DI ATAS 5 TAHUN
12 November 2017

Cara Efektif Mengatasi Gangguan Konsentrasi Pada Anak

Bukan cuma matikan TV dan smartphone, ini cara yang lebih ampuh
Artikel ditulis oleh (ade.ryani)
Disunting oleh (ade.ryani)

Anak-anak zaman sekarang sudah terbiasa multitasking – berselancar di internet, chatting di smartphone, dan mendengarkan lagu pada waktu yang sama sekaligus. Berbagai distraksi itu berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian mereka.

Tentu saja dengan banyaknya hal yang dilakukan dalam satu waktu membuat anak sulit fokus pada satu tugas.

Oleh sebab itu, membantu anak membangun kedisiplinan dan konsentrasi merupakan hal yang penting.

Berikut beberapa cara yang bisa Mama terapkan agar Si Kecil bisa lebih fokus:

Ajak anak menggerakan tubuh

poin 1

Menggerakan tubuh memotivasi otak. Biarkan anak berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah, bermain di taman sepulang sekolah, membantu membersihkan rumah atau berolahraga. Pastikan anak memiliki waktu untuk berjalan, berlari, atau melompat sebelum ia duduk mengerjakan PR.

Baca Juga: Selain Lebih Fokus, Ini Manfaat Lain Yoga untuk Anak-anak

Dr. Tracy Latz, psikiater di Charlotte, North Carolina, AS, mengatakan bahwa olahraga sangat penting.

“Latihan aerobik meningkatkan katekolamin alami yang bisa meningkatkan fokus. Berhenti sejenak dari sesi belajar, lalu berjalan-jalan di alam terbuka selama 20 menit atau berolahraga ringan bisa mengembalikan perhatian dan konsentrasi,” papar dr. Tracy Latz.

Baca Juga: Trik Agar Anak Tak Malas Olahraga

Matikan televisi dan smartphone

poin 2

Sebelum anak Mama mengerjakan PR atau hal lain yang memerlukan konsentrasi penuh, matikan televisi.

Jika ada anggota keluarga lain yang sedang menontonnya, pastikan anak Mama berada di ruangan lain sehingga ia tidak terganggu. Selain itu, matikan juga komputer dan smartphone.

Baca Juga: Ternyata Ini yang Bikin Anak Malas Belajar

Membuat daftar kegiatan yang harus dikerjakan

poin 3

Memiliki banyak tugas dan PR bisa jadi hal yang luar biasa bagi anak. Bantu Si Kecil dengan membuat daftar tugas yang harus diselesaikannya dalam satu hari atau seminggu. Biarkan anak menandai sendiri tugas yang sudah berhasil ia kerjakan.

Baca juga: Kenali Metode Belajar Anak: Visual, Audio, atau Kinestetik?

Gunakan sinyal

poin 4

Cobalah untuk menghindari percakapan ketika anak Mama sedang mengerjakan tugas. Untuk mengurangi distraksi, sepakati ‘bahasa isyarat’ dengan anak sehingga tidak perlu mengeluarkan suara.

Sebagai contoh, jika Mama menunjuk bukunya, itu berarti anak harus kembali mengerjakan PR-nya. Atau mengangkat tangan Mama sebagai sinyal ia harus berhenti melakukan apa pun yang sedang dikerjakan dan konsentrasi lagi pada tugasnya.

Bagi beberapa anak, sentuhan Mama di pundaknya bisa membawa mereka kembali fokus.

Beristirahat

poin 5

Pastikan anak memiliki waktu berisitirahat di waktu mengerjakan PR. Setelah belajar selama 20 menit misalnya, biarkan anak bangkit dari tempat duduknya untuk mengambil camilan.

Namun, jangan biarkan Si Kecil terlibat dengan aktivitas lain. Setelah beristirahat selama lima menit, ajak anak mengerjakan kembali PR-nya.

(GLW)

Foto: Shutterstock

Artikel Terkait