PROGRAM HAMIL
17 November 2019

Cadangan Ovarium Berkurang, Peluang Kehamilan Pun Menipis

Prosedur kemoterapi dan paparan radiasi dapat menjadi penyebab berkurangnya cadangan ovarium
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Menurut American College of Obstetricians & Gynecologists(ACOG), wanita lahir dengan sejumlah telur di dalam ovarium. Inilah yang disebut dengan cadangan ovarium.

“Jika Dokter mengatakan bahwa cadangan ovarium rendah atau berkurang, berarti jumlah atau kualitas telur lebih rendah dari yang diharapkan sesuai usia,” ungkap Endokrinologi Reproduksi dari Universitas Alabama, Birmingham, Deidre Gunn, M.D.

Kenali apa saja penyebab berkurangnya cadangan ovarium serta bagaimana jalan keluar agar tetap dapat memiliki keturunan, meski mengalami pengurangan cadangan ovarium berikut ini.

1. Penyebab Berkurangnya Cadangan Ovarium

penyebab berkurangnya cadangan ovarium

Foto: hotzerunkle.com

Tahun reproduksi wanita biasanya berkisar antara akhir remaja hingga akhir usia 20-an. Saat melewati usia tersebut, jumlah cadangan telur secara alami akan turun.

Termasuk juga kualitasnya, karena telur yang tersisa cenderung memiliki kromosom abnormal yang membuat pembuahan menjadi lebih sulit.

Akibatnya, kemampuan wanita untuk hamil akan menurun secara bertahap setelah usia 30 tahun dan menurun semakin banyak saat mencapai pertengahan usia 30 tahun.

Baca Juga: Menemukan Kista Ovarium Saat Hamil, Tindakan Apa yang Harus Dilakukan?

Penyebab berkurangnya cadangan ovarium ini bisa terjadi karena beberapa hal, antara lain tindakan kemoterapi, radiasi, mutasi gen yang berkaitan dengan fungsi ovarium, hingga endometriomas (kista yang terbentuk karena kondisi endometriosis).

Hal yang menjadi penyebab berkurangnya cadangan ovarium juga dapat terjadi akibat dari operasi ovarium, misalnya karena adanya kista ovarium atau kanker ovarium.

Beberapa ahli juga percaya bahwa penyakit radang panggul yang terjadi ketika bakteri dari infeksi menular seksual tidak diobati dan menyebar ke organ reproduksi, maka hal tersebut dapat menjadi penyebab berkurangnya cadangan ovarium.

2. Tes Cadangan Ovarium

penyebab berkurangnya cadangan ovarium

Foto: embryologyivftraining.com

Ada beberapa tes yang dapat dijalani untuk mengetahui cadangan ovarium, yaitu USG transvaginal dan tes darah.

Tes ini akan menentukan berapa banyak telur yang telah mencapai tahap perkembangan lanjutan, sehingga dapat menunjukkan jumlah total telur yang tersisa.

Pada setiap siklus menstruasi dan dalam persiapan untuk ovulasi, beberapa telur akan tumbuh dan mengumpulkan cairan ke dalam kantung yang disebut folikel antral.

Biasanya, hanya satu telur yang cukup matang untuk pembuahan dan sisanya mati. Meskipun dalam beberapa kasus, ada dua telur yang dilepaskan dan Moms menjadi hamil bayi kembar.

Rata-rata cadangan ovarium pada usia 25-34 tahun adalah sekitar 15-30 folikel antral dan kurang dari 10 folikel antral dianggap rendah.

Baca Juga: Ini Dia Segenap Penyebab Kista Ovarium yang Harus Moms Hindari

3. Jalan Keluar

penyebab berkurangnya cadangan ovarium

Foto: scarymommy.com

Setelah mengetahui penyebab berkurangnya cadangan ovarium dan menjalani tes, Moms akan berkonsultasi dengan Dokter untuk mencari jalan keluar jika Moms ingin memiliki anak.

Dalam beberapa kasus, wanita dengan kondisi penurunan cadangan ovarium akan diberi obat kesuburan, seperti clomiphene untuk merangsang ovulasi.

Obat ini juga dapat digunakan bersama dengan inseminasi intrauterin (IUI) dimana sperma ditempatkan pada rahim guna meningkatkan kemungkinan Moms hamil pada siklus tertentu.

Baca Juga: Amankah Ibu Hamil Terkena Kista Ovarium?

Namun jika perawatan ini belum menemukan hasil dan usia Moms pun juga semakin bertambah, maka Dokter akan menyarankan metode bantuan kehamilan.

“Jika memiliki jumlah telur sedikit, Anda biasanya tidak memiliki banyak waktu untuk mencoba-coba. Kami pasti akan merekomendasikan untuk mempertimbangkan melakukan IVF lebih cepat,” ungkap Dokter Fertilitas di Olive Fertility Centre, Vancouver, Beth Taylor.

Artikel Terkait