NEWBORN
10 Agustus 2020

Cara Memandikan Bayi Baru Lahir, Panduan untuk Ibu Baru

Tak perlu bingung lagi, ya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Bulan pertama menjadi seorang ibu adalah saat-saat membahagiakan sekaligus membingungkan. Ada begitu banyak cara merawat bayi baru lahir yang tidak dimengerti si ibu baru, mulai dari cara menggendong bayi, posisi menyusui yang nyaman, sampai cara memandikan bayi baru lahir.

Menambahkan waktu mandi ke rutinitas bayi adalah sesuatu yang dapat Moms mulai segera setelah bayi lahir. Namun Moms biasanya takut kalau yang ia lakukan akan menyakiti bayi, mengingat tubuh si buah hati sangat mungil dan tulang-tulangnya masih rapuh.

Baca Juga: Manfaat Tes Glukosa Pada Bayi Baru Lahir

Beberapa dokter anak merekomendasikan untuk menunda mandi pertama sampai Si Kecil berusia beberapa hari. Ini dikarenakan setelah lahir bayi masih ditutupi vernix, yang merupakan zat lilin pada kulit yang melindungi bayi dari kuman di lingkungan.

Menurut Journal for Specialist in Pediatric Nursing, menunda waktu mandi pertama bayi yang baru lahir hingga 48 jam efektif dalam menjaga suhu tubuh bayi. Selain itu juga meningkatkan kelembapan, yang dapat meningkatkan integritas kulit dan membantu perkembangan kulit.

Jika Moms bersalin di rumah sakit, perawat atau staf rumah sakit akan membersihkan cairan ketuban dan darah setelah bayi Moms lahir. Namun Moms bisa memberitahu mereka untuk meninggalkan kelebihan vernix jika ingin.

Setelah Moms membawa Si Kecil pulang, kita bisa memberi mereka mandi spons. Moms dapat membersihkan kepala, tubuh, dan area popok mereka. Ini adalah cara paling aman untuk memandikan bayi sampai tali pusarnya terlepas.

Setelah tali pusar lepas dengan sendirinya, Moms dapat mulai memandikan bayi dengan merendam tubuhnya di bak mandi yang dangkal.

Pada tahun pertama kehidupan bayi, mungkin hanya membutuhkan sekitar tiga kali mandi dalam waktu satu minggu. Ini biasanya cukup jika Moms ingin mencuci area popok pada bayi secara menyeluruh setiap kali mengganti popok Si Kecil.

Mandi sekali sehari atau dua hari sekali juga tidak apa-apa, tetapi lebih sering dari itu bisa mengeringkan kulit bayi ya Moms. Terutama jika menggunakan sabun atau skincare lainnya

Laura Jana, M.D., seorang dokter anak dari Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, menulis cara memandikan bayi baru lahir lewat bukunya, Heading Home with Your Newborn.

Baca Juga: Intip Cara Menyenangkan Saat Memandikan Bayi Kembar Ini, Moms

Cara Memandikan Bayi yang Baru Lahir

Ada banyak cara memandikan bayi yang bisa Moms lakukan. Namun banyak juga hal yang harus diperhatikan. Apa saja cara yang bisa dilakukan untuk memandikan bayi pertama kali? Yuk kita cari tahu Moms.

1. Menggunakan Kain Lap

cara memandikan bayi

Foto: Orami Photo Stock

Saat bayi akan dibawa pulang dari rumah sakit, biasanya perawat mengingatkan orang tua agar menjaga tali pusar si kecil tetap kering.

Mungkin ibu baru akan beranggapan bahwa yang dimaksud adalah menghindarkan tali pusar dari air atau air seni sama sekali. Padahal, maksudnya adalah tidak membiarkan tali pusar tertutup dalam keadaan basah atau lembap, karena akan mengundang tumbuhnya jamur. Tali pusar yang basah sebaiknya dikeringkan dengan saksama sebelum si kecil dipakaikan popok.

Menurut Laura, bayi yang tali pusarnya belum lepas sebaiknya dimandikan menggunakan waslap basah. Fokuskan perhatian pada area popok serta bagian belakang telinga dan lipatan leher. Kedua area yang disebut terakhir ini adalah tempat berkumpulnya susu dan air liur yang mengalir keluar dari mulut bayi. Berikut alat-alat yang perlu Moms persiapkan:

  • bantalan untuk permukaan yang keras, seperti selimut atau handuk
  • Ember air hangat, bukan panas
  • waslap mandi
  • sabun bayi ringan
  • popok bersih
  • handuk bayi

Setelahnya, Moms bisa ikuti langkah-langkah ini untuk memandikan Si Kecil. Yuk kita lihat.

  1. Pilih kamar yang hangat, atau dengan suhu 23,8 derajat Celcius untuk mandi, lepaskan pakaian dan popok bayi , dan bungkus dengan handuk.
  2. Baringkan bayi di permukaan yang rata, seperti lantai, meja ganti, meja sebelah wastafel, atau tempat tidur kita. Pastikan bayi tidak jatuh.
  3. Buka handuk satu per satu untuk membuka hanya bagian tubuh yang akan Moms lap saja.
  4. Mulailah dari wajah bayi dan bagian atas kepalanya. Celupkan kain bersih ke dalam air hangat. Gunakan hanya air hangat tanpa sabun untuk menghindari sabun masuk ke mata atau mulut bayi. Usap bagian atas kepala dan sekitar telinga luar, dagu, lipatan leher, dan mata.
  5. Tambahkan satu atau dua tetes sabun ke dalam air hangat. Celupkan waslap ke dalam air sabun dan peras.
  6. Gunakan air sabun untuk membersihkan seluruh bagian tubuh dan popok. Moms mungkin ingin membersihkan di bawah lengan dan di sekitar area genital.
  7. Keringkan bayi, jangan lupakan bagian lipatan kulit. Kenakan popok bersih. Moms bisa menggunakan handuk dengan tudung untuk menjaga kepala tetap hangat saat mengering.

Baca Juga: 5 Manfaat Mandi Air Hangat

Jika Moms memiliki bayi laki-laki dan baru saja disunat, Moms harus ikuti instruksi dokter dengan hati-hati untuk menjaga daerah kelamin anak tetap bersih atau kering sampai sembuh. Ini biasanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu atau lebih.

2. Menggunakan Bak Mandi

cara memandikan bayi

Foto: Orami Photo Stock

Kini, Si Kecil bisa mulai dimandikan di bak mandi khusus bayi. Perlu trik agar acara mandi tidak terlalu lama (supaya bayi tidak kedinginan) namun efisien.

Jika Moms tidak mempunyai bak mandi, bisa menggunakan wastafel di rumah. Ini bisa menjadi pilihan yang baik jika Moms sedang bepergian atau kekurangan ruang di rumah. Tetapi Moms harus berhati-hatilah dan pastikan air dari kran wastafel tidak panas ya.

Agar Moms bisa memandikan Si Kecil dengan aman dan nyaman, ikuti beberapa langkah berikut ini yuk, Moms.

  • Persiapan peralatan dan perlengkapannya terlebih dahulu

Mulai dari bak mandi yang sudah diisi air hangat, waslap, sabun dan sampo bayi, handuk, bedak, popok, minyak telon, hingga pakaiannya, harus dipastikan sudah terkumpul di dekat Moms. Sebab, kalau Moms bolak-balik mengambil peralatan-peralatan mandi tersebut, si kecil jadi ditinggalkan tanpa pengawasan dan merasa kedinginan.

  • Suhu air yang pas

Suhu air untuk memandikan bayi harus hangat, jangan panas. Suhu ideal adalah antara 37 derajat Celcius hingga 38 derajat Celcius. Moms dapat menggunakan termometer untuk mengukur suhu, atau memeriksa air dengan pergelangan tangan atau siku untuk memastikannya hangat dan tidak panas.

Juga, periksa berbagai sisi bak mandi atau tempat mandi bayi untuk memastikan tidak ada hot spot. Jika menggunakan bak atau baskom, nyalakan air dingin terlebih dahulu lalu air panas untuk mengisinya.

Jika Moms tinggal di rumah, juga dapat menyesuaikan pemanas air untuk memastikan pemanasnya tidak di lebih dari 48,8 deratat Celcius, yang dapat merusak kulit bayi. Moms kemungkinan tidak dapat menyesuaikan pemanas air jika tinggal di apartemen atau kondominium.

  • Alas antislip

Alas antislip perlu diletakkan di berbagai pojok, mulai dari permukaan bak mandi bayi  hingga di sekelilingnya. Untuk permukaan bak mandi bayi, gunakan handuk besar yang sudah dilipat-lipat dan letakkan di dasar bak sebelum bak diisi air hangat.

Hal ini berguna untuk mencegah risiko bayi ‘tenggelam’ saat terlepas dari pegangan Moms. Sebab, kulit bayi saat basah sangat licin. Untuk di sekitar bak mandi bayi, Moms bisa meletakkan handuk lebar untuk mencegah permukaan lantai licin karena tumpahan air mandi.

  • Basuh mulai dari wajah hingga kaki

Inilah langkah pokok dalam memandikan bayi. Sangga kepala dan leher bayi dengan satu tangan, kemudian mandikan bayi dengan tangan yang lain. Mulailah membasuh bagian wajahnya (dahi, telinga, pipi, kelopak mata) dengan telapak tangan yang sudah dibasahi air.

Selanjutnya, gunakan waslap yang sudah diberi sabun untuk membersihkan area leher, perut, tangan, kaki, hingga bokong dan kemaluannya.

Untuk sabun bayi, Moms bisa menggunakan sabun yang ringan saat memandikan bayi Moms yang baru lahir. Hindari menggunakan sabun biasa ya Moms, karena kandungan di dalamnya bisa terlalu keras dan bisa mengeringkan kulit bayi yang halus, bahkan paling parahnya bisa menimbulkan iritasi. Kulit buah hati kita yang baru lahir juga tidak perlu pelembap.

Baca Juga: 3 Tips Memilih Sabun dan Sampo Bayi yang Aman

  • Terakhir, bersihkan kepalanya dan beri sampo

Bilas segera dengan cara mengusap-usap sisa sabun dan sampo dengan telapak tangan Moms yang sudah dibasahi air.

Saat mencuci kulit kepala atau rambut bayi, pijat lembut sampo bayi ke rambut mereka, atau langsung ke kulit kepala mereka. Bilas dengan menyeka menggunakan handuk basah.

Dalam bak bayi, Moms juga dapat dengan lembut mengarahkan kepala bayi ke belakang dan meletakkan satu tangan di dahi mereka saat menuangkan air hangat. Air akan tumpah ke sisi kepala mereka untuk membilas sampo.

Mencuci rambut bayi dengan lembut tidak akan melukai anak, tetapi bicarakan dengan dokter anak jika Moms memiliki masalah. Jika memiliki dudukan bayi, dapat dengan lembut menyisir rambut dan kulit kepala bayi. Tetapi berhati-hatilah untuk tidak mengambil atau mengikis kulit kepala mereka.

  • Bayi siap dipakaikan baju

Kemudian, angkat tubuh si kecil dari bak mandi, tepuk-tepuk menggunakan handuk sampai kering, lalu bungkus dengan handuk. Bayi Moms siap dipakaikan baju!

Ingat untuk tidak meninggalkan bayi tanpa pengawasan di bak mandi, bahkan sedetik pun. Si Kecil dapat dengan cepat tenggelam, bahkan dalam jumlah air yang sedikit sekalipun.

Mudah-mudahan panduan cara mengurus bayi baru lahir ini bisa membantu Moms sebagai ibu baru, ya, Moms. Apakah Moms punya tips lain terkait memandikan bayi baru lahir? Share di kolom komentar, yuk!

Artikel Terkait