NEWBORN
24 Mei 2019

Bolehkah Menyisir Rambut Bayi?

Ternyata menyisir rambut bayi banyak manfaatnya lho Moms
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bagi orang dewasa, melakukan perawatan dan menyisir rambut secara rutin adalah hal yang penting dilakukan untuk menghindari rambut kusut dan berantakan.

Akan tetapi bagaimana dengan bayi? Apakah Moms perlu menyisir rambut bayi? Cari tahu jawabannya yuk!

Kapan Rambut Bayi Boleh Disisir?

Perlukah Moms Menyisir Rambut Bayi 1.jpg

foto: istockphoto.com

Rambut bayi boleh disisir kapan pun. Tidak ada usia yang ditentukan untuk mulai menyisir rambut bayi.

"Sebagian besar bayi terlahir botak, tetapi banyak juga bayi yang lahir dengan rambut lebat yang mungkin perlu disisir,” kata Dr. Varsha Saxena, seorang dokter anak di HSR Layout, Bangalore, seperti dilansir dari Channel Doctor’s Circle.

Meskipun begitu, jenis sisir yang digunakan haruslah aman bagi kulit kepala bayi. Adapun sisir yang digunakan untuk menyisir rambut bayi harus memiliki bulu yang lembut dan bergigi renggang.

Selain itu, sisir yang digunakan menyisir rambut bayi juga tidak boleh digunakan oleh anggota keluarga lain.

Baca Juga: Perlukah Mencukur Rambut Bayi Baru Lahir Sampai Botak?

Mengapa Rambut Bayi Perlu Disisir?

Perlukah Moms Menyisir Rambut Bayi 2.jpg

foto: redtri.com

Ada beberapa alasan mengapa rambut bayi perlu disisir, antara lain:

1. Melancarkan Aliran Darah

Menyisir rambut bayi menggunakan sisir bayi dengan bulu yang lembut dapat membantu meningkatkan dan melancarkan aliran darah ke kulit kepala dan menstimulasi pertumbuhan rambut yang sehat.

2. Membuat Bayi Lebih Rileks

Menyisir rambut bayi dengan lembut dapat memberikan perasaan yang sangat terapeutik, sehingga dapat membuatnya merasa tenang.

3. Merangsang Sistem Saraf

Ketika menyisir rambut bayi, kepalanya seolah sedang dipijat. Bukan hanya membuat bayi merasa lebih rileks, tetapi sensasi ini juga dapat merangsang sistem sarafnya. Meningkatkan sistem saraf pusat yang lebih kuat sehingga bayi akan memiliki otak yang lebih sehat.

4. Membersihkan Cradle Crap

Bayi baru lahir, terutama dalam beberapa bulan cenderung mengalami cradle crap atau kulit kepala berkerak. Meskipun kondisi ini tidak berbahaya dan biasanya sembuh dengan sendirinya, menyisir rambut bayi secara teratur akan membantu membersihkannya lebih cepat. Bahkan mencegahnya muncul kembali.

Baca Juga: Mengapa Tebal Rambut Bayi yang Baru Lahir Berbeda-Beda?

Bagaimana Cara Aman Menyisir Rambut Bayi?

Perlukah Moms Menyisir Rambut Bayi 3.jpeg

foto: sheknows.com

Selain menggunakan sisir berbulu lembut dan bergigi renggang, ada beberapa tips lain yang dapat Moms terapkan untuk menyisir rambut bayi dengan aman yaitu:

  1. Mulailah menyisir mulai dari ujung rambut di dekat leher. Rambut di area ini lebih mudah berantakan. Gunakan jari Moms untuk menguraikan rambut yang terlalu kusut. Pegang sebagian rambut dan cobalah menguraikannya tanpa memberi tekanan pada akarnya.
  2. Belah rambut menjadi dua bagian untuk memudahkan Moms ketika menyisirnya.
  3. Sisir rambut Si Kecil dua atau tiga kali sehari untuk menjaga rambutnya tetap halus dan sehat.
  4. Jika Moms memiliki bayi perempuan dan ingin menguncir rambutnya, jangan mengikat rambutnya terlalu kencang. Gunakan jepit rambut atau bandana yang lembut (khusus bayi).
  5. Jangan kuncir rambut bayi ketika masih basah. Biarkan mengering secara alami.
  6. Jangan gunakan produk rambut seperti semprotan atau gel pada rambut bayi.

Baca Juga: Cara Aman Agar Rambut Bayi Tumbuh Lebat

Menyisir Menyebabkan Rambut Bayi Rontok?

Perlukah Moms Menyisir Rambut Bayi 4.jpg

foto: endhairloss.eu

Dilansir dari Parents.com, Alan Greene, MD, seorang dokter anak yang juga pendiri dari DrGreene.com, menjelaskan bahwa sebagian besar bayi akan memiliki dua fase pertumbuhan rambut selama tahun pertama kehidupan.

Di mana rambut awal yang Moms lihat ketika Si Kecil lahir memang akan rontok secara alami sebelum rambut barunya tumbuh (beberapa bayi mengalaminya sebelum lahir sehingga terlahir dalam kondisi botak). Ini merupakan kondisi yang normal dan bukan disebabkan karena Moms menyisir rambut bayi.

Namun, jika seiring bertambahnya usia Si Kecil rontoknya justru semakin parah. Dr. Greene mengatakan bahwa kemungkinan ada penyebab lain, seperti cradle crap yang parah, masalah autoimun, telogen effluvium, anagen effluvium, dan lain-lain.

Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan cara menanganinya.

Nah, ternyata rambut bayi boleh disisir ya Moms. Apakah Moms ingin melakukannya?

(RGW)

Artikel Terkait