NEWBORN
4 Februari 2020

Bagaimana Cara Melakukan Inisiasi Menyusu Dini?

Inisiasi menyusu dini ternyata sangat penting untuk merangsang produksi ASI ke depannya
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, pernahkah mendengarkan tentang inisiasi menyusu dini (IMD)? Langkah ini merupakan langkah awal untuk keberhasilan berlangsungnya proses ASI eksklusif.

Seperti yang diketahui, ASI eksklusif sangat penting terutama dalam 6 bulan pertama kehidupan bayi Moms yang baru lahir. W

HO atau Organisasi Kesehatan Dunia dan UNICEF bahkan merekomendasikan Inisiasi Menyusu Dini sebagai tindakan penyelamat kehidupan karena IMD dapat menurunkan persentase bayi yang meninggal sebelum berusia satu bulan.

Baca Juga: ASI Eksklusif Dapat Cegah Stunting, Benarkah?

Waktu Terbaik Melakukan Inisiasi Menyusu Dini

S1_Breastfeeding_support_1st_week.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Inisiasi Menyusui Dini dilakukan dalam 1 jam pertama setelah kelahiran bayi. Umumnya, sebagian besar bayi berhasil menemukan puting ibunya dalam waktu 30-60 menit.

Prosesnya adalah, bayi bergerak secara aktif di perut Moms dan tidak ada sehelai kain yang memisahkan antara kulit Si Kecil dan ibunya. Si Kecil akan mencari puting Moms dan setelah ketemu, baru ia akan mulai menyusui.

Untuk itu, kedekatan antara ibu dan bayi juga terbentuk di dalam proses Inisiasi Menyusu Dini. Hal ini juga berkaitan dengan peningkatan daya tahan tubuh bayi agar lebih prima dan tidak mudah sakit ke depannya.

“Inti dari IMD bukan untuk memberikan ASI dengan segera. Keliru ketika memaknai IMD dengan menjejalkan puting susu pada bayi. Inti dari IMD adalah kontak kulit dini minimal satu jam antara bayi dan Moms,” ungkap Dr. Utami Roesli, dokter spesialis anak dari Jakarta, sekaligus aktivis ASI di Indonesia.

Baca Juga: Benarkah Menyusui Bayi Prematur Harus Lebih Sering?

Cara Melakukan Inisiasi Menyusu Dini

150318110104-02-breastfeeding-031815-full-169.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms mungkin masih bingung cara yang tepat untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini. Bagaimana caranya? Nah, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), begini langkah terbaik untuk lakukan IMD, yaitu:

1. Letakkan Bayi di Atas Perut Ibu

Setelah bayi lahir, segera letakkan bayi di atas perut ibunya dan keringkan bayi mulai dari muka, kepala, dan bagian tubuh lainnya kecuali kedua tangannya.

Bau cairan amnion pada tangan bayi membantunya mencari puting ibu yang mempunyai bau yang sama.

Mengeringkan tubuh bayi tidak perlu sampai menghilangkan verniks karena verniks dapat berfungsi sebagai penahan panas pada bayi.

2. Tengkurapkan Bayi di Atas Perut Ibu

Setelah tali pusat dipotong dan diikat, tengkurapkan bayi di atas perut ibu dengan kepala bayi menghadap ke arah kepala ibunya.

3. Biarkan Stimulasi Terjadi

Bayi akan mulai bergerak dengan menendang, menggerakkan kaki, bahu, dan lengannya. Stimulasi ini membantu uterus untuk berkontraksi.

Meskipun kemampuan melihatnya terbatas, bayi melihat areola mammae yang berwarna lebih gelap dan bergerak menuju ke sana.

Bayi akan membentur-benturkan kepalanya ke dada ibu. Ini merupakan stimulasi yang menyerupai pijatan pada payudara ibu.

4. Bayi Akan Mencapai Puting

Bayi kemudian mencapai puting dengan mengandalkan indra penciuman dan dipandu oleh bau pada kedua tangannya. Bayi mengangkat kepala, mulai mengulum puting, dan mulai menyusu.

5. Bayi Menyusui

Pada saat bayi siap untuk menyusu, menyusu pertama berlangsung sebentar, sekitar 15 menit, dan setelah selesai, selama 2-2,5 jam berikutnya tidak ada keinginan bayi untuk menyusu.

Baca Juga: 5 Tips Menyusui Bayi dengan Puting Terbalik

Nah, setelah usai tindakan Inisiasi Menyusu Dini ini, maka bayi akan melakukan beberapa tindakan asuhan keperawatan seperti menimbang, pemeriksaan antropometri, penyuntikkan vitamin K1, dan pengolesan salem pada mata bayi.

Tunda memandikan bayi paling kurang 6 jam setelah lahir atau pada hari berikutnya. Sebaiknya, bayi juga selalu berada dalam jangkauan ibunya.

Itulah pentingnya IMD dan cara melakukannya, ya, Moms. Ingat, lakukan IMD sebagai langkah terbaik agar keberhasilan ASI eksklusif dapat berjalan sukses.

Artikel Terkait