TRIMESTER 2
7 Mei 2019

Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Olahraga Lari?

Sebelum hamil hobi lari, lantas apakah aman dilakukan saat hamil?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Apakah aman jika ibu hamil olahraga lari?

Jika kesehatan Moms sedang baik dan jawabannya biasanya ya.

Bahkan, beberapa wanita yang memiliki kondisi medis atau komplikasi kehamilan belum tentu tidak boleh berolahraga sama sekali.

“Tentu saja olahraga saat hamil harus sepengetahuan dokter,” ujar Ronny Meier, MD.

Menurut Meier, jika dokter memperbolehkan Moms berolahraga lari maka kuncinya adalah mendengarkan tubuh Moms.

Ingat, jangan memaksakan diri melampaui batas.

Wanita yang berlari secara teratur sebelum hamil biasanya dapat terus berlari dengan kecepatan normal selama merasa nyaman.

Aturan Lari Saat Hamil

Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Olahraga Lari 01.png

Jiika Moms baru mencoba berlari, mulailah perlahan.

Lakukan pemanasan selama lima hingga 10 menit dengan melakukan peregangan dan berjalan.

Kemudian, jogging dengan kecepatan lambat selama sekitar lima menit dan lakukan pendinginan dengan berjalan kaki selama lima hingga 10 menit lagi.

Baca Juga: Di Antara Jalan Kaki dan Jogging, Mana Paling Efektif Bakar Kalori?

Jika persendian Moms tidak sakit dan jika Moms merasa siap untuk lebih, Moms dapat secara bertahap meningkatkan langkah atau meningkatkan jarak dengan jumlah kecil setiap minggu.

Olahraga yang disarankan untuk wanita hamil adalah setidaknya 20 hingga 30 menit berolahraga dengan intensitas sedang.

Perlu diingat bahwa penting untuk tetap tenang saat berolahraga.

Hindari jogging di cuaca panas atau lembab karena wanita hamil cenderung merasa kepanasan.

Tips Aman Lari Saat Hamil

Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Olahraga Lari 02.jpg

Kunci pertama adalah tetaplah terhidrasi. Minumlah banyak air sebelum, selama, dan setelah Moms berlari.

Cara memantau dehidrasi adalah dengan memeriksa warna urin Anda. Jika berwarna kuning gelap, Moms perlu minum lebih banyak.

Air seni harus berwarna kuning pucat hingga hampir jernih.

Pakailah pakaian longgar yang terbuat dari bahan ringan dan membuat kulit bernapas untuk membantu Moms tetap tenang.

Baca Juga: 6 Cara Mudah Mengetahui Tubuh Kekurangan Cairan

Moms juga harus melindungi kulit dengan mengenakan topi untuk mencegah atau meminimalkan melasma (penggelapan kulit yang berhubungan dengan kehamilan).

Selalu gunakan tabir surya spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih tinggi pada semua kulit yang terpapar sinar matahari.

Jangan lupa untuk memakai sepatu yang tepat.

Sepatu Moms harus memberi kaki banyak dukungan, terutama di sekitar pergelangan kaki dan lengkungan.

Cari sepatu lari yang empuk untuk penyerapan guncangan dan fleksibilitas di bagian telapak kaki.

Pastikan Moms mendapatkan sepatu yang pas sebab kehamilan dapat meningkatkan ukuran sepatu.

Moms juga perlu mengenakan bra yang mendukung.

Carilah bra olahraga yang dapat disesuaikan dan suportif sehingga dapat mengembang mengikuti payudara yang tumbuh membesar.

Lantas, setelah memasuki trimester kedua, hati-hati dengan perubahan keseimbangan.

Pusat gravitasi yang bergeser ketika perut tumbuh, membuat Moms lebih rentan terhadap terpeleset dan jatuh.

Hindari berlari di jalan setapak dengan puing-puing, batu, akar pohon, dan rintangan alami lainnya yang dapat menyebabkan jatuh.

Lakukan di trotoar agar lebih aman.

Baca Juga: Bagaimana Cara Aman Melatih Balita untuk Berlari?

Penting bagi Moms untuk mempertimbangkan jalur lari Anda.

Beberapa wanita hamil lebih menyukai garis lurus dan panjang karena berlari lurus tanpa harus berbelok terasa lebih nyaman pada persendian.

Terlepas dari jalur yang Moms pilih, pastikan Moms berada di area yang aman, bukan tempat terpencil dan sepi di mana Moms bisa jatuh tanpa ada yang menolong.

Maka, penting bagi Moms untuk membawa handphone untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Adakah Moms yang tetap berlari meski sedang hamil?

(GSA)

Artikel Terkait