NEWBORN
7 Maret 2019

Bolehkah Bayi 6-12 Bulan Makan Selai Kacang?

Kacang adalah salah satu penyebab alergi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Selai kacang kaya akan kandungan nutrisi penting yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan masalah kesehatan kronis lainnya.

Namun, kebanyakan orang tua khawatir mengenai risiko alergi selai kacang, terutama pada bayi di bawah 12 bulan.

Lantas bolehkah bayi 6 hingga 12 bulan makan selai kacang? Kapan bayi boleh mulai mengenal selai kacang?

Faktor Risiko Alergi Pada Bayi

laicang (4)

Menurut Food Allergy Research & Education (FARE), kacang tanah adalah salah satu dari delapan makanan utama yang menyebabkan alergi.

Tujuh makanan lainnya adalah telur, susu, kacang pohon, kedelai, gandum, ikan, dan kerang. Praktik menunda mengenalkan makanan-makanan ini pada bayi tidak mengurangi perkembangan alergi.

Sebaliknya, FARE menyatakan bahwa memberikan makanan berbahan kacang lebih awal dan sering untuk bayi dengan faktor risiko alergi terhadap telur atau eksim dapat mengurangi risiko perkembangan alergi kacang.

Baca Juga: 3 Alergi yang Sering Diderita Bayi

Kapan Sebaiknya Mulai Memperkenalkan Selai Kacang Pada Bayi?

laicang (1)

American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology menyarankan untuk memperkenalkan selai kacang pada bayi setelah makanan padat lainnya diberikan secara aman, tanpa gejala alergi.

National Institutes of Health (NIH) AS merekomendasikan agar selai kacang diberikan pada bayi saat berusia:

- Pedoman 1: Bayi yang berisiko tinggi mengembangkan alergi kacang dapat diperkenalkan pada makanan yang mengandung kacang pada usia 4 hingga 6 bulan.

Disarankan untuk memeriksakan bayi ke dokter anak terlebih dahulu karena mungkin membutuhkan tes alergi terkontrol sebelum mulai makan selai kacang.

- Pedoman 2: Untuk bayi dengan eksim ringan atau sedang, makanan dari kacang dapat diperkenalkan pada usia 6 bulan.

Sekali lagi, yang terbaik adalah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

- Pedoman 3: Bayi tanpa risiko alergi lebih bebas untuk dapat mulai mengenal makanan berbahan kacang. Umumnya dapat mulai dikenalkan pada usia 6 hingga 8 bulan.

Baca Juga: Waspadai Tanda-tanda Bayi Alergi Susu Formula

Tanda-tanda Alergi Kacang Pada Bayi

laicang (3)

Gejala alergi bervariasi, mulai dari yang ringan hingga berat. Jika Moms mencurigai bayi mengalami alergi kacang, segera konsultasikan dengan ahli alergi. Di bawah ini adalah beberapa gejala yang perlu Moms waspadai:

- Gatal-gatal (bintik-bintik merah yang menyerupai gigitan nyamuk)

- Bersin dan/atau mengi

- Masalah pernapasan

- Pembengkakan

- Ruam gatal

- Sesak napas

- Mual

- Muntah

- Diare

- Kulit pucat

- Kepala ringan

- Gejala sirkulasi

- Hilang kesadaran

Baca Juga: Enak Dan Bergizi, Ini Dia 4 Manfaat Selai Kacang Untuk Anak

Tips Memperkenalkan Selai Kacang Pada Bayi

laicang (2)

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memperkenalkan selai kacang pada Si Kecil. Berikut beberapa tips penting yang perlu Moms pertimbangkan sebelum memperkenalkan selai kacang pada si kecil:

- Selai kacang harus diencerkan dengan sedikit air panas dan dibuat menjadi puree. Kemudian berikan sedikit demi sedikit menggunakan sendok dan awasi si kecil selama 10-15 menit.

Jika buah hati tidak alergi, ia tidak akan mengalami reaksi seperti gatal-gatal, ruam, atau masalah pernapasan. Dalam hal ini, Moms dapat terus memberikan selai kacang padanya.

- Moms bisa menguji dengan meletakkan sedikit selai kacang di bibir bawah bayi. Jika bayi alergi, akan segera muncul reaksi alergi.

- Mulailah dengan memberikan sedikit selai kacang pada Si Kecil, bahkan jika ia tidak menunjukkan reaksi alergi awal.

Makanan pemicu alergi harus diberikan dalam menu kecil dan jumlahnya dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan perkembangan yang ditunjukkan Si Kecil. Jika tidak ada tanda-tanda intoleransi atau gejala alergi. Termasuk dalam memperkenalkan selai kacang.

Moms punya informasi atau pertanyaan terkait memberikan selai kacang untuk bayi? Yuk tuliskan melalui kolom komentar di bawah artikel ini.

(RGW)

Artikel Terkait