NEWBORN
9 Oktober 2019

Bisakah Menyusui Saat Sedang Cacar Air?

Cacar air adalah penyakit kulit yang sangat menular. Lantas, masih bisakah menyusui?
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Orami

Moms, menyusui merupakan momen membahagiakan karena bisa menguatkan ikatan antara ibu dan anak. Menyusui pun punya banyak sekali manfaat, lho, baik bagi ibu maupun Si Kecil.

Untuk Si Kecil, ASI bisa memberikan antibodi optimal, memberi nutrisi lengkap, melindungi bayi dari kuman, membuat bayi tumbuh sehat dan cerdas, dan banyak manfaat lainnya.

Sedangkan untuk Moms, ASI bisa mengurangi risiko kanker, menjaga kesehatan jantung, membantu membakar lemak tubuh, dan lain-lain.

Nah, tapi bagaimana ceritanya kalau saat menyusui, Moms malah terkena cacar air? Cacar air merupakan penyakit kulit yang sangat menular, disebabkan oleh virus Varicella-zoster.

Virus ini sangat mudah menular karena bisa tersebar hanya dengan melalui kontak langsung dengan penderita, bahkan lewat udara.

“Cacar air terkadang perlu sampai rawat inap dan dalam kasus yang jarang terjadi, kematian," kata Dr. Jason S. Applebaum, seorang dokter kulit dari American Academy of Dermatology.

"Untungnya, sejak awal pemberian vaksin pada 1995, kasus rawat inap telah menurun hampir 90 persen, dan hanya ada sejumlah kecil kasus fatal cacar air." Lalu, bisakah Moms menyusui saat sedang cacar air?

Baca Juga: 7 Fakta Mengejutkan Tentang Manfaat Donor Darah

Gejala Cacar Air

Pengaruh demam terhadap janin - sumber republika.jpg

Penyakit cacar air bisa berlangsung sekitar 5-10 hari. Untuk itu, perhatikan beberapa gejala cacar air ini, ya:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Hidung berair
  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Ruam merah

Ruam akan muncul dalam 3 fase, yakni:

  1. Papula yang terangkat atau benjolan merah yang pecah selama beberapa hari.
  2. Vesikel atau lepuh berisi cairan; yang biasanya pecah setelah satu hari.
  3. Terakhir, koreng yang bertahan selama beberapa hari dan butuh berhari-hari untuk sembuh.

Baca Juga: 7 Bahan Alami untuk Bantu Sembuhkan Scabies

Bisakah Menyusui saat Sedang Cacar Air?

pantangan saat cacar air -  menggaruk.jpg

Jawabannya, bisa, Moms. Moms tidak harus berhenti menyusui ketika sedang terkena cacar air.

Virus cacar air belum pernah ditemukan pada ASI perempuan yang menderita cacar air. ASI juga mengandung antibodi yang bisa melindungi Si Kecil dari infeksi cacar air.

Namun, karena cacar air sangat menular, sebaiknya tetap konsultasikan dengan dokter Moms ya, supaya bisa ditemukan solusinya.

Biasanya, dokter akan tetap memberikan obat-obatan dan salep untuk menyembuhkan cacar air, karena obat-obatan ini nyatanya tidak akan memengaruhi kualitas ASI.

Moms juga akan diminta untuk menggunakan pakaian tertutup agar Si Kecil tidak terkena kontak langsung dengan cacar air Moms.

Apabila bisa, mungkin Moms bisa juga memompa ASI dan sementara waktu memberikan ASI lewat botol susu.

Hal yang paling penting adalah, jaga untuk mengurangi seminim mungkin kontak langsung dengan Si Kecil dan selalu konsultasikan dengan dokter.

Perawatan Selama di Rumah

Posisi Tidur Favorit dan Kaitannya dengan Kesehatan 3.jpg

Meskipun sudah mendapatkan obat dari dokter, ada beberapa perawatan di rumah juga yang bisa Moms lakukan untuk mempercepat kesembuhan cacar air. Misalnya:

  • Mandi air dingin
  • Berikan calamine lotion
  • Banyak beristirahat
  • Makan makanan yang tidak mengiritasi luka cacar air yang mungkin ada di sekitar mulut. Hindari makanan-makanan pedas dan asam yang bisa membuat luka perih.
  • Gunakan sarung tangan agar Moms tidak bisa menggaruk bagian tubuh yang gatal. Jika cacar air digaruk, lukanya akan meninggalkan bekas yang susah hilang.

Baca Juga: Penyebab Penyakit Lupus, Penyakit yang Dikenal sebagai "Peniru Ulung"

Mencegah Cacar Air

Ini Deretan Vaksin yang Wajib Diberikan untuk Si Kecil!

Mungkin cara mencegah cacar air yang paling ampuh adalah dengan tidak terkena virus cacar air ini sama sekali, Moms. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan dua dosis vaksin cacar air.

Dosis pertama diberikan pada anak-anak usia 12 hingga 15 bulan, dan sekali lagi pada usia 4 hingga 6 tahun. Menurut CDC, dua dosis vaksin sekitar 90 persen efektif mencegah cacar air.

Untuk sebagian kecil orang yang terkena cacar air bahkan setelah vaksinasi, penyakit ini biasanya akan jadi lebih ringan dan ruam lebih sedikit, serta sedikit atau tidak ada demam sama sekali.

(SR/ERW)

Artikel Terkait