TRIMESTER 3
23 Maret 2020

Bocor Air Ketuban Saat Hamil, Pelajari di Sini!

Bocornya air ketuban saat hamil merupakan tanda gerbang pesalinan telah terbuka
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Cairan ketuban atau cairan amnion adalah cairan pada selaput ketuban yang jika divisualisasikan seperti cairan dalam balon.

Dilansir dari March of Dimes, cairan ketuban merupakan bantalan cairan hangat yang melindungi dan menopang bayi saat mereka tumbuh di dalam rahim.

Jika selaput ketuban mengalami robekan yang disebabkan trauma atau secara spontan dapat mengakibatkan bocor air ketuban saat hamil melalui vagina Moms.

Pahami ciri-ciri, risiko, dan pencegahan saat terjadi bocor air ketuban saat hamil.

Ciri-Ciri Bocor Air Ketuban

Pelajari Mengenai Bocor Air Ketuban Saat Hamil.jpg

Foto: dreamstime.com

Saat Moms sedang hamil, biasanya akan sangat biasa mengeluarkan cairan dari vagina dengan lebih beragam.

Oleh karena itu, Moms akan sulit membedakan antara urin atau ketuban merembes, serta cairan lainnya.

Moms perlu mengetahui bahwa air ketuban memiliki warna bening, namun juga terkadang akan terlihat kekuningan.

Cairan ketuban meninggalkan bercak putih dalam pakaian, dan tidak berbau seperti urin.

Kejadian bocor air ketuban saat hamil dapat disertai sedikit darah atau lendir.

Menurut Medical News Today, kadang kantung ketuban pecah atau bocor sebelum persalinan dimulai.

Jika kantung ketuban bocor sebelum minggu ke 37 masa kehamilan, dokter menyebutnya sebagai PROM prematur.

Cairan ketuban ini biasanya keluar tanpa diprediksi.

Bocor air ketuban saat hamil dapat terjadi dalam berbagai posisi, entah ketika berbaring, duduk, atau bahkan ketika sedang berjalan.

Cairan ini akan merembes terus menerus.

Baca Juga: Air Ketuban Berlebih Saat Trimester Ketiga, Berbahayakah?

Risiko Bocor Air Ketuban

Pelajari Mengenai Bocor Air Ketuban Saat Hamil 2.jpg

Foto: babyabout.net

Dilansir dari Sutterhealth.org, pada trimester pertama dan kedua, bocornya air ketuban yang keluar dari vagina Moms dapat memicu komplikasi serius.

Contohnya adalah keguguran, cacat lahir, bayi lahir prematur, hingga yang paling fatal adalah kematian pada bayi.

Sementara jika bocor air ketuban saat usia kehamilan menginjak trimester ketiga berdampak cukup bahaya, karena akan menyulitkan proses persalinan

Dalam kondisi kekurangan air ketuban akan membuat tali pusar dapat terjepit dan melilit leher bayi, sehingga akan mengurangi aliran oksigen kepada bayi.

Kondisi ini pula akan memicu risiko dilakukannya operasi caesar, serta nantinya bayi dapat mengalami keterlambatan tumbuh kembang.

Baca Juga: Trik Menjaga Air Ketuban Trimester Ketiga Tetap Aman Hingga Akhir Kehamilan

Pencegahan Bocor Air Ketuban

Pelajari Mengenai Bocor Air Ketuban Saat Hamil 3.jpg

Foto: ogpnews.com

Jika Moms tidak ingin mengalami bocor air ketuban saat hamil, Moms perlu mengetahui apa saja yang harus dan tidak boleh dilakukan.

Moms perlu membersihkan organ genital dengan tepat dan benar.

Usahakan untuk menghindari guncangan, berhenti melakukan hubungan seksual untuk sementara.

Moms harus melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, gaya hidup sehat, dan mengurangi aktivitas atau meluangkan waktu untuk istirahat total di akhir trimester kedua atau awal trimester ketiga.

Saat cairan berwarna kehijauan atau kuning kecoklatan, Moms perlu segera menghubungi dokter kandungan.

Sebab, hal ini dapat menjadi tanda bayi mengalami komplikasi di dalam kandungan.

Tetap berhati-hati memeriksa cairan yang keluar dari vagina saat sedang hamil.

Moms perlu memperhatikan tekstur, warna, dan bau dari cairan yang keluar.

Baca Juga: 4 Penyebab Polihidramnion, Gangguan Cairan Ketuban yang Berlebihan

Artikel Terkait