KEHAMILAN
17 September 2020

Bolehkah Ibu Hamil Minum Minuman Isotonik? Berikut Penjelasannya

Seperti apa dampaknya jika ibu hamil kekurangan cairan tubuh?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Amelia Puteri

Ibu hamil harus memerhatikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya, baik dalam bentuk makanan atau minuman. Rasanya, hal tersebut sering didengar, ya, Moms?

Namun, tetap saja akan muncul berbagai pertanyaan seputar kehamilan, yang terkadang bikin Moms bingung sendiri. Daripada hanya sibuk mendengar mitos dari orang lain, lebih baik simak ulasan berikut ini.

Minuman isotonik atau biasanya disebut minuman elektrolit atau sports drink, biasanya dikonsumsi oleh seseorang setelah berolahraga. Tujuannya untuk mengembalikan energi yang terkuras saat berolahraga.

Tentunya, Moms sudah mengetahui bahwa salah satu minuman isotonik yang paling terkenal adalah Pocari Sweat.

Lantas, bolehkah ibu hamil minum Pocari Sweat atau minuman isotonik? Jika boleh, adakah manfaat ibu hamil minum minuman isotonik yang bisa diterima? Kalau tidak boleh, adakah efek sampingnya?

Baca Juga: Amankah Ibu Hamil Mengonsumsi Minuman Ion?

Bolehkah Ibu Hamil Minum Pocari Sweat?

minuman isotonik dan kehamilan

Foto: Orami Photo Stock

Jurnal Nutrients mengungkapkan bahwa minuman isotonik terdiri dari air, karbohidrat, dan elektrolit. Ketiganya menjadi larutan yang mengandung osmolalitas yang sama dengan darah sehingga mampu mengontrol kehilangan asupan air di dalam tubuh.

Inilah yang menyebabkan minuman isotonik cocok dikonsumsi sesudah berolahraga. Sebab, banyak tenaga yang hilang melalui keringat yang keluar saat berolahraga.

Lantas, bolehkah ibu hamil minum minuman isotonik? Jawabannya, bisa dan tentu saja boleh.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Ibu hamil boleh minum minuman isotonik, namun tetap perlu memerhatikan takarannya. Artinya, tidak boleh berlebihan.

Mengapa demikian? Menurut studi yang diulas dalam jurnal yang sama, mengonsumsi minuman isotonik sepanjang hari dapat meningkatkan asupan gula dalam darah.

Selain itu, ibu hamil minum minuman isotonik terlalu sering akan meningkatkan keinginan untuk lebih banyak lagi mengonsumsi minuman manis.

Bisa dikatakan, kadar gula yang berlebih pada tubuh ibu hamil bisa berbahaya. Kondisi ini bisa semakin memparah gejala diabetes gestasional yang bisa membahayakan kesehatan tubuh Moms dan janin.

Jadi, tetap perhatikan porsi jika ibu hamil minum minuman isotonik, ya! Sesekali tentunya tidak menjadi masalah, namun jangan terlalu sering.

Jika dikonsumsi dalam jumlah yang moderat, minuman isotonik bisa memberikan manfaat. Elektrolit itu sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan Moms bisa mendapatkannya dari minuman isotonik.

Baca Juga: Sulit Menghentikan Kebiasaan Buruk saat Hamil? Ini Tipsnya

Apa Dampak Kekurangan Elektrolit Saat Hamil?

kekurangan elektrolit saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Ibu hamil minum minuman isotonik sebagai penambah kebutuhan cairan tubuh.

Minuman isotonik kira-kira mengandung sekitar 12-16 persen karbohidrat, air, 19 gram gula, 200 mg gula, 200 mg sodium, dan 80 kalori per 250 ml banyaknya untuk menggantikan cairan elektrolit di dalam tubuh.

Nah, ibu hamil juga membutuhkan cairan elektrolit. Ada beberapa kondisi yang dapat membuat gangguan elektrolit dalam tubuh ibu hamil.

Menurut American Pregnancy Association, ketidakseimbangan elektrolit bisa terjadi karena hiperemesis gravidarum. Kondisi yang dialami ibu hamil pada trimester awal ini lebih berat dari morning sickness.

Gejala yang terjadi lainnya, seperti mual parah, muntah, dan penurunan berat badan.

Kehilangan terlalu banyak cairan di dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya gangguan elektrolit. Padahal, elektrolit dibutuhkan selama masa kehamilan.

Jika terjadi gangguan elektrolit, maka akan terjadi beberapa gejala dalam tubuh ibu hamil, seperti:

1. Sembelit

Sembelit memang kerap terjadi pada ibu hamil. Namun, ketika Moms tetap mengalami sembelit meskipun sudah cukup serat, maka mungkin mengalami kekurangan elektrolit atau ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh.

2. Sering Merasa Haus

Jika Moms tetap merasa haus meskipun sudah minum banyak cairan, maka bisa jadi Moms membutuhkan cairan elektrolit. Ini menjadi tanda ibu hamil minum minuman isotonik.

3. Sakit Kepala

Hati-hati, sakit kepala saat masa kehamilan bisa mengganggu aktivitas di dalam tubuh. Kekurangan elektrolit juga kerap menyebabkan sakit kepala karena dehidrasi.

4. Tekanan Darah Tinggi

Moms membutuhkan cairan elektrolit dan magnesium untuk membantu mengatur tekanan darah. Karena itu, disarankan agar ibu hamil minum minuman isotonik.

5. Pembengkakan di Tungkai dan Bagian Tubuh Lainnya

Bagian tubuh membengkak saat hamil sebenarnya adalah hal yang wajar. Namun, bisa saja hal ini juga terjadi karena tubuh kekurangan elektrolit.

Itulah beberapa gejala kekurangan elektrolit yang perlu Moms pahami. Nah, hal ini bisa diatasi salah satunya dengan cairan minum minuman elektrolit.

Walaupun dibolehkan jika ibu hamil minum minuman isotonik, jangan lupa tetap konsumsi makanan dan minuman yang mengandung elektrolit secara alami ya, Moms.

Baca Juga: 19 Buah untuk Ibu Hamil yang Segar dan Menyehatkan

Apa Bahaya dari Diabetes Gestasional?

diabetes gestasional

Foto: Orami Photo Stock

Diabetes gestasional terjadi saat kehamilan, bisa dialami oleh perempuan dengan atau tanpa riwayat penyakit diabetes.

Dilansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), diabetes gestasional terjadi ketika tubuh tidak dapat membuat insulin ekstra yang dibutuhkan selama kehamilan.

Insulin, hormon yang dibuat di pankreas membantu tubuh menggunakan glukosa untuk energi dan membantu mengontrol kadar glukosa dalam darah.

Selama kehamilan, tubuh Moms membuat hormon khusus dan mengalami perubahan lainnya, seperti berat badan yang bertambah. Nah, perubahan ini menyebabkan sel tubuh tidak menggunakan insulin dengan baik, yang disebut resistensi insulin.

Kebanyakan wanita hamil dapat memproduksi insulin yang cukup untuk mengatasi resistensi insulin, namun beberapa tidak. Nah, mereka lah yang dapat mengalami diabetes gestasional.

Ketika mengalami kondisi ini, maka Moms harus lebih teliti dalam memilih makanan atau minuman yang sebaiknya dikonsumsi.

Dilansir dari laman Gestational Diabetes UK, membatasi makanan dan minuman yang mengandung gula berlebih adalah salah satu pola hidup sehat untuk wanita hamil mengidap diabetes gestasional.

Jadi, bila Moms mengalami kondisi ini, benar-benar harus membatasi pengonsumsian minuman elektrolit, ya!

Diabetes gestasional bukan hal yang bisa dianggap sepele. Komplikasi yang bisa terjadi seperti berat lahir berlebih, risiko kelahiran dini atau prematur, kesulitan bernapas, obesitas di kemudian hari, hingga kelahiran mati (stillbirth).

Jadi, ada baiknya untuk mencegah terjadinya diabetes gestasional dengan melakukan pemeriksaan gula darah sebelum dan saat hamil, serta menerapkan pola hidup yang sehat, rutin berolahraga, dan lakukan konsultasi berkala dengan dokter kandungan.

Semuanya dilakukan demi kelahiran bayi yang sehat dan kondisi tubuh Moms yang tetap terjaga kesehatannya.

Baca Juga: Hamil 6 Bulan, Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

Apa Saja Makanan dan Minuman yang Mengandung Elektrolit?

Elektrolit nantinya akan membantu selama Moms menyusui dengan memberi suplai ASI yang baik. Maka, ada baiknya tetap menjaga elektrolit dalam tubuh selama hamil hingga melahirkan.

Nah, apabila Moms mengalami gangguan elektrolit, minuman isotonik memang bisa membantu.

Namun, ibu hamil minum minuman elektrolit secara berlebihan pun sebaiknya dihindari. Maka dari itu, Moms harus mengetahui makanan dan minuman yang mengandung elektrolit alami, di antaranya adalah:

1. Air Kelapa

air kelapa saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Sebagai pengganti ibu hamil minum minuman isotonik. air kelapa sangat cocok dikonsumsi oleh ibu hamil khusus pada trimester pertama, ketika rasa mual hadir dan Moms ingin buang air terus-menerus.

“Air kelapa adalah air berisotonik yang aman dan baik untuk menggantikan cairan dalam tubuh yang hilang,” ungkap Rebecca Malachi, ahli nutrisi kehamilan dari India.

Air kelapa juga bisa mengurangi dehidrasi akibat mual. Waktu terbaik untuk minum air kelapa adalah pagi hari, karena elektrolit dan nutrisi masih mudah diserap ketika perut Moms dalam keadaan kosong.

2. Biji Labu

biji labu

Foto: Orami Photo Stock

Pengganti ibu hamil minum minuman isotonik lainnya adalah biji labu.

“Elektrolit adalah segala ion bermuatan listrik, misalnya natrium, kalsium, magnesium, dan kalium, yang tugasnya membantu fungsi otot dan saraf hingga keseimbangan cairan,” ungkap Kim Schwabenbauer, pendiri dari Fuel Your Passion.

Nah, biji labu (pumpkin seeds) adalah salah satu sumber magnesium yang baik dan bisa menjadi asupan harian untuk ibu hamil.

Moms bisa menambahkan biji labu ke semangkuk salad atau lauk yang ingin dikonsumsi untuk menambah elektrolit dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan baik.

3. Pisang

pisang saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Ingin tahu buah-buahan yang bisa menjadi sumber elektrolit alami dalam tubuh? Moms bisa mencoba untuk mengonsumsi pisang, sebagai pengganti ibu hamil minum minuman isotonik.

Pisang sudah terkenal mengandung kalium atau potasium yang membantu mengontrol tekanan darah, mengoptimalkan fungsi otot, dan menjaga kesehatan jantung.

4. Avokad

avokad, elektrolit alami

Foto: Orami Photo Stock

Avokad juga menjadi buah yang bisa dikonsumsi sebagai sumber elektrolit alami di dalam tubuh, dan pengganti ibu hamil minum minuman isotonik.

Manfaat lainnya dari avokad mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dan mencegah tekanan darah tinggi pada ibu hamil.

Jurnal kesehatan Nutrients juga menyebutkan, avokad memiliki kandungan folat yang tinggi dan dibutuhkan selama masa kehamilan. Asam folat dapat mencegah kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan mencegah cacat jantung serta cacat tabung saraf pada janin.

5. Produk Olahan Susu

produk olahan susu, kalsium, elektrolit alami

Foto: Orami Photo Stock

Makanan dan minuman lezat lainnya yang bisa menjadi sumber elektrolit alami, dan pengganti ibu hamil minum minuman isotonik, yaitu produk olahan susu atau dairy.

Sebut saja seperti susu, yoghurt, dan keju sudah dikenal menjadi sumber kalsium yang baik. Ternyata, produk olahan susu juga mengandung elektrolit lainnya, seperti magnesium, natrium, dan fosfor.

Nyatanya, produk dairy bisa Moms jadikan cemilan yang sehat dan lezat selama masa kehamilan.

Namun, menurut rekomendasi dari National Health Service UK, yoghurt yang terbuat dari susu yang dipasteurisasi adalah jenis yang aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Jika tidak dipasteurisasi, maka sebaiknya dihindari, ya!

Baca Juga: Jenis Susu Ibu Hamil Apa yang Bagus Dikonsumsi? Simak 12 Jenisnya!

Minuman yang Harus Dihindari selama Kehamilan

Jika ibu hamil minum minuman isotonik tidak dilarang, lantas minuman apa yang harus dihindari selama kehamilan? Ini beberapa minuman yang harus dihindari Moms, yaitu:

1. Minuman Beralkohol

minuman beralkohol saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Penelitian dari American Academy of Pediatrics sudah melarang keras pengonsumsian alkohol selama kehamilan. Semua bentuk alkohol, seperti anggur, bir, dan minuman keras memiliki risiko berbahaya bagi ibu dan janin.

Alkohol dapat meningkatkan risiko keguguran dan stillbirth. Alkohol juga dapat menyebabkan sindrom alkohol janin, seperti kelainan bentuk wajah, cacat jantung, dan gangguan mental.

Wah, ternyata mengerikan ya, Moms? Maka dari itu, jauhi alkohol selama kehamilan.

2. Diet Soda

diet soda saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Diet soda juga merupakan minuman yang harus dihindari saat hamil. Minuman ini mengandung kafein dan pemanis buatan, yang bahan utamanya dinamakan sakarin.

Nah, sakarin merupakan bahan kimia yang cepat menemukan jalan melalui plasenta dan mencapai janin yang memengaruhi janin. Konsumsi berlebihan sakarin bisa menyebabkan cacat lahir.

Lantas, bagaimana dengan minuman berkafein lainnya? Moms bisa mengonsumsi kopi dan teh saat hamil, namun dengan rekomendasi dari dokter.

Setiap kondisi dari tubuh ibu hamil memang berbeda, jadi pengaruh ke dalam tubuh juga bisa berbeda pula.

Itulah beberapa hal yang perlu dipahami tentang minuman isotonik, manfaat ibu hamil minum minuman isotonik, juga efek samping yang terjadi jika berlebihan mengonsumsinya.

Tetap perhatikan setiap makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh saat hamil, ya, Moms!

Artikel Terkait