NEWBORN
4 April 2019

Bolehkah Bayi Imunisasi saat Pilek dan Batuk?

Tetap diberikan atau ditunda
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Imunisasi adalah langkah yang sangat penting dalam kehidupan bayi. Salah satu alasannya adalah penyakit.

Di mana orang tua harus memastikan bahwa buah hatinya siap secara fisik untuk menghadapinya dengan memberikan imunisasi.

Tetapi, pernahkah Moms bertanya-tanya, apakah bayi bisa mendapatkan imunisasi saat batuk pilek? Temukan jawabannya dalam penjelasan yang telah kami rangkum di bawah ini.

Gangguan Kesehatan Ringan Memungkinkan Bayi Tetap Bisa Mendapatkan Imunisasi

foto: shishuduniya.com

Dokter di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), American Academy of Pediatrics, dan American Academy of Family Physicians merekomendasikan agar bayi dengan gangguan kesehatan ringan dapat menerima imunisasi sesuai jadwal.

Gangguan kesehatan ringan tidak mempengaruhi seberapa baiknya tubuh merespons vaksin.

Adapun gangguan kesehatan ringan yang dimaksud meliputi:

  • Demam ringan (kurang dari 38,3 derajat Celsius)
  • Pilek atau batuk
  • Infeksi telinga bayi atau otitis media
  • Diare ringan

Baca Juga: Mengenal Lanugo Pada Tubuh Bayi, Haruskah Dihilangkan?

Imunisasi Tidak Boleh Dilakukan jika Bayi Batuk Pilek Disertai Demam

Foto: happiestbaby.com

Meskipun gangguan kesehatan ringan memungkinkan bayi untuk tetap mendapatkan imunisasi, tidak demikian dengan demam.

Situs kesehatan NHS, mengungkapkan bahwa bayi seharusnya tidak mendapatkan imunisasi jika mereka sedang mengalami batuk dan pilek yang disertai dengan demam.

Imunisasi harus ditunda jika bayi mengalami demam.

Baca Juga: Ketahui Risiko Penyakit Yang Mengintai Bayi Dehidrasi

Menunda Pemberian Imunisasi Saat Bayi Sakit

foto: huffingtonpost.co.uk

Jika bayi sedang tidak enak badan atau demam, lebih baik Moms menunda imunisasi sampai kondisinya membaik.

Meskipun Moms tetap dapat memberikan imunisasi jika si kecil hanya mengalami gangguan kesehatan ringan seperti batuk dan pilek tanpa demam.

Ketika ada infeksi di tubuh bayi, sistem kekebalan tubuh bayi bereaksi terhadap kuman penyebab infeksi dengan memproduksi lebih banyak antibodi.

Ketika kuman masuk lagi ke dalam tubuh bayi, antibodi sistem kekebalan tubuh akan menyingkirkannya sebelum memiliki kesempatan untuk menyebabkan masalah serius.

Proses yang sama terjadi ketika bayi diimunisasi dan bagian terbaiknya adalah mereka harus sakit untuk dapat mengembangkan antibodi ini.

Dalam beberapa kasus akan bertahan lama. Sementara dalam kasus lain akan bertahan seumur hidup.

Baca Juga: 8 Fakta Bayi Baru Lahir yang Jarang Diketahui oleh Para Ibu Baru

Inilah mengapa penting untuk memastikan bahwa imunisasi tidak terjadi pada saat bersamaan dengan waktu di mana sistem kekebalan tubuh bayi harus melawan penyakit lain.

Jika bayi mengalami batuk atau pilek selama beberapa hari, maka itu berarti sistem kekebalan tubuhnya sedang menyingkirkan kuman yang menyebabkan infeksi.

Jadi, apakah Moms akan tetap memberikan imunisasi atau menundanya?

(RGW)

Artikel Terkait