BALITA DAN ANAK
19 Maret 2020

Campak pada Anak, Obati dengan Tips Sederhana Berikut Ini

Lakukan hal ini jika anak terserang campak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Siapa yang tidak mengenal campak? Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus.

Campak ini sering menyerang anak-anak dan merupakan penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu, untuk mencegah virus ini menyerang anak-anak, imunisasi campak sangat disarankan, untuk mencegahnya.

Virus campak sendiri penularannya bisa dari mana saja, seperti udara, dari batuk atau bersin seseorang yang terinfeksi campak,serta benda-benda yang mungkin sudah terkontaminasi. Jika sudah tertular, maka virus akan menyebar ke seluruh bagian tubuh.

Umumnya para penderita campak harus diisolasi di rumah dan tidak boleh keluar hingga benar-benar sembuh, agar tidak menularkan virus tersebut pada orang lain.

Baca Juga: 8 Gejala Campak yang Wajib Dikenali pada Balita

Cara Mengobati Campak pada Anak yang Efektif

campak pada anak

Foto: medicalxpress.com

Saat ini memang masih belum dijumpai terapi spesifik untuk campak pada anak. Biasanya, campak tanpa komplikasi akan hilang dengan sendirinya, dalam waktu 7-10 hari setelah infeksi terjadi.

Meski demikian, ada sejumlah obat-obatan serta langkah yang bisa Moms coba sebagai terapi untuk mengatasi dan mencegah virus campak pada anak.

  • Paracetamol (asetaminofen), buprofen atau aspirin, untuk menurunkan demam dan meringankan nyeri badan. Hindari pemberian aspirin pada anak di bawah 16 tahun dan perhatikan pemberian dosis obat-obatan tersebut, untuk mencegah gangguan hati.
  • Minum air putih 6-8 gelas per hari, untuk mencegah dehidrasi.
  • Pemberian vitamin A, untuk mencegah komplikasi campak pada anak.
  • Istirahat yang cukup, untuk membantu sistem pertahanan tubuh.
  • Gunakan humidifier untuk mengurangi batuk dan nyeri tenggorokan. Bila tidak memiliki humidifier, letakkan semangkuk air hangat yang telah dicampur satu sendok teh perasan air lemon, dan dua sendok madu di ruangan.
  • Bersihkan kotoran mata dengan kain bersih dan hangat.
  • Jauhi asap rokok
  • Antibiotik biasanya diberikan bila telah terjadi komplikasi. Infeksi campak pada anak disebabkan oleh virus, dan antibiotik tidak berguna pada infeksi virus.

Baca Juga: Terlihat Mirip, Begini Cara Membedakan Penyakit Campak dan Roseola Pada Bayi

Meskipun infeksi campak dapat hilang dengan sendirinya tanpa komplikasi sekalipun, kita tetap harus berkunjung ke dokter untuk mengetahui pencegahan penularan. Berikut ini beberapa tindakan pencegahan penularan virus campak yang dapat dilakukan.

  • Isolasi penderita pada saat periode penularan.
  • Pastikan anak menerima vaksim campak saat Si Kecil berusia 9 bulan. Kemudian, booster diberikan pada usia 15 bulan. Berikan vaksin campak segera pada individu dewasa yang belum pernah menerimanya.

Jangan Sepelekan Gejala Campak pada Anak

campak pada anak

Foto: medicalnewstoday.com

Gejala campak pada anak muncul pada 10-14 hari setelah penderita terpapar oleh virus campak. Berikut ini gejala umum infeksi virus campak yang bisa dialami penderitanya.

  • Demam
  • Batuk kering
  • Pilek
  • Nyeri tenggorokan
  • Mata merah
  • Nyeri badan
  • Bercak koplik, berupa bercak putih dengan warna keabu-abuan di tengah, pada bagian bawah mukosa pipi dalam yang berwarna merah
  • Ruam kulit yang dimulai dari wajah kemudian menyebar ke lengan, badan, dan kaki. Empat hari sebelum dan sesudah ruam muncul, merupakan fase yang sangat menular. Ruam dapat membantu untuk menentukan tindakan isolasi pasien campak pada anak.

Baca Juga: 5 Hal Yang Perlu Diperhatikan saat Bayi Campak

Anak yang terinfeksi virus campak juga bisa mengalami gejala berupa infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan atas, radang paru-paru, serta radang otak.

Oleh karena itu, jika anak mulai menunjukkan gejala campak, segera bawa ke dokter, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait