TRIMESTER 1
10 Agustus 2019

Bolehkah Ibu Hamil Menggunakan Vape? Ini Kata Dokter Kandungan!

Meski butuh penelitian lebih lanjut, para ahli menyarankan untuk tidak memakai vape selama kehamilan
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Sebagai calon ibu, Moms akan melakukan apapun untuk menjaga janin agar tetap sehat dan berkembang dengan baik. Hal ini termasuk mengubah gaya hidup jadi lebih sehat, dan menghentikan kebiasaan buruk.

Termasuk bagi Moms yang punya kebiasaan merokok, mungkin ada beberapa Moms yang memutuskan untuk berhenti merokok secara total, atau beralih menggunakan e-cigarette atau vape.

Namun, apakah penggunaan vape punya risiko lebih rendah dalam memengaruhi kesehatan janin dibanding dengan rokok biasa? Mari kita simak dampak menggunakan vape saat hamil!

Baca Juga: Ini Bahayanya Jika Anak Menjadi Perokok Pasif!

Menggunakan Vape Saat Hamil, Amankah?

ibu hamil pakai vape-1.jpg

Mengutip What to Expect, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan laporan Surgeon General 2016 mengatakan bahwa e-cigarette/vape tidak aman untuk wanita hamil.

Namun, para ahli belum tahu, karena produk ini relatif baru dan sulit dipelajari. Terlebih lagi, tidak ada peneliti yang mau menempatkan calon ibu dalam bahaya untuk menggunakan vape dengan mengatasnamakan penelitian.

"Tidak ada penelitian yang membuktikan secara pasti apakah aman atau tidak, sehingga tidak mungkin untuk mengatakan bahwa e-cigarette/vape aman digunakan selama kehamilan," jelas Dr. Sherry Ross, OB-GYN dan pakar kesehatan wanita di Providence Saint John's Health Center di California, mengutip Healthline.

Sehingga, tidak ada cukup penelitian untuk menentukan masalah kesehatan apa yang mungkin disebabkan bila menggunakan vape saat hamil dalam jangka pendek atau jangka panjang.

Sayangnya, banyak calon ibu yang salah kaprah. Hanya karena berbeda dengan rokok biasa, penggunaan e-cigarette/vape dianggap lebih aman dan dapat mentolerir risiko pada janin.

“Banyak wanita tahu bahwa rokok harus dihindari selama kehamilan. Tapi, ada kesalahpahaman juga bahwa e-cigarette/vape dianggap aman karena barang ini tidak benar-benar sama dengan merokok biasa," jelas Courtney Martin, DO, OB-GYN dan direktur medis layanan bersalin di Rumah Sakit Anak Universitas Loma Linda, California, melansir Healthline.

Baca Juga: 5 Faktor Pemicu Kehamilan Berisiko Tinggi

Risiko yang Bisa Terjadi Karena Pemakaian Vape Saat Hamil

ibu hamil pakai vape-2.jpg

Meski butuh penelitian lebih lanjut, penggunaan e-cigarette/vape yang sama-sama mengandung nikotin dan zat berbahaya yang juga dapat memberikan risiko.

Para ahli khawatir bahwa penggunaan e-cigarette/vape selama kehamilan dapat meningkatkan risiko berikut ini:

  • Kehamilan ektopik
  • Keguguran
  • Masalah dengan plasenta (seperti solusio plasenta)
  • Lahir prematur
  • Kelahiran mati
  • Berat badan lahir rendah, yang mungkin memerlukan rawat inap di unit perawatan intensif neonatal (NICU)
  • Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)
  • Risiko cacat lahir lebih tinggi

Baca Juga: Dianggap sebagai Pengganti Rokok, Ini 4 Bahaya Vape

Setelah lahir, anak-anak dari ibu yang merokok selama kehamilan juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi kesehatan berikut:

  • Asma
  • Sakit perut
  • Kondisi kronis seperti ADHD

E-cigarette/vape memang merupakan alternatif yang lebih baik dibanding rokok biasa, dan bahkan dalam beberapa kasus menjadi alat bagi mereka yang ingin merokok.

Tetapi, banyak ahli masih menyarankan agar wanita hamil menghindari e-cigarette/vape.

"Sayangnya, menghentikan penggunaan produk dengan nikotin sangat sulit. Ini sangat adiktif. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menentukan kapan berhenti dan mencoba berhenti merokok sebelum merencanakan kehamilan," tutup Martin.

Artikel Terkait