PERNIKAHAN & SEKS
24 Januari 2020

Cara Marah pada Suami Sesuai Tuntunan Islam

Marah memang tidak bisa dihindari, namun Moms perlu tahu bagaimana cara marah yang sesuai dengan tuntunan Islam.
placeholder

Foto: shutterstock

placeholder
Artikel ditulis oleh Dita Indrihapsari
Disunting oleh Prita Apresianti

Hidup rumah tangga tak hanya sepenuhnya diisi dengan canda tawa. Tak jarang juga dibumbui perselisihan dan pertengkaran. Moms dan suami pasti pernah mengalaminya juga, ya.

Moms tidak sendiri. Semua pasangan lain juga struggle untuk bisa berkompromi satu sama lain dalam hidup berumah tangga. 

Namun, ada kalanya ketika perselisihan sudah di atas ubun-ubun, rasa marah pun tak bisa dibendung. Pada akhirnya jadi marah dan langsung dilampiaskan pada suami. Marah memang rasa alamiah yang dirasakan semua manusia. Akan tetapi, dalam Islam rasa amarah dapat dikelola agar tidak terlalu berlebihan sehingga menjadi mudarat baik bagi diri sendiri maupun pasangan. 

Yuk simak, cara marah yang sesuai dengan tuntunan Islam

Hindari Kata Kasar dan Ancaman

Ada beberapa hal yang perlu diingat ketika rasa marah tiba-tiba muncul akibat suatu masalah dengan pasangan. Rasa marah bisa terlampiaskan dengan melalui kata-kata yang terucap. Tetapi sebaiknya ketika marah pada suami, hindarilah untuk melontarkan kata-kata kasar dan kata yang bernada ancaman. Marah dengan nada tinggi kadang tak bisa dihindari. Tapi hal tersebut sebaiknya juga tidak dilakukan. 

Baca Juga : 4 Tips Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga dengan Suami

Jangan Katakan "Cerai"

Cara Marah Pada Suami 2.png

Foto : Freepik

Mungkin saja ketika Moms merasa kalut karena marah, tercetus dalam pikiran untuk mengakhiri pernikahan. Tak jarang pula pasangan yang bertengkar dengan mudahnya mengatakan ingin bercerai saat sedang berada di puncak emosi.

Jangan sampai hal tersebut terucap, ya, Moms. Perkara cerai tidak bisa diputuskan dengan kepala panas dan hati penuh emosi. 

Rasulullah bahkan pernah mengingatkan, “Tiga perkara yang serius dan bercandanya sama-sama dianggap serius, yakni nikah, talak, dan rujuk.”(HR. Abu Daud).

Melontarkan kata cerai ketika sedang marah dapat dianggap sah. Karena itulah kata-kata tersebut bukan kata yang bisa sembarangan diucapkan. 

Jangan Mengungkit-ungkit Masa Lalu dan Kufur pada Suami

Tak jarang juga ketika pasangan sedang marah, hal-hal di masa lalu diungkit-ungkit kembali. Dan pernahkah ketika marah, Moms mengabaikan segala kebaikan yang pernah dilakukan suami?

Saat marah sangat mudah mengingat kesalahan-kesalahan pasangan di masa lalu dan melupakan kebaikannya. Padahal hal tersebut tidaklah baik untuk dilakukan dan bukanlah hal yang sepele.

Rasulullah SAW pernah bercerita mengenai perkara ini dan diangkat dalam sebuah hadist shahih.

"Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. dan Muslim).

Karena itulah Moms, ingatlah untuk selalu berhati-hati dalam berkata-kata meski dalam keadaan marah sekalipun.

Jangan Ikuti Nafsu

Rasanya sulit memang untuk tidak berkata kasar dan berkata hal-hal yang tidak mengenakan ketika sedang marah. Namun bukan berarti Moms tidak bisa untuk mengendalikannya. 

Tahanlah nafsu untuk melampiaskan emosi secara berlebihan. "Ketika marah, harap tidak melampau batas sampai pada titik dimana yang ditegur oleh Rasulullah SAW pada wanita adalah kalian melupakan kebaikan suami," ujar Ustadz Salim A. Fillah.

Rasulullah SAW pun pernah bersabda, “Orang kuat bukan diukur dengan bertarung. Orang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Curhat Pada Allah SWT

Cara Marah Pada Suami 1.png

Foto : Freepik

Ketika sedang marah, Salah satu cara yang dianjurkan untuk meredamnya adalah dengan berwudhu dan sholat sunnah.

Moms dapat istigfar sebanyak-banyaknya untuk menenangkan diri. Setelah itu ambillah wudhu dan sholat. Curhat tentang segala permasalah yang Moms alami pada Allah SWT. Tak ada tempat berkeluh kesah terbaik selain daripadaNya.

Hal ini seperti yang tertuang dalam QS. Al Baqarah 153, "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

Baca Juga : Ikuti Tips Meredam Amarah menurut Pandangan Islam

Beri Nasehat dan Berdiskusi

Jika hati sudah merasa lebih tenang, amarah sudah mereda, Moms bisa kembali membuka pintu komunikasi dengan suami.

Berdiskusilah tentang masalah yang Moms rasakan. Jelaskan pada suami apa yang mengganjal dan hal yang tidak Moms sukai darinya sehingga membuat diri Moms marah dan kecewa. 

Bisa saja suami tidak menyadari bahwa tindakannya telah menyakiti.  Pada kesempatan ini, Moms boleh, kok, memberi nasihat pada suami mengenai apa yang sebaiknya dilakukan suami sehingga tidak lagi membuat Moms marah.

Jika Moms termasuk yang sulit untuk berkata-kata, Moms bisa juga menulis surat kepada suami tentang apa yang Moms rasakan. Bisa jadi  setelah menyampaikan uneg-uneg melalui tulisan, hati Moms akan tenang dan pasangan pun akan lebih mengerti. 

Penting untuk berdiskusi berdua dengan kepala dingin, ya, Moms. Jangan memutuskan segala sesuatu saat hati masih berkecamuk dan diliputi amarah. 

Menurut Ustadz Salim A. Fillah, Rasulullah mencontohkan akhlak yang baik saat menghadapi istrinya yang sedang marah. "Beliau hanya terdiam ketika istrinya sedang marah. Perasaan wanita sangat tidak stabil ketika marah. Maka bersabar untuk tidak menjawab, tidak membantah, atau tidak menanggapi." Kemarahan memang dapat disampaikan dengan baik dan dapat pula ditanggapi dengan indah.

Artikel Terkait