NEWBORN
11 Juni 2019

Cara Aman Menggunakan Bedak Bayi

Bayi perempuan lebih berisiko mengalami kanker akibat penggunaan bedak bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms tentu tidak asing dengan aroma khas bayi setelah mandi. Wanginya seperti perpaduan minyak telon dan bedak bayi yang terasa segar dan menenangkan.

Karena alasan itu pula, beberapa Moms sering mengusapkan bedak bayi pada Si Kecil hampir setiap selesai mandi, lebih tepatnya setiap hari.

Dalam beberapa penelitian, kebiasaan memberikan bedak bayi setiap hari rupanya dapat berdampak buruk pada kesehatan bayi lho, Moms. Untuk itu, penting bagi Moms tahu bagaimana cara aman menggunakan bedak bayi. Yuk simak ulasannya!

Baca Juga: Bedak Bayi Sembuhkan Lecet & Ruam?

Masalah Pernapasan

cara aman menggunakan bedak bayi

Foto: babycentre.co.uk

American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa kandungan talc atau tepung jagung dalam bedak bayi dapat berbahaya bagi kesehatan, terutama pada paru-paru bayi.

“Sebagian besar dokter anak merekomendasikan untuk tidak menggunakan bedak bayi. Siapapun yang mengenakan bedak bayi perlu menyadari bahwa bedak dapat terhirup dan menghasilkan reaksi pneumonik,” ungkap Direktur neonatology di Santa Monica Hospital sekaligus anggota American Academy of Pediatrics Committee, Dr. Hugh MacDonald, seperti dikutip dari mother.ly.

Penggunaan bedak bayi pada bayi yang sensitif juga bisa menimbulkan gejala asma hingga radang paru-paru. Karena ini juga, Moms harus tahu cara aman menggunakan bedak bayi.

Risiko Kanker

cara aman menggunakan bedak bayi

Foto: parenting.firstcry.com

Sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of the National Cancer Institute menemukan adanya hubungan antara penggunaan bedak bayi dan kanker ovarium invasif. Bahkan seorang wanita pernah melaporkan munculnya tumor ovarium karena penggunaan bedak bayi setiap hari pada area kewanitaannya.

Badan Kesehatan Internasional Dunia untuk Penelitian Kanker bahkan mengklasifikasikan talc sebagai hal yang ‘mungkin bersifat karsinogenik bagi manusia.’ Sehingga secara langsung juga menempatkan bedak bayi pada daftar barang penyebab kanker.

Meskipun ada beberapa bukti hubungan antara bedak bayi dan kanker, namun belum dapat dipastikan apakah ada kaitan langsung di antara keduanya. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui hal ini.

Agar tetap aman menggunakan bedak bayi, Moms harus memperhatiakn risiko-risikonya.

Baca Juga: Bedak Bayi Berbahaya Untuk Saluran Pernapasan Si Kecil?

Cara Aman Menggunakan Bedak Bayi

Cara Aman Menggunakan Bedak Bayi.jpg

Foto: dailyhive.com

Penggunaan bedak bayi paling sering dilakukan saat mengganti popok bayi. Bayangkan jika dalam sehari Moms perlu mengganti popok bayi minimal tujuh kali setiap hari, maka Si Kecil akan banyak terpapar bedak bayi.

Meski kebiasaan menggunakan bedak bayi sudah dilakukan sejak lama, namun sebenarnya tidak ada kebutuhan wajib menggunakannnya.

Jika Moms memilih untuk tetap melakukan kebiasaan penggunaan bedak bayi, maka pertimbangkanlah untuk melakukannya secara hati-hati dan seminimal mungkin. Pastikan Moms melakukan cara aman menggunakan bedak bayi.

Batasi juga penggunaan bedak bayi pada anak perempuan, karena partikel dalam bedak bayi dapat naik melalui vagina.

“Untuk mencegah bayi menghirup bedak bayi, usapkan bedak bayi di tangan Anda terlebih dahulu, jauh dari mata, hidung, dan bayi. Kemudian tepuk lembut bedak bayi ke kaki dan kulit di sekitar (tidak langsung pada) alat kelamin,” ungkap perawat sekaligus penulis buku Tiny Blue Lines: Reclaiming Your Life, Preparing For Your Baby, and Moving Forward in an Unplanned Pregnancy, Chaunie Brusie, RN, seperti dikutip dari verywellfamily.com.

Pastikan juga untuk tidak menaburkan langsung bedak bayi ke bagian tubuh Si Kecil dan jauhkan bedak bayi dari jangkauan anak-anak.

Baca Juga: Waspadai Bahaya Parfum dalam Bedak Bayi

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang cara aman menggunakan bedak bayi. Jika memang tidak perlu, sebaiknya tidak menggunakan bedak bayi untuk menghindari beragam risikonya ya Moms.

(GS)

Artikel Terkait