TRIMESTER 3
30 September 2020

7 Cara Berhubungan Intim Agar Cepat Kontraksi, Coba Moms!

Moms yang aktif berhubungan intim cenderung melahirkan lebih cepat dibandingkan mereka yang jarang melakukannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Amelia Puteri

Sejak lama, Moms diberitahu bahwa berhubungan intim di akhir kehamilan akan membantu agar cepat kontraksi yang menandakan persalinan. Ini sudah lama dilakukan sebagai metode alami untuk menginduksi persalinan.

Tetapi, apakah ada bukti ilmiah yang kuat bahwa berhubungan intim agar cepat kontraksi? Lalu, bagaimana cara berhubungan intim agar cepat kontraksi?

Dalam sebuah studi tahun 2006 dari jurnal Obstetrics and Gynecology, para peneliti meminta para wanita untuk mencatat aktivitas seksual setelah mereka mencapai usia kehamilan 36 minggu.

Sekitar 200 wanita menyelesaikan buku harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang aktif secara seksual cenderung melahirkan lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak berhubungan seks. Tidak hanya itu, kebutuhan induksi persalinan juga berkurang.

Lalu, Irianian Red Crescent Medical Journal pada 2014 juga mengungkap sekelompok peneliti mengumpulkan data dari sebuah rumah sakti universitas.

Lebih dari 120 wanita datang ke rumah sakit dengan tanda-tanda persalinan, seperti darah atau ketuban pecah, dan mereka ditanyai tentang aktivitas seksual mereka pada minggu sebelumnya.

Para peneliti menemukan bahwa usia kehamilan bayi yang lahir dari pasangan yang aktif secara seksual “jauh lebih rendah” dibandingkan bayi yang lahir dari pasangan yang tidak aktif. Mereka menyimpulkan bahwa berhubungan intim agar cepat kontraksi sangat erat kaitannya.

Berikut ini cara berhubungan intim agar cepat kontraksi yang bisa Moms lakukan bersama Dads.

Baca Juga: Risiko Oral Seks Saat Hamil, Bisa Bahayakan Moms dan Janin

Cara Berhubungan Intim Agar Cepat Kontraksi

Ada tiga hal mengapa berhubungan intim dapat menginduksi persalinan.

Sebagaimana dilansir dari New Kids Center, hal ini karena mengalami orgasme merangsang rahim untuk bekerja, memicu oksitoksin dan peran dari sperma yang melembutkan serviks untuk membuka jalur persalinan.

Lalu, apa saja cara berhubungan intim agar cepat kontraksi? Berikut ini beberapa posisi seks yang bisa dilakukan.

1. Spooning

cara berhubungan intim agar cepat kontraksi, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Cara berhubungan intim agar cepat kontraksi yaitu dengan posisi spooning. Mirip dengan posisi side by side.

Posisi ini memberikan cara mudah bagi Dads untuk mengakses area yang diperlukan untuk berhubungan intim. Pada saat yang sama posisi spooning ini tidak membutuhkan banyak energi jika Moms lelah.

Berbaring miring atau Moms dapat menggunakan bantal kehamilan jika ingin mendapat dukungan dengan posisi Dads di belakang sehingga Moms berdua menghadap ke arah yang sama.

Dads akan dapat menyesuaikan sudut penetrasi hingga Moms mencapai titik yang tepat.

2. Doggy Style

Jika Moms tidak lelah dan ingin sedikit ekstra kesenangan, doggy style bisa jadi alternatif cara berhubungan intim agar cepat kontraksi. Posisi ini memberikan akses mudah namun lebih dalam yang sama kepada Dads sehingga menawarkan rangsangan yang ekstra bagi Moms.

"Yang disebut posisi doggy-style juga dimungkinkan jika bertumpu pada tangan dan lututnya nyaman bagi wanita," kata Felice Gersh, M.D yang juga penulis dari PCOS SOS.

Untuk melakukannya, cukup dengan posisi di tempat tidur dengan Dads berlutut atau berdiri di belakang Moms.

Baca Juga: 5 Mitos Berhubungan Intim Agar Cepat Hamil, Moms Masih Percaya?

3. Duduk di Kursi

cara berhubungan intim agar cepat kontraksi

Foto: Orami Photo Stock

Moms, cara berhubungan intim agar cepat melahirkan selanjutnya adalah dengan duduk di kursi. Pertama, Moms duduk di kursi, biarkan Dads berlutut di depan. Idealnya buat kursi sedikit lebih tinggi dari Dads, sehingag ia mendorong ke atas, bukan tengkurap.

“Posisi ini bekerja dengan baik jika Dads khawatir akan menyakiti Si Kecil dalam kandungan,” menurut Laura Corio, MD, seorang dokter kandungan di Mount Sinai Medical Center di New York City.

4. Cowgirl

Aktivitas agar cepat melahirkan selanjutnya yaitu membiarkan Moms menjadi yang teratas dan memegang kendali memiliki manfaatnya. Posisi cowgirl juga dapat menjadi cara berhubungan intim agar cepat kontraksi.

Pertama, dia lebih memahaminya yang seringkali juga bermanfaat bagi pria. Kedua, penetrasi yang lebih dalam dapat menyebabkan kontraksi uterus yang lebih substansial.

5. Reverse Cowgirl

cara berhubungan intim agar cepat kontraksi

Foto: Orami Photo Stock

Seperti cowgirl pada umumnya, Moms bisa mencoba untuk duduk dengan posisi terbalik dalam posisi yang sama bisa sangat mengasyikkan dan merangsang bagi kedua belah pihak.

Ada keuntungan tambahan untuk melakukan kebalikannya. Moms juga mendapat rangsangan klitoris, yang dapat menjadi cara berhubungan intim agar cepat kontraksi.

Posisi ini bisa meningkatkan kontraksi uterus sehingga merupakan salah satu cara berhubungan intim agar cepat kontraksi yang baik untuk dicoba.

Baca Juga: Kapan Waktu Tepat Untuk Berhubungan Intim Saat Hamil?

6. Stimulasi Puting

Ada juga sejumlah kecil bukti yang menunjukkan bahwa rangsangan pada puting juga dapat membantu proses persalinan menurut Tommys.org. Saat berhubungan intim agar cepat kontraksi, maka lakukan hal ini.

Jika ingin mencobanya cara berhubungan intim agar cepat kontraksi ini, usap atau gulung lembut putting Moms oleh tangan Dads. Idenya adalah untuk mengelabui tubuh Moms agar mengira sedang menyusui Si Kecil.

Ini melepaskan hormon oksitoksin yang membantu kontraksi dimulai. Jika Moms mengalami kehamilan yang sehat dan tidak mengalami komplikasi apa pun, tidak masalah untuk mencoba stimulasi puting.

7. Orgasme Bersama

cara berhubungan intim agar cepat kontraksi, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Walaupun ada beberapa posisi seks yang bisa membantu sebagai cara berhubungan intim agar cepat kontraksi. Namun, belum ada penelitian yang mumpuni posisi seks merupakan cara berhubungan intim agar cepat kontraksi.

Karena, konon bahan utama seks yang menjadi pemicu persalinan adalah Moms dan Dads sama-sama orgasme. Sehingga, pilihlah posisi apapun yang tentunya nyaman dengan keadaan Moms.

Sementara itu, orgasme memicu lonjakan pelepasan oksitosin, yang merupakan kunci produksi kontraksi persalinan, kata Gersh.

"Penelitian telah menemukan bahwa tubuh Anda melepaskan oksitosin saat orgasme, hormon yang mirip dengan Pitocin yaitu obat yang digunakan dokter untuk memulai atau mempercepat persalinan karena menyebabkan kontraksi rahim," kata dokter kandungan Nita Landry, MD.

Jika Moms mengalami kontraksi pasca-klimaks, Moms secara teoritis dapat mengelabui tubuh dengan berpikir bahwa inilah saatnya kontraksi persalinan.

Baca Juga: Berhubungan Intim Saat Hamil Muda, Amankah?

Hindari Berhubungan Intim Ketika Ketuban Pecah

waspada berhubungan intim agar cepat kontraksi

Foto: Orami Photo Stock

Walaupun ada cara berhubungan intim agar cepat kontraksi, tetapi ada hal yang harus diingat yaitu tidak dalam keadaan pecah ketuban. Setelah ketuban pecah berhubungan intim agar cepat kontraksi dapat meningkatkan risiko infeksi.

Lebih aman juga untuk tidak berhubungan seks jika Moms memiliki letak plasenta yang rendah (plasenta praevia), atau mengalami pendarahan pada vagina.

Banyak orang salah paham tentang berhubungan intim saat hamil yaitu saat keadaan ini datang, maka Moms dan Dads tidak bisa berhubungan seks. Ini adalah mitos yang sangat buruk.

Beberapa menyatakan bahwa hubungan seks mereka paling baik terjadi selama bulan-bulan kehamilan.

Walaupun berhubungan seks di akhir kehamilan mungkin tidak menyebabkan persalinan, banyak pasangan melaporkan bahwa berhubungan seks membuat mereka merasa lebih dekat sebagai pasangan.

Berada dalam keadaan pikiran yang rileks tentu membantu proses persalinan lebih cepat setelah dimulai.

Banyak Moms melaporkan bahwa berhubungan seks membantu mereka tidur. Dan sekadar berhubungan dengan Dads bisa menjadi hal yang sangat luar biasa saat Moms dan Dads bersiap untuk menjadi orang tua.

Bicaralah dengan dokter kandungan sebelum melakukan hubungan seksual sebagai cara berhubungan intim agar cepat kontraksi, karena seks dengan pengaman kemungkinan besar tidak akan bermanfaat bagi kemungkinan terjadinya persalinan.

Sementara, hubungan tanpa pengaman meningkatkan risiko infeksi menular seksual bahkan saat hamil.

Artikel Terkait