PERNIKAHAN & SEKS
30 September 2020

Cara Berhubungan Suami Istri sesuai Sunnah

Ikuti cara bercinta menurut adab Islam agar mendapat keberkahan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Segala sesuatu yang kita lakukan diatur dalam Islam, termasuk bagaimana cara bercinta antara Moms dengan suami.  Setelah sah menjadi pasangan halal, aktivitas bercinta bisa dilakukan dengan mengikuti beberapa tata cara yang dianjurkan.

Dalam Islam, bercinta antara pasangan suami istri dapat memberi manfaat bagi kehidupan rumah tangga. Selain bertujuan untuk memperoleh keturunan, bercinta juga bisa merekatan hubungan yang harmonis, saling membahagiakan. Dan perlu diingat, bercinta bukan hanya merupakan kesenangan semata namun juga salah satu bentuk ibadah.

Baca Juga : Gampang Marah pada Anak ? Ikuti Tips Meredam Amarah menurut Pandangan Islam

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa mendatangi istri dengan syahwat (disetubuhi) bisa bernilai pahala?” Ia berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada yang meletakkan syahwat tersebut pada yang haram (berzina) bukankah bernilai dosa? Maka sudah sepantasnya meletakkan syahwat tersebut pada yang halal mendatangkan pahala.” (HR. Muslim).

Tentu untuk mendapatkan pahala tersebut, aktivitas yang dilakukan pun harus didasarkan pada keikhlasan. Dan agar mendapat keberkahan, sebaiknya Moms dan suami juga mengikuti beberapa cara bercinta menurut pandangan Islam. Apa saja?

Cara Berhubungan Suami Istri sesuai Sunnah

cara berhubungan suami istri sesuai sunnah

Foto: shutterstock.com

Bagaimana cara bercinta yang baik dan benar menurut agam Islam? Simak penjelasan berikut ini ya, Moms.

1. Mandi dan Berwudhu sebelum Berhubungan

Biasakanlah untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum bercinta. Bersihkan seluruh anggota badan, termasuk alat kelamin. Baik suami maupun istri harus mandi agar wangi dan terlihat segar. Menyenangkan suami dengan berpenampilan menarik adalah salah satu yang diajarkan untuk bercinta sesuai sunnah.

Setelah mandi serta menggosok gigi, berwudhulah agar menjadi suci. Bukankah bercinta juga termasuk ibadah? Maka sebelum melakukannya ada baiknya untuk mensucikan badan. 

Mandi dan wudhu pun dapat membuat badan terasa segar sehingga bisa lebih rileks ketika akan berhubungan intim. Tubuh yang wangi juga dapat menyenangkan pasangan, bukan?

2. Jangan Lupa Berdoa

Berdoa juga merupakan salah satu adab bercinta dalam Islam. Sebelum melakukan hubungan intim, Moms dapat mengajak suami untuk berdoa bersama, seperti di bawah ini:

بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Artinya: Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.

Doa tak hanya dilakukan sebelum, tapi juga saat air mani atau sperma keluar serta saat hubungan seks telah berakhir. Doa ini terutama bagi pasangan yang ingin mendapatkan keturunan dari aktivitas bercinta yang dilakukan. Ketika suami mengeluarkan air mani, ucapkanlah doa sebagai berikut:

اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً

Artinya: Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik.

Baca Juga : 8 Posisi Bercinta agar Cepat Hamil

Setelah aktivitas bercinta telah selesai, jangan lupa juga untuk membaca bersama-sama doa ini:

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا

Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).

Selain berdoa sebelum bercinta, bahkan saat malam pertama suami istri pun dianjurkan untuk menunaikan sholat sunah dua rakaat.

3. Bercinta Dengan Niat Menyenangkan Suami

Istri yang baik dalam Islam adalah dia yang berniat menyenangkan suaminya dalam segala hal yang dilakukannya, termasuk saat bercinta. Dalam Islam, membahagiakan suami itu penting karena surga istri ada di bawah kaki suaminya. Suaminya sendiri akan memperlakukan istrinya dengan baik, yang menjadi alasan mengapa Moms harus berkencan dengan pria muslim dan akhirnya menikah dengannya.

4. Dilakukan dengan Santai, Didahului dengan Cumbuan

Dalam Islam, hubungan intim suami istri yang dilakukan sepatutnya menyenangkan dan dapat dinikmati oleh kedua belah pihak. Untuk itu, komunikasi antar pasangan sangat penting, ya, Moms. Beritahu pasangan apa hal yang dapat merangsang Moms dan jangan ragu untuk bercumbu terlebih dahulu atau foreplay sebelum berhubungan seks.

Foreplay adalah tindakan yang didorong dalam Islam dan bisa dilakukan oleh suami atau istri sebelum memulai hubungan seksual yang sebenarnya. Sehingga istri harus mematuhinya. Tindakan yang disarankan selama pemanasan dalam Islam termasuk membelai payudara istri dan seks oral untuk merangsang organ sensitif.

Pada salah satu hadist pun mengamini jika bercinta tidak sepatutnya dilakukan terburu-buru dan langsung intercourse
"Janganlah salah seorang diantara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu melakukan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR.Tirmidzi)

Dalam suatu ceramah di akun Youtube pribadinya, Ustadz Khalid Basalamah berkata, "(Hubungan intim) harusnya dimulai dengan cumbuan. Bukan sekedar selesai tapi merupakan ibadah yang dikerjakan untuk mendapatkan kenikmatan dan pahala. Dan ini dibahas oleh agama dalam hadist shahih." Masih menurut Ustadz Khalid Basalamah, Rasulullah bahkan pernah mengatakan bahwa, "bukan golongan kami yang tidak mencumbui sebelum bersetubuh."

Cumbuan memiliki peran penting dalam bercinta. Selain dapat mengurangi ketegangan dan meningkatkan gairah, cumbuan juga dapat menunjukkan rasa kasih dan sayang antara pasangan. Moms juga dapat membuat suasana tempat bercinta dengan wangi-wangian, dekorasi atau apapun yang bisa membuat aktivitas intim ini semakin panas dan tentunya berkesan.

Baca Juga : Tips Penting Bercinta di Malam Pertama yang Membuatnya Tidak Terlupakan

5. Posisi Boleh Apa Saja

Eksplorasi cara bercinta juga ternyata tidak dihalangi dalam Islam, lho. Melakukan berbagai posisi saat berhubungan intim boleh dilakukan. Apalagi jika Moms dan suami ingin melakukan suatu hal yang berbeda dari biasanya. Hal ini bisa menghindari kebosanan dalam bercinta. 

Dalam surat Al Baqarah: 233 diterangkan sebagai berikut, "Isteri-Isterimu adalah ladang bagimu, maka datangi-lah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.”

6. Memakai Parfum saat Bercinta dengan Suami

Dalam ajaran agama Islam, diajarkan bahwa Moms harus wangi sebelum bercinta dengan suami. Hukum Islam asli melarang wanita memakai parfum yang terlalu kuat karena itu seperti mengekspos dirinya ke publik.

Seorang wanita dapat menggunakan parfum dengan satu syarat: untuk menyenangkan suaminya. Parfum yang memicu keinginannya atau nafsu suami adalah yang terbaik.

Cara Berhubungan Suami Istri yang Tidak sesuai Sunnah

cara berhubungan suami istri sesuai sunnah

Foto: Orami Photo Stock

Bercinta antara suami dan istri adalah tindakan yang didorong dalam Islam, karena membawa banyak berkah dari Tuhan. Ada aturan tertentu dalam Islam bercinta yang harus diikuti oleh umat Islam. Meski berbagai posisi bercinta dapat dilakukan, namun ada hal yang sangat ditentang. Apa saja? Yuk kita lihat.

1. Melakukan Anal Seks

Di bawah persetujuan istri, hubungan seks anal tidak diperbolehkan dalam Islam. Larangan tersebut tertulis dalam Alquran yang menyebutkan bahwa hubungan seksual antara pria dan wanita harus dilakukan di depan. Haram hukumnya jika memasukkan kemaluan ke dalam lubang anus atau dubur.

Dubur merupakan tempat keluarnya kotoran sehingga memang dikhawatirkan akan mendatangkan penyakit jika melakukannya. Islam melarangnya tentu bukan tanpa alasan.

2. Bercinta dengan Telanjang Bulat

Dalam Islam, Moms dan Dads tidak diperbolehkan untuk bertelanjang bulat saat bercinta. Kita harus tertutup selimut atau apapun yang bisa digunakan. Bercinta telanjang dianggap sebagai dosa dalam Islam.

Baca Juga: Tata Cara Membayar Zakat Fitrah Menurut Ajaran Islam

3. Bercinta dalam Posisi Berdiri

Nabi Muhammad (SAW) dengan tegas menyatakan bahwa bercinta dalam posisi berdiri tidak diperbolehkan dalam Islam. Hal itu menyebabkan Malaikat Pengasih menjauh dari mereka, yang akan merampas rahmat Allah.

4. Melakukan Hubungan Seksual Di Luar Ruangan

Dalam hukum Islam, bercinta sebaiknya dilakukan di area tertutup seperti kamar tidur. Bercinta di luar ruangan dilarang, atau dalam bahasa Islam berarti “bercinta di bawah langit”. Ini adalah salah satu dari 24 kualitas yang tidak disukai Allah dari manusia.

5. Melakukan Hubungan Seksual di Hadapan Orang Lain

Hubungan seksual atau bercinta sangat pribadi dalam ajaran Islam yang Malaikat juga tidak akan pernah melihatnya. Itu sebabnya jangan bercinta dengan suamimu sementara orang lain ada di rumah dan mereka tampaknya bisa mendengar kita saat bercinta.

6. Bercinta di Depan Seorang Anak

Kondisi lain di mana bercinta dilarang adalah ketika seorang anak juga hadir. Disebut perbuatan tidak senonoh karena seorang anak belum cukup besar untuk memahami tentang bercinta. Jauhi seorang anak kecil saat akan bercinta dengan suami.

7. Bercinta di Tempat Tertentu

Selain outdoor, di bawah langit, ada tempat lain yang dilarang untu bercinta menurut ajaran Islam. Mereka adalah tempat dimana para Malaikat berada di atasmu. Itu adalah perahu, pantai, dan di jalan raya. Melakukan hal tersebut membuat manusia sangat mirip dengan binatang, dimana perilaku seksualnya dapat dilihat oleh orang lain.

8. Menghadap Kiblat

Kiblat adalah tempat dan arah yang sangat suci dalam Islam, seperti yang dihadapi Muslim ketika mereka menyembah Allah. Karena bercinta adalah tindakan yang tidak bisa dibandingkan dengan menyembah Allah. Agar Moms tidak menghadap ke arah kiblat saat bercinta, segeralah diubah.

Baca Juga: Oral Seks dalam Islam, Bolehkah?

9. Menolak Permintaan Suami

Seorang istri tidak boleh menolak permintaan suami untuk bercinta. Jika Moms ingin menyenangkan suami kita, penuhi keinginannya untuk bercinta. Selama Moms tidak berada dalam periode bulanan kita atau menstruasi, sebaiknya Moms tidak menolaknya.

10. Bercinta Saat sedang Dalam Bulan

Saat istri sedang haid, dilarang bercinta. Karena akan menyakiti wanita tersebut, maka bercinta harus dihentikan sementara sampai istri bersih kembali. Menolak permintaan bercinta adalah Salah Satu Hak Istri dalam Islam Bagi Suami.

Selain itu, bercinta saat istri sedang menstruasi juga tidak dibenarkan dalam ajaran agama Islam. Hal ini dikarenakan akan menyakiti wanita, maka bercinta harus dihentikan sementara sampai istri bersih kembali. Tunggulah hingga tamu bulanan selesai, baru Moms dapat bercinta kembali dengan suami.

Ada juga waktu-waktu tertentu yang disarankan untuk bercinta, yaitu sebelum Subuh, saat masa Dzuhur, dan setelah Isya.

Itu dia Moms cara bercinta atau berhubungan suami istri yang sesuai dengan sunnah. Sudah pahamkan? Bagaimana Moms, sudah tidak sabar untuk segera bercinta dengan suami? Yuk, ikuti cara berhubungan suami istri yang dianjurkan sesuai sunnah dalam agama agar mendapat keberkahan.

Jangan lupa untuk menghindari larangan berhubungan suami istri yang diberikan juga ya Moms.

Artikel Terkait