3-12 BULAN
20 November 2019

Cacar Air pada Bayi, Ini 4 Fakta yang Harus Diketahui

Proses penyembuhannya akan memakan waktu lebih dari satu minggu
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Jika Moms menemukan kulit bayi yang melepuh, memerah, dan gatal yang muncul di seluruh tubuh, Moms harus berhati-hati.

Itu adalah tanda cacar air pada bayi atau yang sering disebut juga Varicella. Cacar air pada bayi sering disebabkan oleh virus.

Mary Anne Jackson, M.D., direktur divisi, penyakit menular di Children's Mercy Hospitals and Clinics di Kansas City, Missouri, dan anggota komite American Academy of Pediatrics (AAP) tentang penyakit menular mengatakan, cacar air pada bayi jarang terjadi.

“Jika ibu bayi menderita cacar air, atau vaksin cacar air, maka bayi dilindungi oleh antibodi ibu, yang bertahan selama beberapa bulan," katanya.

Meski begitu, hal ini sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Jadi cacar air ini sering dianggap biasa dan dianggap sebagai penyakit yang umum terjadi pada anak-anak. Tapi, apakah benar begitu Moms?

Baca Juga: Anak Kena Cacar Air, Harus Istirahat Berapa Lama?

Gejala Cacar Air pada Bayi

cacar air pada bayi (2).jpg

Ruam dan gatal adalah gejala yang paling umum terlihat dari cacar air pada bayi. Tubuh akan terinfeksi virus selama sekitar tujuh hingga 21 hari sebelum ruam dan gejala lainnya timbul.

Bahkan, Si Kecil bisa menularkan virus tersebut kepada teman-temannya hingga 48 jam sebelum ruam kulit mulai terjadi.

Gejala non-ruam dapat berlangsung beberapa hari seperti demam, sakit kepala dan kehilangan selera makan. Ada beberapa fase gejala cacar air pada bayi sebelum dinyatakan pulih.

Pertama, kulit Si Kecil akan terlihat memiliki benjolan merah atau merah muda di seluruh tubuh. Kemudian benjolan tersebut terisi cairan yang mudah pecah. Setelah itu, pecahan benjolan tersebut akan menjadi berkerak, berkeropeng, dan mulai sembuh.

Baca Juga: 4 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengobati Cacar Air pada Balita

Benjolan baru akan terus muncul sepanjang infeksi. Ruam ini mungkin sangat gatal, terutama sebelum keropeng.

Jaga agar SI Kecil tetap di rumah dan tidak menyebarkan virus lebih banyak. Butuh tujuh hingga 14 hari untuk menghilang bekas cacar air pada bayi hilang sepenuhnya.

Penyebab Cacar Air pada Bayi

cacar air pada bayi (1).jpeg

Virus Varicella-zoster (VZV) adalah penyebab infeksi cacar air pada bayi. Sebagian besar kasus terjadi melalui kontak dengan orang yang terinfeksi. Virus ini dapat menyebar melalui air liur, batuk, bersin dan kontak dengan cairan dari cacar air yang pecah.

Virus tersebut akan terus menyebar dan menguat saat sistem kekebalan tubuh Si Kecil sedang melemah.

Mengobati Cacar Air pada Bayi

cacar air pada bayi (1).jpg

Kebanyakan bayi yang didiagnosis dengan cacar air akan disarankan untuk mengelola mengobati sendiri gejala yang ada sambil menunggu virus melewati sistem tubuh Si Kecil. Moms akan diminta untuk menjaga anak di rumah saja untuk mencegah penyebaran virus.

Mungkin Moms akan bertanya-tanya, ampuhkah memberikan vaksin ketika buah hati sudah terkena cacar air. Tapi, hal tersebut sudah terlambat dan tidak memberikan pengaruh.

“Bila sudah timbul gelembung cacar air, berarti anak tersebut sudah tertular 3 - 7 hari yang lalu, virus cacar air sudah berkembang biak dan menyebar ke seluruh tubuh anak, sehingga vaksinasi cacar air tidak dapat menghentikan proses tersebut,” ujar Dr.dr.Soedjatmiko, SpA (K), MSi, dari Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Dokter mungkin akan meresepkan obat antihistamin atau salep topikal, atau Moms dapat membelinya tanpa resep untuk membantu meringankan rasa gatal pada Si Kecil.

Baca Juga: Agar Cepat Sembuh, Patuhi 6 Pantangan Penderita Cacar Air Ini

Moms juga dapat menenangkan kulit gatal Si Kecil dengan memandikannya dengan air hangat, mengoleskan lotion tanpa aroma, dan mengenakan pakaian ringan dan lembut.

Dokter juga mungkin akan meresepkan obat antivirus jika Moms mengalami komplikasi dari virus atau berisiko terhadap efek samping.

Obat ini tidak menyembuhkan cacar air, hanya membuat gejalanya tidak terlalu parah dengan memperlambat aktivitas virus. Ini akan memungkinkan sistem kekebalan tubuh pulih lebih cepat.

Mencegah Cacar Air pada Bayi

cacar air pada bayi (3).jpg

Vaksin cacar air akan mencegah cacar air pada 98 persen orang yang menerima dua dosis yang direkomendasikan. Si Kecil harus mendapatkan vaksin ini ketika mereka berusia antara 12 dan 15 bulan, dan saat 4 atau 6 tahun.

Cara terbaik untuk melindungi bayi dari cacar air selama tahun pertama kehidupan adalah menjauhkannya dari anak-anak dengan penyakit aktif.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, para peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menemukan bahwa cacar air pada anak di bawah 1 tahun menurun hampir 90 persen antara 1995 (tahun vaksin diperkenalkan di AS) dan 2008 Karena begitu banyak populasi sekarang kebal terhadap cacar air, bayi memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit ini.

“Jika bayi Anda dinyatakan sehat, dokter anak Anda kemungkinan besar akan menjelaskan seperti apa bentuk virus dan memberi tahu Anda. Jika sekitar dua minggu Anda melihat kulit melepuh, segera hubungi dokter,” kata Dr. Mary.

Selama proses penyembuhan, Moms harus tetap sabar dan bantu membangun antibodi bayi agar cacar air pada bayi dapat cepat disembuhkan.

(FAR)

Artikel Terkait