BALITA DAN ANAK
21 Agustus 2020

Penyakit Cacar Air: Ini Fakta dan Mitosnya!

Ingat, penyakit ini menular ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ninta
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Varicella atau yang pada umumnya dikenal dengan sebutan cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Walaupun pada umumnya penyakit ini diderita saat masih kecil, namun banyak fakta penyakit cacar air yang tidak kita ketahui.

"Bertahun-tahun yang lalu, cacar air dianggap sebagai penyakit masa kanak-kanak yang jinak dan tak terhindarkan.

Namun, saat ini penyakit cacar air lebih jarang terjadi berkat vaksin untuk penyakit yang diperkenalkan di Amerika pada tahun 1995," jelas dokter Mary Anne Jackson, MD, direktur divisi penyakit menular di Children's Mercy Hospitals and Clinics di Kansas City, Missouri, dan anggota American Academy of Pediatrics (AAP) komite tentang penyakit menular.

Baca Juga: Tips Ini Bisa Moms Ikuti untuk Mencegah Anak Tertular Cacar Air

Fakta Penyakit Cacar Air

fakta penyakit cacar air

Foto: newshub.co.nz

Walau penyakit ini biasanya tergolong ringan pada sebagian besar anak-anak, akan tetapi penyakit cacar air juga bisa menjadi penyakit serius pada beberapa anak, remaja, dan orang dewasa.

Lalu, apa lagi fakta-fakta yang perlu orang tua pahami mengenai penyakit yang satu ini?

1. Merupakan Penyakit Menular

fakta penyakit cacar air

Foto: people.com

Penyakit cacar air adalah penyakit yang sangat menular dan dapat menyebar dengan mudah di udara oleh orang yang terinfeksi ketika bersin atau batuk. Penyakit ini juga menyebar melalui kontak dengan lepuh cacar air orang yang terinfeksi.

Karena penyakit cacar air sangat menular, orang yang tidak pernah menderita cacar air atau menerima vaksin penyakit cacar air bisa mengalaminya bahkan ketika ia hanya dengan berada di ruangan bersama seseorang penderita cacar air.

Baca Juga: Apa Makanan yang Bisa Dimakan Saat Cacar Air?

2. Gejalanya Dapat Menyebar di Seluruh Tubuh

fakta penyakit cacar air

Foto: newsnetwork.mayoclinic.org

Awalnya, penyakit cacar air muncul sebagai ruam merah yang sangat gatal dan berubah menjadi lepuh yang biasanya dimulai dari wajah sebelum akhirnya menyebar ke seluruh tubuh. Lepuh dapat muncul di mana saja, termasuk di mulut, kelopak mata, dan area genital anak.

Ruam penyakit cacar air berkembang dari benjolan merah menjadi lepuh berisi cairan hingga berujung menjadi kudis. Gejala lain yang juga bisa dialami termasuk demam, sakit kepala, dan kelelahan.

3. Penyakit Anak yang Menyeramkan untuk Orang Dewasa

fakta penyakit cacar air

Foto: themorningbulletin.com.au

"Secara umum, banyak penyakit menular lebih buruk jika dialami oleh orang dewasa daripada pada anak-anak. Orang dewasa mungkin memiliki komplikasi yang lebih parah dan mungkin memerlukan rawat inap," ujar dokter Amesh A. Adalja, M.D., senior associate di John Hopkins Center for Health Security.

Jika seorang dewasa belum pernah mengalami penyakit cacar air dan tidak pernah mendapatkan vaksinasi maka ia berisiko tinggi mengalami beragam komplikasi akibat penyakit cacar air. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi seperti pneumonia dan meningitis atau ensefalitis (infeksi otak).

Baca Juga: Tips Ini Bisa Moms Ikuti untuk Mencegah Anak Tertular Cacar Air

4. Bisa Dicegah dengan Vaksin

fakta penyakit cacar air

Foto: nbcnews.com

Cara paling pasti untuk melindungi anak dari penyakit cacar air adalah dengan memberikan vaksinasi. "Kami memiliki satu setengah dekade untuk melihat bagaimana vaksin bekerja dan ini sangat efektif. Dalam hampir 100 persen kasus akan mencegah penyakit serius ini pada orang yang sehat," kata dokter Mary Anne.

Menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat, tingkat kemanjuran total dengan pemberian vaksin sekitar 80 hingga 85 persen. Berarti bahwa antara 15 dan 20 persen orang yang divaksinasi mungkin masih terkena penyakit cacar air, tetapi mereka akan memiliki kasus yang lebih ringan.

5. Penyakit Cacar Air Tidak Berulang, Tetapi Bisa Menimbulkan Penyakit Lain

fakta penyakit cacar air

Foto: psychlopaedia.org

Setelah seorang anak terkena penyakit cacar air, ia mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Tetapi bertahun-tahun kemudian, anak bisa terkena penyakit shingles atau herpes zoster. Ini terjadi karena virus varicella zoster yang menyebabkan cacar air masih ada di dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, ada sekitar 1 juta kasus herpes zoster setiap tahun di Amerika. Siapa pun yang menderita cacar air bisa terkena herpes zoster tetapi risikonya meningkat seiring bertambahnya usia orang.

Namun, tak perlu cemas. Sekarang telah tersedia vaksin untuk herpes zoster yang direkomendasikan untuk orang dewasa yang berusia 60 tahun ke atas.

Mitos Cacar Air yang Tidak Perlu Dipercayai

Berikut ini adalah beberapa mitos tentang penyakit cacar air yang tidak terbukti sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan Moms di rumah apabila dialami Si Kecil.

Baca Juga: Apa Bahaya Hepatitis C Bagi Ibu Hamil?

1. Vaksin Membuat Cacar Air Tidak Mungkin Terjadi

Vaksin Cacar.jpeg

Foto: sandiegouniontribune.com

Dr. Nazia menjelaskan bahwa hampir semua atau lebih dari 99 persen anak-anak mengembangkan kekebalan terhadap penyakit cacar air setelah mendapatkan dua dosis vaksin.

"Sementara untuk anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa, rata-rata 78 persen mengembangkan kekebalan setelah menerima satu dosis dan 99 persen mengembangkan kekebalan setelah menerima dua dosis yang direkomendasikan," katanya.

Namun, Moms harus tahu bahwa walaupun beberapa anak yang divaksinasi masih akan terkena penyakit cacar air, umumnya mereka akan memiliki bentuk penyakit yang jauh lebih ringan dengan lepuh yang lebih sedikit, demam yang lebih ringan dan pemulihan yang cepat dibandingkan dengan orang yang tidak divaksinasi.

Vaksin akan menghadang semua anak dari virus adalah mitos penyakit cacar air. Namun, vaksin dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan meringkan gejala apabila terjangkit adalah faktanya.

2. Sekali atau Dua Kali Seumur Hidup

Orang tua terdahulu sering mengatakan penyakit cacar air hanya bisa dialami sekali dalam seumur hidup. Sayangnya itu hanya mitos cacar air.

Dr. Nazia menjelaskan faktanya adalah kebanyakan orang yang pernah terjangkit, akan mendapatkan kekebalan yang lebih. Dalam 90 persen kasus yang terjadi, pernah terserang akan memberikan kekebalan seumur hidup.

"Sisanya yang 10 persen, berpotensi terkena penyakit cacar air lebih dari sekali karena status kekebalan yang melemah," ujarnya.

3. Tidak akan Terkena Herpes Zoster

herpes zoster.jpg

Foto: mdedge.com

Cacar adalah infeksi awal dari VZV. Beberapa orang mengatakan orang yang sudah terkena penyakit cacar air tidak akan terserang herpes zoster karena sudah memiliki kekebalan tubuh. Padahal, meskipun sudah sembuh dari penyakit cacar air, tetapi virus ini tetap ada (tidak aktif) dalam sel-sel saraf seumur hidup.

Herpes zoster adalah ruam kulit dengan gejala yang menyakitkan dan dapat terjadi beberapa dekade kemudian karena reaktivasi virus penyakit cacar air dari keadaan laten dalam tubuh seseorang.

"Reaktivasi terjadi karena penurunan tingkat kekebalan, perubahan hormon, status emosi atau paparan sinar ultra-violet," kata Professor of Virology at Bangabandhu Sheikh Mujib Medical University (BSMMU), Dr. Saifullah Munshi.

Selain itu memang benar penyakit ini disebabkan oleh virus yang sama dengan penyakit cacar air. Akan tetapi, vaksin yang sama biasanya tidak memberikan kekebalan terhadapnya.

Jadi, tidak terserang virus herpes zoster karena sudah terserang penyakit cacar air adalah bagian dari mitos penyakit cacar air.

4. Lotion Calamin Membantu Meringankan Gatal

Dikutip dari KidsHealth, penderita penyakit cacar air banyak dianjurkan menggunakan lotion Calamin. Namun, tidak ada bukti klinis yang menunjukkan bahwa lotion calamin bisa menyembuhkan gejala penyakit cacar air.

Lotion calamin hanya menawarkan efek pendinginan sesaat ketika cairan menguap pada kulit. Akan tetapi, efek pengeringan ini dapat memperburuk kondisi dan sebenarnya bisa menyebabkan lebih gatal.

Baca Juga: 7 Jenis Masker Wajah Berdasarkan Masalah Kulit

5. Mandi, Ya atau Tidak?

Mandi - Cacar Air.jpg

Foto: roseyhome.com

Moms yang pernah mengalami atau salah satu anggota keluarganya terkena penyakit cacar air pasti sudah sering diperingatkan untuk tidak memandikannya. Padahal, hal itu hanya mitos penyakit cacar air.

Dr. Saifullah juga mengatakan sangat aman untuk mandi bagi orang yang terkena penyakit cacar air, bahkan mungkin mandi akan membuat merasa jauh lebih baik.

Namun Moms harus ingat bahwa saat mandi, seseorang harus menghindari menggosok luka lepuh yang ada karena dikhawatirkan dapat memindahkan bakteri dari kuku ke lesi cacar yang menyebabkan peradangan lebih lanjut dan mungkin meninggalkan bekas permanen kecil di kulit.

6. Penyakit Cacar Air pada Si Kecil yang Tak Normal

Cacar Air.jpeg

Foto: newsnetwork.mayoclinic.org

Banyak mitos penyakit cacar air mengatakan Si Kecil yang sakit selama lima hari dan masih mendapatkan bintik-bintik, mengalami sesuatu yang tidak normal.

Padahal sangat normal bagi anak-anak untuk mendapatkan lebih banyak bintik-bintik atau luka lepuh selama sekitar tujuh hari.

Demam awal seringkali dimulai kira-kira satu hari sebelum bintik-bintik keluar dan biasanya mulai mereda setelah sekitar tiga hari. Komplikasi sendiri sangat jarang terjadi pada anak yang sehat.

Akan tetapi, jika Moms khawatir, konsultasi dengan dokter harus dilakukan.

7. Membiarkan Si Kecil Terpapar Penyakit Cacar Air

Dikutip dari express.co.uk, penelitian telah menunjukkan bahwa satu dari delapan orang tua mengatakan bahwa mereka akan membiarkan anaknya untuk berada di sekitaran orang yang terkena penyakit cacar air.

Hal ini dilakukan untuk mengekspos atau membiarkan anak mereka agar terkena penyakit cacar air pada waktu yang bersamaan sehingga tidak akan terkena lagi pada saat tak terduga.

Tentu saja banyak dokter menganggap ini ide yang buruk. Bayangkan bagaimana perasaan Moms jika Si Kecil adalah satu dari 1.000 orang yang dirawat di rumah sakit dengan komplikasi yang disebabkan oleh pembiaran kita sendiri.

8. Tidak Perlu Minum Obat

Minum Obat Cacar Air.jpg

Foto: express.co.uk

Banyak mitos penyakit cacar air menganggap penderita tidak perlu minum obat karena obat tidak dapat membantu sakit yang disebabkan oleh virus.

Profesor Anne Goh, President of the Singapore Paediatric Society, mengungkapkan itu adalah tindakan salah. Menurutnya, antivirus khusus seperti Acyclovir dapat diresepkan oleh dokter untuk membantu mengurangi jumlah vesikel dan mungkin mempersingkat lamanya penyakit.

"Namun, obat tersebut harus diberikan pada awal penyakit atau dalam 48 jam pertama setelah penyakit cacar air muncul agar lebih efektif," katanya seperti dikutip asiaone.com.

9. Tidak berbahaya dan Tidak Menyebabkan Kematian

Cacar air tentu saja juga bisa berakibat fatal. Menurut Dr. Saifullah, terjadi peningkatan kematian pasien penyakit cacar air pada anak di bawah usia 14 tahun. Jika 20 tahun lalu hanya 1 persen anak yang meninggal karena penyakit cacar air, saat ini terjadi peningkatan menjadi 20 persen.

Selain itu, adanya komplikasi lain pada Si Kecil atau anggota keluarga yang terkena penyakit cacar air juga harus diperhatikan. Selain demam tinggi, ada risiko penyakit kulit, kemungkinan bekas luka dari lepuh yang terinfeksi, dan komplikasi serius yang lebih menakutkan, seperti radang selaput otak.

"Banyak yang gagal menyadari bahwa di luar dehidrasi, diare, dan infeksi kulit yang berhubungan dengan penyakit cacar air, infeksi dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius seperti radang selaput otak, pneumonia, dan, bahkan kematian, dalam kasus yang jarang terjadi," kata Prof. Goh juga mengingatkan.

Baca Juga: Simak Ciri-Ciri Cacar Air yang Harus Diwaspadai

Inilah sederet fakta dan mitos penyakit cacar air yang dapat terjadi pada anak dan dewasa. Cegah penyakit ini sejak dini dengan memberikan vaksin agar Si Kecil tetap sehat.

Artikel Terkait