2-3 TAHUN
10 Maret 2020

5 Cara Alami Mengatasi Masuk Angin Pada Anak

Masuk angin bukanlah suatu penyakit yang serius bagi Si Kecil dan bisa ditangani dengan cara yang alami
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Orami

Semakin bertambah usia dan perkembangan bayi, maka semakin besar juga rasa ingin tahunya dengan dunia luar.

Mereka akan mulai suka bermain di luar rumah dan berinteraksi dengan lingkungan luarnya. Hal tersebut juga memungkinkan Si Kecil rentan terkena masuk angin.

Dilansir dari American Academy of Pediatrics, pada dua tahun pertama hidupnya, anak mungkin mengalami 8-10 kali masuk angin. Ketika mereka sudah mulai masuk sekolah, masuk angin juga akan lebih sering terjadi.

Pada umumnya masuk angin terjadi karena terlalu lama bermain di luar dengan cuaca yang kurang bersahabat, buah hati telat makan, kehujanan, mengonsumsi makanan dan minuman dingin terlalu banyak, dan masih banyak penyebab lainnya.

Biasanya masuk angin juga menandakan Si Kecil akan terkena batuk pilek ataupun masalah pada pencernaan.

Memberikan obat terlalu sering setiap Si Kecil sakit juga kurang baik ya Moms, apalagi masuk angin juga sebenarnya bukanlah suatu penyakit yang serius.

Baca Juga: Makanan yang Bisa Meredakan Asam Lambung pada Anak

Mengatasi Masuk Angin Pada Anak

Tak perlu panik ya Moms, karena masuk angin sebenarnya akan sembuh dengan sendirinya.

Tapi, jika Si Kecil kurang nyaman dengan kondisi ini, kita bisa mengatasi masuk angin pada anak dengan cara berikut.

1. Hangatkan Tubuh Si Kecil

cara alami mengatasi masuk angin pada balita.jpg

Gunakan kayu putih atau balsam anak untuk menghangatkan tubuh Si Kecil dan mengatasi masuk angin.

Usapkan di area punggung, dada, perut, pergelangan dan telapak kaki.

Biasanya menghangatkan tubuh Si Kecil saat masuk angin bisa membuat ia nyaman apalagi menjelang tidur.

2. Bawang merah

cara alami mengatasi masuk angin pada balita 2.jpg

Saat hendak menghangatkan tubuh Si Kecil, Moms bisa mencampurkan bawang merah yang telah digeprek.

Seperti yang Moms ketahui bawang merah memang menjadi obat alami untuk mengatasi masuk angin, setelah digeprek dan dicampur dengan minyak kayu putih, Moms bisa mengoleskannya pada punggung, dada, dan perut Si Kecil.

Baca Juga: Bolehkah Anak Melakukan Veneer Gigi?

3. Sup Ayam

cara alami mengatasi masuk angin pada balita 3.jpg

Saat anak mengalami masuk angin, makanan tepat yang tepat dalam kondisi ini adalah sup.

Sup lebih dari obat tradisional, bahkan penelitian menunjukkan bahwa sup ayam memiliki sifat antiinflamasi.

Temperaturnya yang hangat juga berfungsi sebagai vaporizer, yang membantu melonggarkan lendir di saluran hidung.

4. Minuman Jahe

cara alami mengatasi masuk angin pada balita 4.jpg

Seperti yang kita ketahui jahe berkhasiat menghangatkan tubuh, tak hanya itu jahe juga dipercaya dapat mengatasi masuk angin, meredakan pusing, mual, muntah, batuk, dan mengurangi gangguan pencernaan seperti kembung.

Ahli kesehatan dari Reader’s Digest Association, Alyssa Jung, memaparkan, bahwa mengunyah potongan jahe atau mencampurkannya dengan minuman hangat membantu mengatasi kembung, sehingga mendorong gas dalam perut keluar.

Moms bisa menyajikan jahe dengan segelas teh hangat atau membuat minuman jahe yang telah direbus dengan gula merah.

Baca Juga: Tepat Mengobati TBC pada Anak dengan Mengetahui Gejalanya!

5. Humidifier

cara alami mengatasi masuk angin pada balita 5.jpg

Jika masuk angin Si Kecil disertai gejala batuk pilek. Maka, simpanlah humidifier di kamar anak untuk membantu mengurangi rasa tersumbat pada hidung.

Apalagi, bakteri dan jamur bisa tumbuh dengan cepat, penggunaan humidifier bisa membuat udara menjadi steril kembali.

Pantau terus kondisi Si Kecil karena tidak menutup kemungkinan masuk angin biasanya disertai dengan demam, maka lakukan penanganan yang tepat ya Moms.

Buat sirkulasi udara yang sejuk, gunakan pakaian yang tipis, kompres dengan air hangat, dan banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi, berikan obat penurun panas jika suhu tubuh Si Kecil di atas 38 derajat. Konsultasikan dengan dokter jika timbul gejala yang lebih serius.

(PSF/ERW)

Artikel Terkait