BALITA DAN ANAK
3 Agustus 2020

Campak pada Anak, Ketahui Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dan Pantangannya

Lakukan hal ini jika anak terserang campak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Siapa yang tidak mengenal campak? Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus.

Campak ini sering menyerang anak-anak dan merupakan penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu, untuk mencegah infeksi campak pada anak-anak, imunisasi campak sangat disarankan.

Virus campak sendiri penularannya bisa dari mana saja, seperti udara, dari batuk atau bersin seseorang yang terinfeksi campak,serta benda-benda yang mungkin sudah terkontaminasi. Jika sudah tertular, maka virus akan menyebar ke seluruh bagian tubuh.

Umumnya para penderita campak harus diisolasi di rumah dan tidak boleh keluar hingga benar-benar sembuh, agar tidak menularkan virus tersebut pada orang lain.

Baca Juga: 8 Gejala Campak yang Wajib Dikenali pada Balita

Gejala Campak pada Anak

gejala campak pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Campak adalah infeksi pernapasan yang sangat menular. Ini menyebabkan ruam kulit total dan gejala mirip flu.

Mengutip Kids Health, campak atau rubeola disebabkan oleh virus, jadi tidak ada perawatan medis khusus untuk mengatasinya.

Karena itu, jika terjadi campak pada anak maka Si Kecil harus minum banyak cairan, banyak istirahat, tinggal di rumah dan tidak ke sekolah atau tempat penitipan anak untuk mencegah penyebaran infeksi.

Mengutip Journal of American Medical Association, gejalanya bisa termasuk konjungtivitis, yang kadang-kadang disebut pinkeye. Si Kecil juga biasanya akan mengalami batuk, pilek, dan demam tinggi.

Campak pada anak menyebabkan gejala seperti diare atau infeksi telinga. Setelah anak dengan campak sakit selama 2 sampai 3 hari, biasanya muncul ruam. Ruam dimulai pada wajah dan menyebar ke kulit bawah menuju kaki. Ruam ini bisa bertahan lebih dari seminggu sebelum hilang.

Anak-anak juga mungkin memiliki bintik-bintik merah kecil dengan warna biru-putih di bagian tengahnya di dalam mulut sebelum muncul ruam. Ruam campak pada anak akan pecah 3-5 hari setelah gejala mulai.

Penting dicatat, bahwa penyakit campak sangat menular. Faktanya, 9 dari 10 orang yang tidak divaksinasi campak akan terinfeksi campak jika berada di dekat orang yang terinfeksi.

Campak bisa berbahaya, terutama jika terjadi pada bayi dan anak kecil. Konsekuensi negatif dari campak dapat mencakup pneumonia (infeksi paru-paru yang serius), kerusakan otak, tuli, atau bahkan kematian.

Baca Juga: Terlihat Mirip, Begini Cara Membedakan Penyakit Campak dan Roseola Pada Bayi

Penyebab Campak pada Anak

penyebab campak pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Mayo Clinic, campak pada anak adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus yang bereplikasi di hidung dan tenggorokan anak, atau orang dewasa yang terinfeksi.

Bila Si Kecil yang terinfeksi campak batuk, bersin atau berbicara, tetesan atau droplet yang terinfeksi bisa menyemprot ke udara, di mana orang lain dapat menghirupnya.

Tetesan yang terinfeksi ini juga dapat jatuh di permukaan, di mana virusnya tetap aktif dan menular selama beberapa jam. Orang lain dapat tertular virus dengan meletakkan jari-jari di mulut atau hidung atau menggosok mata setelah menyentuh permukaan yang terinfeksi.

Perlu diketahui, ada kelompok yang masuk dalam faktor risiko terinfeksi campak. Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga: 5 Hal Yang Perlu Diperhatikan saat Bayi Campak

1. Tidak Divaksinasi

Jika Si Kecil belum menerima vaksin campak, kemungkinan besar ia akan terserang lebih mudah penyakit campak pada anak.

2. Bepergian Internasional

Jika Moms dan Si Kecil bepergian ke luar negeri, terutama negara-negara berkembang, akan lebih rentan terinfeksi dengan campak pada anak.

3. Kekurangan Vitamin A

Bila Si Kecil tidak memiliki cukup vitamin A dalam makanan yang ia konsumsi, kemungkinan besar anak dapat memiliki gejala dan komplikasi campak yang lebih parah.

Baca Juga: 4 Bahaya Balita yang Kekurangan Vitamin D

Cara Mengatasi Campak pada Anak

cara mengatasi campak pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Saat ini memang masih belum dijumpai terapi spesifik untuk campak pada anak. Biasanya, campak tanpa komplikasi akan hilang dengan sendirinya, dalam waktu 7-10 hari setelah infeksi terjadi.

Meski demikian, ada sejumlah obat-obatan serta langkah yang bisa Moms coba sebagai terapi untuk mengatasi dan mencegah virus campak pada anak.

1. Paracetamol

Paracetamol (asetaminofen), buprofen atau aspirin, bisa digunakan untuk mengatasi campak pada anak agar menurunkan demam dan meringankan nyeri badan.

Namun, hindari pemberian aspirin pada anak di bawah 16 tahun dan perhatikan pemberian dosis obat-obatan tersebut, untuk mencegah gangguan fungsi hati.

2. Minum Air Putih

Perawatan campak pada anak akan tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan umum anak. Bentuk pengobatan juga tergantung pada seberapa parah kondisinya.

Mengutip Stanford Children's Health, Moms dapat memastikan agar Si Kecil minum lebih banyak cairan, setidaknya minum air putih 6-8 gelas per hari, untuk mencegah dehidrasi.

Baca Juga: Anak Susah Minum Air Putih, Ini 4 Cara Memenuhi Kebutuhan Cairannya

3. Konsumsi Vitamin A

Pemberian vitamin A dapat mencegah komplikasi campak pada anak. Melansir National Health Service, vitamin A dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, menambah kualitas penglihatan, dan menjaga kulit tetap sehat.

Selain sebagai memperkuat kekebalan tubuh, vitamin A juga berfungsi sebagai antioksidan dan melawan kerusakan sel.

"Melalui perannya dengan pertumbuhan dan pembelahan sel, vitamin A punya peran penting dalam pembentukan dan pemeliharaan normal jantung, paru-paru, ginjal, dan organ vital lainnya," ujar Dr. Sherry Ross, pakar kesehatan wanita di Providence Saint John's Health Center di Santa Monica, California, mengutip Live Science.

4. Istirahat Cukup

Istirahat yang cukup juga dapat membantu sistem pertahanan tubuh jika mengalami campak pada anak.

Sebagai tips, Moms bisa menggunakan humidifier untuk mengurangi batuk dan nyeri tenggorokan. Bila tidak memiliki humidifier, letakkan semangkuk air hangat, lalu campur satu sendok teh perasan air lemon dan dua sendok madu.

5. Awasi Penggunaan Antibiotik

Antibiotik biasanya diberikan bila telah terjadi komplikasi campak pada anak. Ini karena campak pada anak disebabkan oleh virus, dan penggunaan antibiotik tidak berguna pada infeksi virus.

Selain itu, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian antibiotik secara terus menerus dengan cara yang tidak tepat, baik itu dalam hal indikasi pemberian, dosis, dan lamanya pemberian, dapat menyebabkan tubuh mengalami terjadinya resistensi terhadap bakteri.

6. Mengobati Sakit Mata

Karena gejala mata merah atau pinkeye, Moms bisa melakukan pengobatan terhadap mata merah sebagai gejala campak pada anak.

Mengutip National Health Service, lakukan dengan lembut ketika hendak membersihkan kerak dari kelopak mata dan bulu mata Si Kecil dengan menggunakan wol kapas yang dibasahi air.

Selain itu, tutup tirai atau redupkan lampu untuk membantu jika cahaya terang menyakiti mata anak.

7. Mengobati Gejala Seperti Pilek

Jika Si Kecil memiliki gejala seperti pilek atau batuk karena campak pada anak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu ia merasa lebih nyaman.

Misalnya, mungkin membantu anak untuk duduk di kamar mandi yang panas dan beruap, atau meletakkan handuk basah untuk melembapkan udara, yang dapat membantu meredakan batuk.

Si Kecil juga bisa minum minuman hangat, terutama yang mengandung lemon atau madu, sehingga dapat membantu merelaksasi saluran udara, mengendurkan lendir, dan meredakan batuk karena campak pada anak.

Tetapi ingat, penggunaan madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah 12 bulan.

8. Melihat Tanda-tanda Penyakit Serius

Jika Si Kecil menderita campak pada anak, Moms harus mengawasi tanda-tanda komplikasi serius pada campak yang kadang-kadang dapat terjadi.

Tanda-tanda masalah yang lebih serius termasuk sesak napas, sakit dada yang tajam dan terasa lebih buruk saat bernapas, batuk darah, rasa kantuk, kebingungan, kejang.

Baca Juga: Minum Antibiotik Saat Menyusui, Berdampakkah Pada Si Kecil?

Pantangan Penyakit Campak pada Anak

pantangan campak pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun infeksi campak pada anak dapat hilang dengan sendirinya tanpa komplikasi sekalipun, Moms tetap harus berkunjung ke dokter untuk mengetahui pencegahan penularan.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui sebagai bentuk pantangan dan pencegahan jika terinfeksi campak pada anak.

1. Hindari Berinteraksi dengan Orang Lain

Karena campak sangat menular dari sekitar empat hari sampai empat hari setelah ruam pecah, anak yang tertular campak tidak boleh keluar atau melakukan kegiatan di mana mereka berinteraksi dengan orang lain.

Selain itu, hindari pertemuan dengan orang lain yang tidak diimunisasi, sehingga menjauhkan infeksi penyakit campak pada anak kepada orang lain.

Baca Juga: Ini Deretan Vaksin yang Wajib Diberikan untuk Si Kecil!

2. Jangan Lupa Vaksinasi

Mendapatkan vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah campak pada ank. Dua dosis vaksin campak terbukti 97% mencegah infeksi campak, mengutip Centers for Disease Control and Prevention.

Ada dua vaksin yang tersedia, yaitu vaksin MMR dan vaksin MMRV. Vaksin MMR adalah vaksinasi 3-in-1 yang dapat melindungi anak dari campak, gondong, dan rubela.

Sementara, vaksin MMRV melindungi terhadap infeksi yang sama seperti vaksin MMR dan juga mencakup perlindungan terhadap cacar air. Si Kecil dapat menerima vaksinasi pertama mereka di usia 12 bulan, dan dosis kedua antara usia 4 dan 6 tahun.

Efek samping vaksinasi biasanya ringan dan hilang dalam beberapa hari. Beberapa efek sampingnya dapat mencakup hal-hal seperti demam dan ruam ringan. Dalam kasus yang jarang terjadi, vaksin dikaitkan dengan jumlah trombosit yang rendah atau kejang.

3. Tidak Memiliki Kebiasaan Pola Hidup Bersih

Pantangan campak pada anak selanjutnya adalah tidak memiliki kebiasaan pola hidup yang bersih. Moms perlu mengajarkan kepada Si Kecil pentingnya mencuci tangan.

Mengutip Centers for Disease and Control Prevention, cucilah tangan dengan sabun dan air selama 20 detik, terutama setelah berada di tempat umum, setelah menyeka hidung, batuk, atau bersin.

Selain itu, jangan berbagi barang pribadi dengan orang yang mungkin sakit. Ini dapat mencakup hal-hal seperti peralatan makan, gelas minum, dan sikat gigi. Hindari juga kontak dengan orang yang sakit.

Pastikan untuk sering mencuci tangan dan mendisinfeksi permukaan atau benda yang sering disentuh anak sebagai bentuk pantangan dari infeksi campak pada anak.

Oleh karena itu, jika anak mulai menunjukkan gejala campak, segera bawa ke dokter, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten telah dimodifikasi oleh Orami Parenting

Artikel Terkait