3-12 BULAN
19 Januari 2020

Bolehkah Menggunakan Tisu Basah untuk Bayi?

Akan lebih baik jika Moms membuat tisu basah sendiri
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Dalam beberapa bulan pertama kehidupannya, bayi kecil kita pasti sedang senang-senangnya untuk makan, tidur, bahkan buang air besar.

Meski tidak setiap saat terjadi, namun hal ini terlihat seperti tidak bisa berhenti.

Terkadang dibutuhkan banyak popok untuk mengganti popok Si Kecil yang sudah penuh. Dan biasanya Moms akan membutuhkan tisu bayi untuk membersihkan Si Kecil.

Baca Juga: Cara Mengganti Popok Bayi Cepat dan Anti Ribet

Karena kenyamanannya, tisu bayi tidak hanya digunakan di bagian bawah bayi, tetapi juga wajah, tangan, dan area lain yang perlu dibersihkan. Namun masalahnya, apakah tisu basah aman digunakan pada bayi?

Pengaruh Tisu Basah Pada Kulit Bayi

menggunakan tisu basah pada bayi

Dilansir dari situs The Sun, orang tua lebih disarankan untuk menggunakan air sebagai ganti menggunakan tisu basah untuk bayi saat membilas kulit anak.

Selain itu, juga dianjurkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memegang anak. Hal ini dilakukan untuk melindungi anak agar tidak terkena alergen yang ditrasfer pada kulit Si Kecil secara tidak disengaja.

Kontak alergi dari tisu bayi menjadi lebih umum terjadi sejak orang tua menggunakan tisu bayi pada bayi untuk membersihkan kulitnya. Mengapa bisa terjadi alergi?

Baca Juga: 7 Rekomendasi Tisu Basah Anti Bakteri untuk Menjaga Kebersihan Kulit Bayi

Kontak alergi terhadap bahan tertentu terjadi karena paparan berulang pada bahan tersebut.

Sistem kekebalan tubuh, yang dimulai pada kulit, secara spontan dapat memutuskan bahwa ia ingin menjadi alergi terhadap bahan tertentu. Beberapa bahan cenderung menjadi penyebab alergi.

Profesor Joan Cook-Mills, dari Universitas Northwestern di AS, mengatakan bahwa reaksi pemicu seperti residu dari tisu basah yang mengenai kulit anak, bisa menjadi penyebab meningkatnya risiko alergi.

Bagaimana Mengatasinya?

menggunakan tisu basah pada bayi

Lorna Phillip, doula di Birmingham membantu ibu melahirkan dan ada untuk bayi dan orang tua di jam-jam dan hari-hari awal kelahiran yang berharga.

Dia menyarankan para orang tua untuk membuat tisu basah sendiri yang ramah untuk digunakan untuk kulit bayi mereka.

“Tisu basah adalah kenyamanan besar bagi ibu dan ayah modern, terutama karena mereka cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu di rumah dan karenanya harus dapat membersihkan anak-anak dengan cepat saat keluar,” ungkap Lorna Phillip.

Dulu orang tua menggunakan tisu basah untuk bayi sebagai barang mewah dan digunakan semata-mata untuk mengganti popok.

Namun sekarang sudah sering digunakan untuk tangan, wajah, dan kotor yang mengusap air kotor di kursi tinggi.

Tetapi menggunakan tisu basah untuk bayi yang masih sangat muda atau baru lahir tidak direkomendasikan.

Hal ini dikarenakan Banyak tisu bayi, termasuk yang tidak diberi wewangian dan 'alami' masih mengandung nasties yang dapat mengiritasi kulit bayi yang lembut.

Baca Juga: Hindari Iritasi, Ini 4 Tips Memilih Produk Perawatan Kulit untuk Bayi

Lorna Phillip menyebutkan bahwa sebagai gantinya, Moms bisa membuat tisu basah untuk bayi sendiri.

Caranya dengan memotong kain yang tidak terpakai dan menyimpannya dalam wadah plastik yang diberi air.

Kain kotor ini bisa dicuci setiap malam, sehingga siap untuk digunakan kembali pada hari berikutnya.

Tisu basa bayi buatan ini lebih ramah untuk kulit bayi, lebih ramah di saku, dan lebih ramah untuk lingkungan sekitar.

Milli Hill, founder Positive Birth Movement menyebutkan bahwa air dan katun murni merupakan bahan yang benar-benar dibutuhkan olej bayi kecil atau yang baru lahir.

Artikel Terkait