sehat?

Artikel Terkait