BAYI
30 Juli 2019

Bolehkah Membeli ASI Online?

Hati-hati terhadap ASI yang terkontaminasi oleh bakteri
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sesuai namanya, Air Susu Ibu (ASI) adalah air susu yang diproduksi langsung dari payudara ibu. ASI ini pun biasanya diberikan secara langsung saat anak menyusui, atau dipompa terlebih dahulu, lalu diletakkan dalam kantong ASI sebagai stok untuk anak.

ASI untuk Si Kecil memang biasanya diperoleh langsung dari sang ibu. Namun, untuk kondisi tertentu, tidak semua ibu bisa memberikan ASI sesuai dengan kebutuhan bayinya. Jika sudah begini, banyak ibu yang memilih untuk memberikan susu formula kepada anaknya.

Selain memberikan susu formula, ada cara lain yang bisa dipilih ibu untuk memenuhi kebutuhan ASI Si Kecil, yakni dengan mencari donor ASI. Di Indonesia, donor ASI juga bukan hal baru. Ada cukup banyak ibu-ibu yang punya produksi ASI lebih dan mendonorkan ASI-nya itu kepada bayi yang membutuhkan.

Namun, sistemnya masih perorangan. Sehingga, donatur dan penerima ASI saling mengenal. Sebaliknya, di luar negeri, ada yang namanya ASI online. Maksudnya, ASI tersebut didapatkan dengan cara membeli secara online. Tapi, apakah itu diperbolehkan?

CIMI Konselor Laktasi RS Pondok Indah – Puri Indah dr Margaret Mutiaratirta Sugondo mengatakan, di luar negeri sudah ada bank ASI yang regulasinya sudah diatur sedemikian rupa untuk memastikan ASI donor yang akan digunakan aman untuk bayi terutama untuk bayi-bayi prematur.

Yuk simak ulasannya di bawah ini Moms.

Baca Juga: Jangan Panik Dulu saat ASI Tidak Keluar, Lakukan 7 Hal Ini

Amankah Membeli ASI Online?

Donating-Surplus-Milk.jpg

Foto: Amedadirect.com

Menurut dr Margaret, jual beli ASI online yang dilakukan di luar lembaga yang sudah diakui, biasanya keamanannya diragukan dan tidak direkomendasikan karena bank tersebut tidak melakukan pemeriksaan menyeluruh pada pendonor dan ASI yang didonorkan.

"Risikonya dapat muncul penyakit-penyakit infeksi yang ditularkan melalui ASI, seperti virus HIV, CMV, HTLV -1 dan sebagainya," dr Margaret menjelaskan lebih lanjut.

Selain itu dapat muncul koloni bakteri yang bisa membahayakan bila pada saat pemerahan tidak steril, transfer ASIP serta penyimpanan dan pemanasan ASIP tidak sesuai dengan prosedur.

Hasil dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Nationwide Children Hospital membuktikan bahwa lebih dari tiga perempat sampel ASI yang dibeli melalui internet mengandung bakteri, yang dapat menyebabkan penyakit.

Penelitian ini dipublikasikan secara online dan dalam edisi masalah Pediatrics pada November 2013. Penelitian ini termasuk penelitian pertama untuk membuktikan keamanan penjualan ASI kepada orang lain melalui Internet, sebuah tren yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Tidak diketahui secara pasti seberapa umum pembelian ASI online, tetapi sebuah penelitian sebelumnya menyebutkan 13.000 posting ditempatkan di situs web berbagi AS di tahun 2011.

Baca Juga: Haruskah Membeli atau Menyewa Freezer untuk ASIP? Pertimbangkan Hal-hal Berikut

Bakteri dalam ASI Online

images (1).jpg

Foto: Milkbankne.org

Tim peneliti dari Pusat Kesehatan Biobehavioral di The Research Institute di Nationwide Children Hospital membeli ASI yang terdaftar untuk dijual di sebuah situs publik, dan menganalisisnya di laboratorium. Penelitian ini bekerja sama dengan Pusat Medis Rumah Sakit Anak Cincinnati dan Universitas Negeri Ohio.

"Kami terkejut banyak sampel yang memiliki jumlah bakteri sangat tinggi dan bahkan terkontaminasi tinja. Kemungkinan besar terjadi karena tangan yang tidak bersih. Kami juga terkejut beberapa sampel mengandung salmonella," kata Sarah A. Keim, kepala peneliti di Pusat Kesehatan Biobehavioral.

"Bakteri berbahaya lainnya mungkin berasal dari penggunaan wadah yang tidak bersih atau bagian pompa ASI yang tidak bersih," tambahnya

Penjual memasang iklan baris di situs web yang menggambarkan ASI yang ingin mereka jual atau mengapa mereka membeli ASI. Sayangnya, para penjual ini tidak bertanya tentang kondisi bayi yang akan mengonsumsi ASI ini untuk melakukan konsultasi lebih lanjut sebelum membeli ASI.

Cara pengiriman ASI juga mengambil kontribusi dalam meningkatkan bakteri dalam susu yang dibeli secara online. Semakin lama waktu pengiriman, semakin banyak susu terkontaminasi oleh bakteri.

Banyak penjual yang yang tidak menyertakan es kering atau metode pendinginan lain, sehingga berada dalam suhu di luar kisaran yang disarankan untuk penyimpanan. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab bakteri dalam susu meningkat dengan cepat.

“Beberapa situs web besar menyertakan banyak panduan untuk penyimpanan susu, pengiriman, serta penyaringan. Namun sayangnya tidak banyak penjual yang mengikuti saran ini dan cenderung mengabaikannya,” kata Dr. Keim, anggota fakultas di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Ohio.

Berdasarkan penelitian mereka, disebutkan bahwa tidak aman untuk membeli ASI secara online. Food and Drug Administration merekomendasikan untuk tidak memperjualbelikan ASI seperti itu, karena penerima tidak akan tahu bagaimana kualitas ASI yang diterimanya.

Baca Juga: Bisakah Memberi ASI Eksklusif Meskipun Ibu Menyusui Menderita Mastitis?

Nah Moms, jika memang Si Kecil membutuhkan ASI tambahan, sebaiknya tidak membeli ASI online ya. Pertimbangkan mencari donor ASI yang Moms kenal baik.

Artikel Terkait