DI ATAS 5 TAHUN
14 April 2019

Cara Lain Katakan "Tidak" Pada Anak

Bisa kok, melarang tanpa bilang "tidak boleh"
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Carla

     

Ketika si kecil mulai berulah atau merengek tanpa henti, rasanya memang sudah tak tahan untuk bilang, “Tidak!” atau “Jangan!”.

Akan tetapi, para ahli perkembangan dan psikologi anak mengingatkan bahwa terlalu sering melarang anak dengan kata-kata seperti “Tidak” dan “Jangan” bisa berdampak negatif. Anak bisa kebal dengan larangan negatif tersebut.

Lalu, adakah cara lain bilang “Tidak” pada anak? Intip berbagai strategi berikut ini, ya.

1. Langsung berikan arahan yang jelas

Bila Moms terlalu sering mengatakan “Tidak” pada anak, si kecil bisa jadi meremehkan kekuatan kata tersebut.

Anak juga akan lebih fokus pada kata-kata larangan Moms daripada apa yang seharusnya ia lakukan. Oleh karena itu, langsung saja berikan arahan yang jelas.

Misalnya kalau anak merengek supaya diizinkan main video game lebih lama.

Daripada berkata, “Tidak boleh,” sebaiknya katakan, “Matikan game-nya sekarang. Kamu kan sudah janji tadi hanya akan main sampai jam lima.”

Dengan langsung memberikan arahan yaitu mematikan game, anak jadi lebih menyadari apa yang menjadi tanggung jawabnya.

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Bila Anak Meniru Perilaku Negatif Temannya?

2. Menjelaskan apa yang salah

Hindari melontarkan mantra “Pokoknya tidak boleh!” pada si kecil. Tanpa memahami alasan ia dilarang melakukan sesuatu, anak akan terus menuntut pada orangtua.

Selain itu, anak juga mungkin malah nekat menguji seberapa jauh larangan tersebut mempan baginya. Jadi untuk mengarahkan perilaku anak, selalu jelaskan apa alasan Moms melarangnya.

Jika si kecil mengganggu kakaknya yang sedang belajar, cobalah untuk mengatakan, “Kalau Kakak sedang belajar, kamu harus tenang. Kakak nggak akan bisa belajar kalau kamu ribut terus.

Lalu nanti kalau nilai Kakak jadi jelek, Moms dan Kakak bakal sedih sekali.” Atau saat anak mencoba-coba bermain api, ingatkan anak, “Api itu berbahaya, bukan untuk main-main.”

Baca Juga: Tidak Suka dengan Perilaku Teman Anak? Begini Cara Tepat Menghadapinya

3. Tunjukkan atau beri tahu yang benar

Daripada terus-terusan mengatakan, “Jangan” lebih baik beri tahu anak mana yang benar.

Misalnya dengan berkata, “Kamar itu untuk istirahat, bukan untuk diacak-acak dan dibuat berantakan. Lihat, kasurmu jadi nggak bisa buat tidur, kan, kalau berantakan begitu?”.

Selain memberi tahu dengan kata-kata, Moms juga bisa mencontohkan langsung mana yang benar.

Kalau anak tak mau makan dan justru main-main dengan makanannya, Moms cukup bilang, “Lihat nih, Moms juga makan,” sambil menyendokkan makanan dan menyuap ke mulut. Biarkan anak belajar sendiri dari tindakan Moms.

Baca Juga: 5 Perilaku Orangtua yang Mengganggu Psikologi Anak

4. Memberi peringatan  

Tak perlu harus bolak-balik mengatakan “Tidak” kalau anak sudah punya sinyal peringatan dari Moms.

Moms bisa memakai kata-kata seperti, “Hayo!” atau “Eits!” untuk memberi peringatan sebelum anak berbuat yang tidak-tidak.

Ucapkan kata-kata peringatan tersebut dengan tegas supaya anak tahu maksud Moms.  

   

Bagaimana, cara tersebut kira-kira bakal Moms coba atau tidak? Atau Moms punya kiat jitu lainnya? Jangan lupa bagikan kiatnya di bagian komentar, ya!

 

(IA)

Artikel Terkait