BAYI
2 Juni 2020

Bronkitis pada Bayi, Cari Tahu Lebih Dalam Yuk Moms!

Ketahui penjelasannya lebih rinci berikut ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tidak hanya di usia dewasa, bayi juga bisa mengalami penyakit bronkitis. Karena itu, Moms perlu mengetahui penyebab, penanganan, dan dampak bronkitis pada bayi.

Menurut RaisingChildren.net.au, bronkitis adalah peradangan pada saluran udara besar yang menghubungkan batang tenggorokan ke paru-paru.

Bila Si Kecil menderita bronkitis, ia mungkin bernapas lebih keras dan menghasilkan lebih banyak lendir dari biasanya, tetapi biasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Perawatan bronkitis tergantung pada penyebab infeksi.

Ketahui lebih lanjut tentang penyebab, penanganan, dan dampak bronkitis pada bayi berikut ini, Moms.

Penyebab Bronkitis pada Bayi

bronkitis pada bayi-1.jpg

Foto: health.harvard.edu

Dokter Spesialis Anak Konsultan Respirologi RS Pondok Indah - Pondok Indah, dr. Wahyuni Indawati, Sp. A (K), menjelaskan apa yang menjadi penyebab bronkitis pada bayi.

"Bronkitis adalah istilah umum yang digunakan untuk menunjukkan adanya proses peradangan di saluran napas bawah atau bronkus. Penyebab bronkitis pada anak dapat terjadi karena proses infeksi, yaitu infeksi virus, proses alergi ataupun proses karena faktor iritan," jelasnya.

Baca Juga: Lidah Bayi Putih, Pertanda Sakit?

Pengobatan Bronkitis pada Bayi

bronkitis pada bayi-2.jpg

Foto: babycenter.com

Lebih lanjut, dr. Wahyuni menjelaskan penanganan dan pengobatan bronkitis pada bayi tergantung dari penyebabnya, apakah karena virus, alergi, atau faktor iritan yang dialami Si Kecil.

"Apabila karena infeksi virus, pengobatannya suportif saja karena virus sifatnya self-limiting, jadi cukup pengobatan simptomatik seperti obat demam jika demam, cukupi cairan sesuai kebutuhan, nutrisi seimbang, dan berikan obat batuk berdahak jika diperlukan," terangnya.

Namun, bila penyebabnya alergi, maka Si Kecil harus dihindari dari faktor pencetus, dan dapat diberikan anti alergi ataupun anti peradangan dan obat pelega saluran napas (bronkodilator).

"Jika penyebabnya adalah faktor iritan, dapat dihilangkan penyebabnya dan diberikan obat simptomatik bila gejalanya cukup mengganggu," kata dr. Wahyuni.

Baca Juga: Keringat Bayi Beraroma Manis, 1 dari 8 Gejala Penyakit Genetik Urine Sirup Mapel

Karena itu, sebaiknya Moms perlu berkonsultasi dengan dokter anak agar diberikan pengobatan yang tepat.

Mengutip The Pediatrics Infectious Disease Journal, peresepan antibiotik yang tidak tepat untuk perawatan bronkitis akut awal pada anak diprediksi akan terjadi bronkitis akut dan pemberian resep antibiotik selanjutnya.

Sehingga, penyedia layanan kesehatan harus mempertimbangkan efek dari resep antibiotik yang tidak sesuai untuk bronkitis akut di masa kanak-kanak.

Dampak Bronkitis pada Bayi Saat Tumbuh Dewasa

bronkitis pada bayi-3.jpg

Foto: childrensrespiratorydoctor.co.uk

Moms mungkin bertanya-tanya bagaimana efek jangka panjang dari penyakit bronkitis pada bayi ketika Si Kecil sudah tumbuh dewasa, apakah akan berlanjut atau sembuh dengan sendirinya.

"Jika bronkitis pada bayi disebabkan infeksi, misalnya infeksi virus, maka akan self-limiting. Namun, bila karena iritan, jika dihilangkan iritannya dan ada kerusakan ringan, umumnya reversibel atau bisa sembuh," jelas dr. Wahyuni.

Baca Juga: Yuk Kenali Tanda Penyakit Kuning Pada Bayi

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika bronkitis pada bayi disebabkan karena faktor alergi, maka penyakitnya akan dapat berulang apabila pemicunya masih ada.

Penyakit bronkitis pada bayi juga akan mengalami beberapa dampak pada Si Kecil.

"Dampak bronkitis pada bayi akan mengganggu kualitas hidup anak, dan jika berlangsung kronik juga dapat mengganggu pertumbuhan anak," pungkas dr. Wahyuni.

Karena itu, jika mengalami penyakit bronkitis pada bayi, langsung konsultasikan ke dokter anak untuk penanganan lebih lanjut ya, Moms.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui mengenai bronkitis pada anak. Tetap wasapada ya Moms!

Artikel Terkait