BALITA DAN ANAK
10 Januari 2020

Bolehkah Anak Melakukan Veneer Gigi?

Saat ini veneer gigi sedang menjadi tren, lalu amankah jika anak melakukannya?
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Orami

Saat ini, veneer gigi sudah menjadi tren kecantikan yang banyak dilakukan oleh kaum hawa dan tak sedikit juga kaum laki-laki yang ikut serta melakukan tren ini.

Menurut riset pasar oleh Mintel yang dilansir dailymail.co.uk, jumlah uang yang dihabiskan oleh orang Inggris demi menjalani metode ini sampai menembus 627 juta Poundsterling.

Prosedur pemasangan veneer gigi ini tidak bisa sembarangan. Ada sedikit permukaan enamel gigi yang harus dikikis untuk memasang veneer. Dikutip dari American Cosmetic Dentistry, jumlah total enamel yang dihilangkan tergantung pada jenis veneer yang digunakan, perataan gigi dan preferensi dokter.

Jika pasien mengalami rasa sakit selama proses, anestesi lokal dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa sakit.

Baca Juga: Moms, Pahami Dampak Hepatitis B Pada Ibu Hamil

Bolehkah Anak Melakukan Veneer Gigi?

veneer gigi

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari livestrong.com, veneer gigi dapat memperbaiki masalah warna, ukuran dan bentuk gigi, jika perawatannya dilakukan secara tepat oleh ahli gigi.

Seseorang yang akan melakukan veneer gigi, sedikitnya harus mengetahui betul tentang tindakan estetika yang faktanya tetap memiliki risiko buruk terhadap kesehatan gigi. Apakah veneer gigi bisa dilakukan oleh siapa saja? Tidak. Perlu diketahui bahwa veneer gigi tidak dilakukan secara sembarangan.

Veneer gigi dilakukan untuk seseorang yang mengalami malformasi permukaan gigi, abrasi, erosi, perubahan warna gigi, dan penambalan gigi yang kurang baik. Dr. Dale Brant dari Ingenious Dentistry, Texas menegaskan, bahwa pemasangan veneer porselen bisa dilakukan pada gigi orang dewasa muda.

Biasanya, pemasangan ini dilakukan pada pasien yang sudah berhenti melalui proses pertumbuhan gigi. Maka dari itu, veneer gigi tidak dianjurkan bagi anak-anak, seseorang yang memiliki kondisi gigi maju, gigi berjejal, jarak gigi yang terlalu renggang, gigi berlubang besar dan pembusukan parah, serta seseorang pasca perawatan saluran akar gigi.

Dampak Anak Melakukan Veneer Gigi

Ada beberapa dampak tidak baik secara jangka panjang yang lebih banyak dibandingkan manfaatnya jika anak melakukan veneer gigi. Apa saja dampak anak melakukan veneer gigi? Berikut daftarnya!

Baca Juga: Yuk Cari Tahu Penyebab Mata Bintitan!

1. Gigi Semakin Sensitif

veneer gigi pada anak 2

Foto: Orami Photo Stock

Lapisan enamel yang dikikis dalam prosedur veneer gigi akan membuat gigi tipis dan lebih sensitif. Gigi sensitif akan membuat rasa ngilu saat sedang mengkonsumsi makanan atau minuman dingin atau panas.

Pengikisan ini juga bisa memberikan dampak yang cukup serius, seperti mematikan jaringan gigi.

2. Warna Gigi

veneer gigi pada anak 2

Foto: Orami Photo Stock

The Journal of American Dental Association memaparkan, warna veneer gigi berkaitan dengan berbagai faktor, seperti warna dasar gigi asli. Seseorang yang melakukan veneer gigi akan mengalami perubahan warna yang memperlihatkan perbedaan warnanya pada tepian gigi yang disebabkan adanya masalah kelembaban saat pemasangan veneer gigi.

Malangnya lagi, warna veneer tidak dapat diubah. Warna asli veneer akan bertahan selama kurang lebih 5 sampai 10 tahun setelah pemasangan.

3. Pemasangan Veneer

veneer gigi pada anak 3

Foto: Orami Photo Stock

Pada saat pemasangan perlu diperhatikan secara baik, jika terjadi kesalahan pemasangan seperti posisi lapisan veneer yang tidak tepat atau sesuai akan memicu kerusakan pada gigi dan hal seperti itu akan menyebabkan pembusukan pada bagian luar tepi veneer.

Gigi akan rentan iritasi karena lapisan veneer yang berlendir atau kasar menyebabkan benang gigi masuk ke tepi veneer.

Baca Juga: Gampang Dibuat, Ini 6 Masker Wajah Alami untuk Kulit Berminyak

4. Gigi Berlubang dan Mudah Retak

veneer gigi pada anak 3

Foto: Orami Photo Stock

Pemasangan yang kurang tepat akan memunculkan celah pada gigi, di mana akan menjadi tempat bertumpuknya sisa makanan. Prosedur veneer gigi ini juga dapat mengurangi kekuatan mengunyah, alhasil seseorang yang telah melakukan veneer gigi tidak dapat mengonsumsi sembarangan makanan, apalagi menggigit benda keras.

Bagi seseorang yang ingin melakukan veneer gigi perlu diketahui banyak risiko yang akan terjadi, terutama para ibu yang memiliki niat melakukan veneer gigi pada anak-anaknya.

Dokter gigi menganjurkan bagi seseorang yang tidak dapat melakukan veneer gigi, agar lebih baik mempertimbangkan penggunaan ortho atau behel, jika ingin memperbaiki posisi gigi.

(PSF/ERN)

Artikel Terkait