GAYA HIDUP
6 Juni 2019

Bolehkah Investasi Pendidikan Digabung dengan Investasi Lainnya?

Demi menyiapkan dana pendidikan anak, bolehkah investasi pendidikan digabungkan dengan investasi lainnya? Ini ulasannya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Moms, apakah saat ini sudah memikirkan tentang pendidikan yang anak jalani di masa depan?

Apakah Moms sudah membicarakan hal tersebut kepada suami?

Mungkin saat ini anak masih kecil, tapi sebenarnya penting untuk menyiapkan dana pendidikan sejak dini.

Alasan utamanya adalah biaya pendidikan anak semakin tahun maka akan semakin meningkat.

Tentunya Moms dan pasangan sebagai orangtua ingin mempersiapkan yang terbaik untuk masa depan anaknya, bukan?

Saat ini, setiap sekolah baik sekolah swasta maupun negeri saling berlomba-lomba untuk memberikan fasilitas dan kualitas terbaik.

Pilihan yang ditawarkan juga beraneka macam, namun sayang sekali jika pilihan tersebut terbentur dengan anggaran yang harus dikeluarkan.

Melihat hal tersebut, penting untuk menyiapkan dana pendidikan anak mulai dari sekarang.

Baca Juga : 7 Jenis Investasi yang Cocok untuk Keluarga Muda

Kenaikan anggaran pendidikan sekolah anak yang naik setiap tahun menjadi alasan kuat Moms harus menyiapkan dana pendidikan sejak dini.

"Idealnya, mempersiapkan dana pendidikan anak dimulai sejak anak baru lahir,” ujar Annissa Sagita, seorang konsultan perencana keuangan yang memiliki sertifikasi Certified Personal Money Manager (CPMM) di IARFC Indonesia.

Lalu, bagaimana cara menyiapkan dana pendidikan anak yang tepat?

Annissa mengungkapkan, hal pertama yang harus dilakukan orangtua menentukan visi dan misi yang tepat tentang sekolah seperti apa yang anak akan tuju.

Ini bukan saja bicara tentang TK/pre-school saja, melainkan hingga jenjang lebih tinggi yaitu perguruan tinggi.

“Setelah itu, lakukan survei tentang sekolah-sekolah tersebut serta menghitung biaya yang dibutuhkan untuk masuk ke sana. Jangan lupa juga untuk memperhitungkan kenaikan biaya yang dapat terjadi," Annissa pada Kulwap Orami Community, Rabu (20/3) lalu.

Lalu menurut Annisa, setelahnya Moms dan pasangan baru bisa membicarakan tentang produk keuangan yang dipilih untuk mengumpulkan dana yang dibutuhkan.

Baca Juga : Ini Dia Jurus Menghadapi Inflasi Biaya Pendidikan Anak

Investasi Pendidikan Sebaiknya Tidak Digabung

Bolehkah Investasi Pendidikan Digabung dengan Investasi Lainnya-2.jpg

Foto: sciencedaily

Berbicara tentang produk keuangan yang dipilih, untuk jangka waktu yang panjang, yaitu lebih dari 5 tahun, Annissa menyarankan agar Moms lebih baik memilih investasi jangka menengah hingga jangka panjang.

Hal ini lebih efektif dibandingkan menggunakan investasi jangka pendek seperti tabungan emas atau deposito.

Lalu, apakah boleh menggabungkan investasi pendidikan dengan investasi lainnya? Jawabannya adalah tidak boleh.

“Digabung produknya, boleh. Namun, digabung hitungan atau angkanya, tidak boleh. Maksudnya begini, misalkan Moms memiliki budget untuk investasi jangka panjang sebesar Rp 500 ribu untuk pensiun, Rp 300 ribu untuk dana pendidikan. Jadi, totalnya akan ditaruh di reksa dana saham. Hal yang tidak boleh adalah hanya menaruh Rp 500 ribu di reksa dana saham dan menganggap itu dana pensiun sekaligus dana pendidikan,” ungkap Annissa.

Baca Juga : 5 Bentuk Investasi untuk Pendidikan Anak yang Bisa Moms Lakukan

Jika Moms dan pasangan ingin menggabungkan produk keuangannya sebenarnya boleh, namun angka dan perhitungannya tetap harus berbeda.

Selain itu, sebelum memilih produk investasi untuk dana pendidikan anak, sebaiknya Moms dan pasangan memahami profil dan risiko dari produk tersebut.

“Jangan lupa juga untuk melakukan investasi jika keuangan rumah tangga sudah stabil. Selain itu, siapkan juga dana darurat untuk keperluan rumah tangga yang sifatnya mendadak. Dana tersebut harus dipisahkan dengan investasi dana pendidikan anak,” ujar Annissa.

Jadi, tidak perlu bingung dan menunda-nunda lagi untuk menyiapkan dana pendidikan anak, ya, Moms!

(DG/CAR)

Artikel Terkait