BALITA DAN ANAK
9 Mei 2020

Bisakah Anak-Anak Terkena Asam Urat?

Anak-anak juga bisa kena asam urat, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Asam urat umumnya menyerang lansia dan orang dewasa dengan tanda nyeri sendi yang parah secara tiba-tiba.

Moms and Dads perlu tahu nih, asam urat akan berbahaya jika kadarnya tinggi dan dapat memicu penyakit ginjal dan gout (rematik asam urat).

Informasi tentang Anak-anak Terkena Asam Urat

Lalu, bagaimana risiko untuk anak-anak terkena asam urat? Solusi terbaik adalah dengan melakukan tes darah ke dokter untuk mengetahui kadar asam urat dalam aliran darah.

Namun, untuk informasi awal, ulasan di artikel ini penting untuk Moms ketahui.

Pengetahuan Umum tentang Asam Urat

Bisakah Anak-Anak Terkena Asam Urat? 1.jpg

Foto: freepik.com

Asam urat diproduksi dari penguraian purin, bahan kimia (produk limbah alami) yang memasuki aliran darah menuju ginjal untuk disaring, dan sisanya dibuang melalui urin.

Jika tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan dan ginjal tidak mampu lagi menyaringnya, maka asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal atau batu ginjal yang dapat merusak ginjal.

Baca Juga: 4 Cara Alami Menurunkan Asam Urat

Bisakah Anak-anak Terkena Asam Urat?

Bisakah Anak-Anak Terkena Asam Urat? 2.jpg

Foto: freepik.com

Dilansir dari Kids Health, beberapa anak dengan penyakit leukemia atau jenis kanker lainnya dapat memiliki kadar asam urat yang tinggi (Hiperurisemia). Selain itu, anak dengan kondisi yang menunjukan tanda-tanda gagal ginjal juga rentan memiliki kadar asam urat yang tinggi.

Namun, tenang Moms, apabila Si Kecil punya kadar asam urat yang tinggi, risiko ia terkena penyakit gout masih terbilang kecil.

Penyakit gout ditandai dengan peradangan yang menyakitkan, nyeri parah, dan kemerahan yang terjadi akibat terlalu banyak asam urat yang mengkristal dalam cairan sendi. Hal ini lebih besar risikonya terjadi pada orang dewasa atau usia senja.

Ketahui Kadar Asam Urat yang Normal

Bisakah Anak-Anak Terkena Asam Urat? 3.jpg

Foto: freepik.com

Nah, Moms, informasi ini penting untuk mengetahui apakah anak-anak terkena asam urat atau tidak. Cara untuk tahu kadar asam urat adalah dengan ke dokter dan melakukan tes darah.

Berikut kadar asam urat pada anak-anak dan remaja yang terhitung tinggi (Hiperurisemia) berdasarkan jurnal nutrisi dan metabolisme yang dirilis Hindawi pada bulan Mei 2019.

kadar asam urat.png

Jurnal ini juga menyebutkan kandungan asam urat 7.0 mg/dL pada orang dewasa terhitung sebagai asam urat tinggi (Hiperurisemia). Dari tabel di atas terlihat kadar asam urat meningkat secara bertahap sejak lahir hingga akhir usia sekolah dasar.

Selanjutnya, level meningkat tajam pada anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan. Penelitian kandungan asam urat pada anak-anak masih terus diteliti perihal perbedaan jenis kelamin dan usianya.

Baca Juga: 5 Tips Jitu Menghindari Penyakit Asam Urat, Yuk Kita Simak!

Tes Darah untuk Mengetahui Kadar Asam Urat

Bisakah Anak-Anak Terkena Asam Urat? 4.jpg

Foto: freepik.com

Perlu diingat kembali bahwa cara terbaik untuk mengetahui anak-anak terkena asam urat ialah dengan membawanya ke dokter lalu dites darah.

Lantas, apa saja yang perlu Moms dan Dads persiapkan? Sebenarnya, tidak ada persiapan terlalu banyak untuk tes darah.

Dokter akan menganjurkan Si Kecil tidak makan atau minum apapun selama 4 jam sebelum tes darah, juga jangan mengonsumsi obat karena dikhawatirkan akan mempengaruhi hasil tes nantinya.

Jaga Asupan Makanan

Bisakah Anak-Anak Terkena Asam Urat? 5.jpg

Foto: freepik.com

Seperti yang dijelaskan di awal, asam urat bisa naik dari produksi penguraian purin dalam tubuh kita. Purin biasanya terkandung dalam dalam makanan seperti daging jeroan, ikan sarden kaleng, dan kacang-kacangan.

Dengan menghindari atau setidaknya tidak konsumsi berlebih makanan-makanan tersebut, akan meminimalisir kadar asam urat menjadi tinggi.

Baca Juga: 9 Makanan Penyebab Asam Urat Tinggi yang Harus Dihindari

Moms, demikianlah sekilas informasi mengenai asam urat pada anak-anak. Jaga asupan makan Si Kecil agar tetap seimbang dan tidak mengonsumsi sesuatu berlebihan.

Selain itu, sesekali boleh juga mengajaknya untuk medical check up di rumah sakit guna menghindari berbagai penyakit yang bisa parah di kemudian hari.

Artikel Terkait