BAYI
18 Juni 2020

Botulisme Pada Bayi, Ketahui 6 Fakta Penting Ini!

Penyebabnya bukan hanya madu lho, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Dokter dan ahli sering kali menghimbau orang tua untuk tidak memberikan madu pada bayi di bawah 12 bulan karena berisiko menyebabkan botulisme.

Sebenarnya, botulisme itu apa sih, Moms? Apakah berbahaya bagi bayi?

6 Fakta Tentang Botulisme pada Bayi yang Perlu Moms Ketahui

Ketahui berbagai fakta tentang botulisme pada bayi di bawah ini.

1. Tidak Hanya Disebabkan Konsumsi Madu

Botulisme Pada Bayi, Ketahui XX Fakta Penting Ini! 1

Foto: medicalnewstoday.com

“Botulisme disebabkan oleh racun yang diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum. Penyebab utama botulisme pada bayi adalah penularan racun tersebut melalui spora botulisme aerol di tanah, khususnya di daerah dekat lokasi konstruksi yang tenahnya terganggu,” kata Uzma Hasan, MD, Kepala Divisi Penyakit Menular Anak di SBMC, seperti dikutip dari RJW Barnabas Health.

“Saluran pencernaan bayi belum cukup matang untuk menangani spora. Mereka kemudian mulai tumbuh, melepaskan racun, dan menyebabkan masalah pada tubuh bayi.”

Berbagai faktor risiko lain, menurut Dr. Hasan, termasuk konsumsi madu dan makanan yang diawetkan dengan cara tidak benar atau terpapar debu.

Baca Juga: Kenapa Bayi Tidak Boleh Makan Madu?

2. Gejalanya Meliputi Masalah Pencernaan dan Kelesuan

Botulisme Pada Bayi, Ketahui XX Fakta Penting Ini! 2

Foto: mb.ntd.com

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention, bayi dengan botulisme dapat menunjukkan gejala seperti:

  • Lesu
  • Nafsu makan yang buruk
  • Sembelit
  • Tangisan yang terdengar lemah
  • Kelemahan atau kelumpuhan otot

Jika gejala-gejala di atas tidak diobati, botulisme pada bayi dapat berkembang dan gejalanya dapat memburuk sehingga menyebabkan kelumpuhan otot-otot tertentu, termasuk otot-otot yang digunakan dalam pernapasan, lengan, kaki, dan badan (mulai dari leher hingga panggul).

Baca Juga: Bayi Tak Boleh Konsumsi Madu, Ini Dia Penjelasan Para Ahli

3. Bayi Di Bawah 6 Bulan Memiliki Risiko Tinggi

Botulisme Pada Bayi, Ketahui XX Fakta Penting Ini! 3

Foto: familychasers.com

Dr. Alan Greene melalui drgreene.com mengungkapkan bahwa usia puncak di mana bayi sangat rentan terhadap botulisme adalah ketika mereka berusia antara 2 hingga 4 bulan.

Namun, menurutnya bayi masih mungkin berisiko sampai mereka berusia 9 hingga 11 bulan.

4. Botulisme Pada Bayi Bukanlah Penyakit Menular

Botulisme Pada Bayi, Ketahui XX Fakta Penting Ini! 4

Foto: magicmaman.com

Meskipun umum terjadi pada bayi, Dr. Greene juga mengungkapkan bahwa infant botulisme bukanlah penyakit yang dapat menular dari satu penderita ke penderita lainnya.

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, umumnya bayi terpapar racun bakteri Clostridium botulinum dari makanan, tanah, ataupun debu.

Baca Juga: Kenali Gejala dan Penyebab Penyakit Botulisme Pada Balita yang Bisa Menyebabkan Kelumpuhan

5. Masih Dapat Diobati Menggunakan Antitoksin

Botulisme Pada Bayi, Ketahui XX Fakta Penting Ini! 5

Foto: tyt.com.my

American Academy of Pediatrics (AAP) menyampaikan bahwa hampir semua bayi yang mengalami botulisme perlu dirawat di rumah sakit. Pasalnya, bayi harus dirawat dengan baik dan dipantau kondisinya, terutama pernapasannya.

Dalam keadaan khusus, dokter biasanya memberikan antitoksin intravena yang berfungsi menghambat aktivitas toksin dalam aliran darah bayi. Antitoksin juga membantu meringankan gejala ketika diberikan pada awal proses infeksi.

Meskipun dapat digunakan untuk mengobati botulisme luka (wound botulism), antibakteri umumnya tidak boleh digunakan dalam kasus botulisme pada bayi.

6. Pencegahan Dapat Sulit Dilakukan

Botulisme Pada Bayi, Ketahui XX Fakta Penting Ini! 6

Foto: cyprushealthyliving.com

Seperti halnya kuman, spora Clostridium botulinum yang menyebabkan botulisme pada bayi tersebar di lingkungan sekitar bayi. Mereka dapat ditemukan pada debu dan kotoran, bahkan di udara. Oleh karena itu, para ahli tidak mengetahui cara pasti untuk mencegah botulisme bayi.

Namun, menurut Kids Health, salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengurangi risiko botulisme adalah dengan tidak memberikan madu atau makanan olahan yang mengandung madu sebelum bayi berusia 1 tahun.

Baca Juga: Madu untuk Bayi, Bolehkah?

Madu adalah sumber bakteri Clostridium botulinum dan terbukti telah menyebabkan botulisme pada bayi yang mengonsumsinya. Meskipun sirup jagung tidak terbukti berkaitan dengan botulisme, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikannya pada bayi.

Setelah mendapatkan perawatan yang tepat, sebagian besar bayi dapat pulih sepenuhnya dari botulisme. Meskipun pengobatan botulisme pada bayi biasanya memakan waktu selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan.

Artikel Terkait