KEHAMILAN
8 Juli 2020

Bolehkah Mengonsumsi Dendeng Saat Hamil? Simak Penjelasannya di Sini

Mengonsumsi daging memang baik bagi ibu hamil, bagaimana dengan dendeng?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Kehamilan memengaruhi sistem kekebalan tubuh, menyebabkan ibu dan bayi dalam kandungan lebih rentan terhadap penyakit bawaan makanan yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit.

Makanan secara tidak langsung akan diserap oleh janin melalui plasenta. Maka, ibu hamil harus berhati-hati dalam mengonsumsi makanan.

Biasanya jika berbicara mengenai keamanan makanan selama kehamilan, seringnya merujuk pada produk segar seperti daging atau ikan.

Namun, bagaimana dengan daging yang dikeringkan? Bolehkah mengonsumsi dendeng saat hamil?

Baca Juga: Ini 5 Makanan untuk Ibu Hamil Muda, Menjaga Nutrisi Saat Mengandung!

Amankah Dendeng Selama Kehamilan?

Bolehkah Mengonsumsi Dendeng Saat Hamil.jpg

Foto: healthline.com

Dendeng sapi merupakan salah satu cemilan sederhana dan lezat. Namun, olahan sapi ini ternyata tidak bisa dinikmati begitu saja oleh ibu hamil.

Dilansir dari Pregnancy Food Checker, wanita hamil harus menghindari makan dendeng dan daging kering lainnya, karena dendeng adalah produk di mana daging biasanya tidak dimasak.

Dalam Journal of Food Protection, sebuah penelitian di Australia pada tahun 2008 menunjukkan bahwa dendeng dapat diasinkan, dikeringkan, atau diasapi tetapi tidak satu pun dari metode ini seefektif dimasak yang dapat membunuh bakteri dalam daging.

Daging yang diawetkan dengan diasapi seperti dendeng perlu dihindari karena berpotensi mengandung listeria.

Oleh karena itu mengonsumsi dendeng saat hamil dapat mengakibatkan ibu hamil terinfeksi toksoplasma.

Baca Juga: Amankah Mengonsumsi Daging Asap Saat Hamil?

Apa itu Toksoplasma?

Bolehkah Mengonsumsi Dendeng Saat Hamil 2.jpg

Foto: mothertobaby.org

Ibu hamil bisa mengalami suatu penyakit akibat bawaan makanan. Peluang tersebut dapat terjadi apabila ibu hamil mengonsumsi dendeng sapi. Kemungkinan risiko yang dapat dialami adalah toxoplasma.

Dilansir dari Healthline Parenthood, toksoplasma adalah infeksi umum yang jika terjadi pada orang sehat, biasanya tidak akan menimbulkan masalah serius. Namun, tidak pada ibu hamil. Penyakit ini dapat menyebabkan dampak buruk bagi bayi dalam kandungan.

Mayo Clinic mengatakan toksoplasma merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit Toxoplasma gondii, salah satu parasit paling umum di dunia.

Infeksi ini biasanya disebabkan mengonsumsi daging yang kurang matang, paparan dari kotoran kucing yang terinfeksi, atau penularan dari ibu ke anak selama kehamilan.

Jika ibu hamil terinfeksi toksoplasma pada usia kehamilan menginjak trimester pertama, maka risiko bayi dalam kandungan tertular sebesar 25%, sedangkan pada trimester kedua 30%, dan trimester ketiga 60%.

Infeksi ini akan meningkatkan risiko kerusakan saraf, mengalami keguguran, dan bayi meninggal dalam kandungan.

Baca Juga: Memelihara Kucing Pasti Terkena Toksoplasma?

Pengobatan Toksoplasma

Bolehkah Mengonsumsi Dendeng Saat Hamil 4.jpg

Foto: cidrap.umn.edu

Toksoplasma pada orang dewasa memang tidak terlalu berdampak buruk, namun tidak begitu demikian dengan bayi dalam kandungan.

Sistem kekebalan tubuh bayi dalam kandungan belum sepenuhnya berkembang dan dapat mengatasi infeksi ini.

Jika mengalami toksoplasma saat hamil, biasanya dokter akan merekomendasikan obat tertentu. Antibiotik akan diberikan untuk mencegah bayi dari infeksi dan menurunkan kemungkinan masalah kesehatan lebih lanjut.

Perawatan yang disarankan sesuai dengan kondisi ibu hamil. Namun yang lebih baik dilakukan adalah menghindari faktor penyebab terjadinya toksoplasma, seperti mengonsumsi dendeng saat hamil.

Baca Juga: 3 Alasan Beberapa Hewan Berdampak Buruk Saat Hamil, Salah Satunya Toksoplasma!

Artikel Terkait