NEWBORN
30 September 2020

Paracetamol untuk Ibu Menyusui, Ketahui Dosis dan Efek Sampingnya

Jangan sampai overdosis ya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tidak hanya penting memerhatikan asupan makanan yang penuh nutrisi sehingga didapati ASI berkualitas, di masa menyusui Moms tentu ingin berhati-hati dalam memilih obat yang perlu dikonsumsi.

Salah satu obat yang kerap menjadi pilihan dalam mengatasi rasa sakit, adalah paracetamol. Lalu, seperti apa penggunaan paracetamol untuk ibu menyusui? Adakah dosis dan apa efek samping dari obat ini?

Moms bisa mencari tahu lebih lanjut tentang paracetamol untuk ibu menyusui di artikel berikut ini.

Pengertian dan Fungsi Paracetamol untuk Ibu Menyusui

pengertian paracetamol untuk ibu menyusui

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum mengetahui seperti apa anjuran penggunaan paracetamol untuk ibu menyusui, Moms perlu tahu arti dan fungsi paracetamol secara umum.

Mengutip Drugs, paracetamol (acetaminophen) adalah obat pereda nyeri dan pereda demam.

Tidak ada yang tahu persis bagaimana cara paracetamol bekerja, tetapi para ilmuwan berpikir bahwa obat ini bekerja terutama di sistem saraf pusat (otak dan tulang belakang).

Paracetamol diduga dapat mengurangi intensitas sinyal nyeri ke otak. Ini juga dapat mencegah pelepasan zat, yang disebut prostaglandin, yang meningkatkan rasa sakit dan suhu tubuh.

Biasanya, paracetamol digunakan untuk mengobati berbagai kondisi seperti sakit kepala, nyeri otot, radang sendi, sakit punggung, sakit gigi, masuk angin, dan demam.

Obat ini juga mengurangi rasa sakit pada arthritis ringan tetapi tidak berpengaruh pada peradangan dan pembengkakan sendi yang mendasarinya. Paracetamol juga dapat digunakan untuk tujuan lain yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan.

Baca Juga: 3 Obat Alami untuk Puting Lecet Akibat Menyusui

Penggunaan Paracetamol untuk Ibu Menyusui

penggunaan paracetamol untuk ibu menyusui

Foto: Orami Photo Stock

National Health Service (NHS) mengatakan bahwa ibu menyusui bisa minum paracetamol. Hanya sedikit dari obat ini yang masuk ke ASI dan kemungkinan juga tidak akan membahayakan Si Kecil.

Minumlah untuk waktu sesingkat mungkin dan pertahankan dosis yang disarankan. Moms akan menemukan anjuran pemakaiannya pada kemasan atau di selebaran di dalam kemasannya.

Tetapi, meskipun paracetamol untuk ibu menyusui dapat digunakan, sebaiknya Moms berkonsultasi dengan ahli kesehatan, seperti dokter umum, jika Si Kecil mengalami kondisi: lahir prematur, berat badan lahir rendah, punya kondisi medis.

Selain itu, berhati-hatilah tentang paracetamol yang dikombinasikan dengan obat lain.

Paracetamol juga sering dikombinasikan dengan obat lain, termasuk kodein. Paracetamol yang dikombinasikan dengan kodein dapat disebut co-codamol atau Solpadeine.

Kodein dan obat-obatan lain mungkin tidak cocok untuk dikonsumsi pada ibu menyusui. Karena itu, agar keamanan terjamin, pastikan berkonsultasi dengan dokter dahulu sebelum mengonsumsi paracetamol untuk ibu menyusui.

Selain itu, penting dicatat bahwa obat sakit kepala juga mengandung paracetamol, obat yang memiliki aktivitas sebagai antipyretic sekaligus analgetik, propyphenazone, dan obat anti inflamasi.

Analgetik sekaligus mempunyai efek antipiretik, kafein, suatu stimulan sistem saraf pusat yang berguna mencegah rasa kantuk, dan dexchlorpheniramine maleate obat anti alergi yang termasuk golongan antihistamin.

"Untuk ibu menyusui, Anda bisa cukup mengkonsumsi paracetamol untuk mengurangi keluhan sakit kepala Anda," jelas dr. Yohana Margarita, mengutip Meet Doctor.

Paracetamol membutuhkan waktu hingga satu jam untuk bekerja. Selain itu, dosis paracetamol yang biasa adalah satu atau dua tablet 500mg sekaligus.

Penting dicatat agar jangan minum paracetamol dengan obat lain yang mengandung paracetamol. Paracetamol aman dikonsumsi selama kehamilan dan saat menyusui, dengan dosis yang dianjurkan.

Beberapa nama merek obat paracetamol yang terkenal termasuk Disprol, Hedex, Medinol dan Panadol.

Baca Juga: Mengenal KB Spiral, Apa Keuntungan & Efek Sampingnya?

Efek Samping dan Efek Jangka Panjang Paracetamol untuk Ibu Menyusui

efek samping paracetamol untuk ibu menyusui

Foto: Orami Photo Stock

Dalam jurnal British Journal of Clinical Pharmacology, disebutkan bahwa paracetamol saat ini dipasarkan sebagai analgesik dan antipiretik, untuk digunakan tidak lebih dari 3 hari tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Namun, karena dimasukkan dalam jenis analgesik di WHO, serta pengalaman klinis puluhan tahun, paracetamol juga diresepkan dalam kondisi kronis seperti osteoartritis dan nyeri punggung bawah.

Sama seperti obat lainnya, penggunaan paracetamol untuk ibu menyusui juga dapat memberikan efek samping.

Mengutip dari Alcohol and Drug Foundation, efek samping paracetamol yang paling umum adalah mengantuk dan kelelahan, serta ruam dan gatal.

Pada anak-anak, terkadang mengalami gula darah rendah dan tremor, serta merasa lapar, pingsan, dan bingung setelah mengonsumsi paracetamol.

Sebagai catatan, berhenti menggunakan paracetamol dan hubungi dokter jika Moms masih mengalami demam setelah 3 hari penggunaan, masih merasakan nyeri setelah 7 hari penggunaan (atau 5 hari jika merawat anak).

Selain itu, bila Moms mengalami ruam kulit, sakit kepala terus-menerus, atau kemerahan atau bengkak; atau jika gejala memburuk, atau jika Moms memiliki gejala baru, konsultasikan langsung ke dokter.

Tes glukosa urin mungkin memberikan hasil yang salah saat Moms menggunakan paracetamol. Bicaralah dengan dokter jika Moms pengidap diabetes dan melihat perubahan kadar glukosa selama perawatan.

Simpan paracetamol pada suhu kamar jauh dari panas dan lembap. Supositoria rektal dapat disimpan pada suhu kamar atau di lemari es.

Baca Juga: Mengonsumsi Parasetamol dapat Memengaruhi Kesuburan? Ini Penjelasannya

Overdosis Pemakaian Paracetamol untuk Ibu Menyusui

overdosis paracetamol untuk ibu menyusui

Foto: Orami Photo Stock

Jika dosisnya terlalu tinggi atau dosis harian yang direkomendasikan terlampaui, Moms harus memanggil gawat darurat karena dikhawatirkan terjadi overdosis.

Gejala overdosis, biasanya hanya terjadi 24 jam setelah mengonsumsi obat. Penangkal dapat diberikan jika ambulans dipanggil segera setelah minum paracetamol.

Beberapa gejala overdosis seperti sakit perut, mual, muntah, masalah pada hati, kejang, koma dan kematian.

Kematian akibat overdosis paracetamol bisa memakan waktu antara dua dan empat hari dan biasanya karena gagal hati.

Sementara, efek jangka panjang dari penggunaan paracetamol untuk ibu menyusui secara teratur dapat menyebabkan efek seperti kelelahan, sesak napas, jari dan bibir berwarna kebiruan, anemia, kerusakan hati dan ginjal.

Baca Juga: Dosis Parasetamol Balita Berlebihan, Ini Bahayanya

Anjuran Pemakaian Paracetamol untuk Ibu Menyusui

jenis paracetamol untuk ibu menyusui

Foto: Orami Photo Stock

Jika ingin menggunakan paracetamol untuk ibu menyusui, konsumsi sesuai dengan anjuran persis seperti yang tertera pada label, atau seperti yang diresepkan oleh dokter.

Jangan gunakan lebih banyak obat ini dari yang direkomendasikan. Overdosis paracetamol dapat menyebabkan bahaya serius. Jumlah maksimal untuk orang dewasa adalah 1 gram (1000 mg) per dosis dan 4 gram (4000 mg) per hari.

Mengonsumsi lebih banyak paracetamol untuk ibu menyusui dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

Jika Moms minum lebih dari tiga minuman beralkohol per hari, bicarakan dengan dokter sebelum menggunakan paracetamol dan jangan pernah menggunakan lebih dari 2 gram (2000 mg) per hari.

Penggunaan paracetamol untuk ibu menyusui sebaiknya gunakan bentuk paracetamol khusus pediatrik. Ikuti petunjuk dosis dengan hati-hati pada label obat. Jangan berikan obat kepada anak di bawah 2 tahun tanpa nasihat dokter.

1. Paracetamol Jenis Cair

Jika Moms mengonsumsi paracetamol untuk ibu menyusui jenis cair, takar paracetamol dengan sendok takar atau cangkir takar khusus, bukan sendok makan biasa. Bila tidak memiliki alat pengukur dosis, tanyakan pada apoteker.

Moms mungkin perlu mengocok obatnya sebelum digunakan. Ikuti petunjuk pada label obat.

2. Paracetamol Jenis Tablet

Sementara, pada paracetamol tablet. Tablet paracetamol harus dikunyah secara menyeluruh sebelum Moms menelannya.

Pastikan tangan kering saat memegang tablet penghancur paracetamol. Letakkan tablet di lidah, karena obat ini akan mulai larut segera. Jangan menelan tablet seluruhnya. Biarkan tablet ini larut di mulut tanpa dikunyah.

3. Paracetamol Jenis Effervescent

Untuk menggunakan butiran effervescent paracetamol, larutkan satu butiran setidaknya dalam 120 mL air minum. Aduk campuran ini dan minum semuanya segera.

Untuk memastikan Moms mendapatkan seluruh dosis, tambahkan sedikit lebih banyak air ke gelas yang sama, aduk perlahan dan minum segera.

4. Paracetamol Jenis Rektal

Jangan gunakan supositoria rektal paracetamol melalui mulut. Ini hanya untuk digunakan di rektum atau anus. Cuci tangan sebelum dan sesudah memasukkan supositoria.

Cobalah untuk mengosongkan usus dan kandung kemih sebelum menggunakan supositoria paracetamol. Lepaskan pembungkus luar dari supositoria sebelum memasukkannya. Hindari memegang supositoria terlalu lama karena akan meleleh di tangan.

Untuk hasil terbaik dari penggunaan paracetamol jenis ini, berbaring dan masukkan ujung runcing supositoria terlebih dahulu ke dalam rektum. Tahan di supositoria selama beberapa menit.

Obat ini akan meleleh dengan cepat setelah dimasukkan dan Moms akan merasa sedikit atau tidak ada ketidaknyamanan saat menahannya. Hindari menggunakan kamar mandi setelah memasukkan supositoria.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai penggunaan paracetamol untuk ibu menyusui. Untuk keamanan, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat ini, ya.

Artikel Terkait