BALITA DAN ANAK
18 Desember 2019

Sariawan pada Balita, Yuk Cari Tahu Penyebab dan Penanganannya

Intip langkah-langkah yang dapat Moms lakukan untuk melindungi Si Kecil dari sariawan
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sariawan adalah luka di dalam mulut yang biasanya menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman. Selain orang dewasa, bayi dan balita pun bisa mengalami sariawan.

Dikutip dari Raising Children Network, luka sariawan ini bisa menyakitkan, terutama ketika Si Kecil makan makanan asin atau pedas. Terkadang anak bahkan mungkin menolak makanan sampai luka mulai sembuh. Jika infeksi menyebabkan borok, Si Kecil mungkin juga mengalami demam.

Saat megalami sariawan, Si Kecil bisa jadi tidak mau memakan makanannya. Hal ini tentu akan membuat Moms resah. Sebenarnya, apa sih penyebab sariawan pada balita? Bagaimana cara mencegah sariawan pada balita? Simak ulasannya di bawah ini.

Baca Juga: 5 Cara Cepat Menyembuhkan Sariawan pada Balita

Penyebab Sariawan pada Balita

Cara melindungi si Kecil dari sariawan yang mengganggu (2).jpg

Foto: nbcnews.com

Dikutip dari situs web Parents, sariawan bisa disebabkan oleh virus.

Pada situs web About Kids Health disebutkan bahwa sebagian besar penyebab sariawan pada balita tidak diketahui. Ini karena biasanya anak yang mengalami sariawan berada dalam kondisi yang secara umum sehat.

Sementara, situs web Baby Center menyebutkan, salah satu faktor yang diduga memicu sariawan adalah kurangnya asupan gizi tertentu, seperti zat besi, asam folat, zinc, atau B12.

Dr. Yasser Armanazi dari Mentor Pediatric Dentistry di Mentor, Ohio, mengatakan stres hebat, masalah pada pencernaan, tidak sengaja menggigit lidah atau bagian dalam pipi, serta dehidrasi, merupakan faktor-faktor yang juga dapat menyebabkan sariawan.

Selain itu, sariawan juga lebih sering dialami oleh anak yang daya tahan tubuhnya lemah atau justru terlalu aktif. “Sebagian anak menderita sariawan setiap tiga bulan sekali,” ujar dokter Armanazi.

Baca Juga: Cari Tahu Gejala dan Penanganan Sariawan Pada Bayi

Cara Mencegah Sariawan pada Balita

Cara melindungi si Kecil dari sariawan yang mengganggu (3).jpg

Foto: Sg.theasianparent.com

Menurut dr Armanazi, pengalaman menderita sariawan yang pertama kali biasanya adalah yang paling parah. "Mulut terasa tidak nyaman, gusi berwarna merah menyala, dan luka terasa sangat nyeri," jelasnya.

Sariawan bukanlah penyakit yang berbahaya dan tidak menular. Tetapi, karena terkadang menimbulkan rasa sakit, sariawan bisa membuat penderitanya tidak nyaman dan susah makan.

Pada sebagian besar kasus, dokter tidak dapat menemukan secara spesifik penyebab timbulnya sariawan. Oleh karena itu, tidak ada cara khusus untuk mencegah sariawan.

Namun, Moms dapat melakukan langkah-langkah untuk memperkuat daya tahan tubuh si Kecil agar ia tidak mudah diserang virus.

Berikut beberapa langkah yang dapat Moms lakukan untuk mencegah sariawan yang disebabkan oleh virus:

  • Biasakan Si Kecil menyikat giginya dengan sikat gigi berbulu lembut, minimal dua kali dalam sehari.
  • Berikan Si Kecil pasta gigi yang tidak mengandung sodium lauril sulfat, yaitu deterjen sintetis yang diduga dapat memicu sariawan.
  • Jika Si Kecil memiliki alergi terhadap makanan tertentu, pastikan ia menghindarinya.
  • Jika Si Kecil menderita sariawan kronis, biasanya dokter akan memberikan resep multivitamin anak yang perlu dikonsumsi setiap hari untuk memperkuat daya tahan tubuhnya.

Baca Juga: 7 Cara Alami Mengobati Sariawan yang Bisa Dicoba

Cara Meredakan Sariawan pada Balita

Cara melindungi si Kecil dari sariawan yang mengganggu (4).jpg

Foto: healthline.com

Bila Si Kecil menderita sariawan, Moms tidak perlu segera membawanya ke dokter. Kebanyakan sariawan hilang sendiri dalam waktu 7–10 hari.

Untuk mencegah sariawan bertambah parah, Si Kecil perlu menghindari makanan atau minuman yang bersifat asam, pedas atau asin.

Untuk meredakan nyeri sariawan, Moms dapat mengusapkan batu es pada bagian yang sakit. Atau, berikan es krim batangan pada Si Kecil dan minta ia mengusapkannya sendiri pada luka sariawan.

Namun, bila sariawan yang diderita si Kecil berlangsung lebih dari 2 minggu, lukanya tampak membesar hingga ke bagian luar mulut, atau diikuti oleh gejala lain seperti demam, muncul ruam pada kulit, sebaiknya Moms membawa si Kecil ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

(AN)

Artikel Terkait