BAYI
14 Juni 2019

Jangan sampai Salah, Begini Cara Membedakan Gejala Batuk pada Bayi

Dari batuk kering sampai gejala pneumonia
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Batuk adalah penyakit yang paling umum di masa kanak-kanak dan biasanya bukan tanda dari kondisi serius. Kondisi ini juga umum terjadi pada bayi. Namun, tidak semua gejala batuk pada bayi sama. Ada pula beberapa jenis batuk pada bayi yang memerlukan tindakan medis.

Untuk membantu Moms mengetahui tindakan apa yang seharusnya diambil ketika Si Kecil mengalami batuk, yuk kenali cara membedakan gejala batuk pada bayi.

1. Batuk yang Disertai dengan Dahak dan Pilek

Batuk Pada Bayi Begini Cara Membedakan Gejalanya 1.jpg

foto: todaysparent.com

Gejala batuk pada bayi yang pertama adalah batuk yang disertai dengan dahak dan pilek. Penyebab dari jenis batuk ini kemungkinan besar adalah infeksi seperti pilek, sinusitis, pneumonia, atau alergi.

Ingus atau lendir akan mengalir ke bagian belakang tenggorokan sehingga menyebabkan batuk berdahak pada bayi.

Gejala dari batuk berdahak pada bayi termasuk hidung berair atau tersumbat, nafsu makan menurun, tenggorokan sakit, dan mata berair.

Sementara untuk menanganinya dapat dengan menggunakan air saline dan perbanyak minum untuk membantu mengencerkan dahak.

Baca Juga: Mengenali Jenis Batuk Pada Bayi

2. Batuk Kering yang Membuat Si Kecil Serak

Batuk Pada Bayi Begini Cara Membedakan Gejalanya 2.jpg

foto: workingmother.com

Gejala batuk pada bayi yang selanjutnya adalah batuk kering yang membuat suara serak. Batuk kering terjadi karena adanya iritasi di dalam saluran pernapasan bayi. Penyebabnya dapat berupa infeksi, alergen, atau iritan lainnya seperti debu, serbuk sari, atau asap.

Batuk kering terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu gejala asma dan batuk yang mirip seperti mengi. Ada pula batuk rejan yang sering kali menimbulkan gejala batuk terus menerus yang menyebabkan suara bayi berubah serak dan disertai dengan sakit tenggorokan.

Penanganan batuk ini masih sama seperti batuk berdahak, yaitu menggunakan air saline atau tetes hidung untuk membantu membasahi tenggorokan yang kering. Selain itu, pastikan bayi mendapatkan asupan cairan yang cukup banyak.

3. Batuk yang Mengindikasikan Bronkiolitis

Batuk Pada Bayi Begini Cara Membedakan Gejalanya 3.jpg

foto: bundoo.com

Gejala batuk pada bayi yang selanjutnya adalah batuk yang mengindikasikan bronkiolitis. Batuk kering yang terdengar seperti mengi patut dicurigai sebagai gejala bronkiolitis, terlebih jika didahului dengan flu, pilek, demam ringan, dan kehilangan selera makan.

Dikutip dari Parents.com, Ruffin Franklin, M.D dari Capitol Pediatrics and Adolescent Center di Raleigh, Nort Carolina, menyebutkan bahwa bronkiolitis dapat disebabkan oleh banyak faktor lingkungan, salah satunya debu.

Namun, sebagian besar kasus bronkiolitis pada bayi di bawah 12 bulan disebabkan oleh respiratori syncytial virus (RSV). Virus ini dapat memasuki paru-paru bayi dan dapat berpotensi mengancam jiwa.

Bronkiolitis pada bayi dapat diobati dengan memperbanyak asupan cairan, beristirahat dengan cukup, dan pengawasan pernapasan bayi. Jika demam terlalu tinggi dan napasnya sekitar 50 tarikan napas per menit atau lebih, segera hubungi layanan darurat.

4. Batuk yang Disertai dengan Demam Tinggi, Otot Pegal, dan Nafsu Makan Menurun

Batuk Pada Bayi Begini Cara Membedakan Gejalanya 4.jpg

foto: babyandchild.ae

Gejala batuk pada bayi yang selanjutnya adalah batuk yang disertai dengan demam tinggi, otot pegal, dan nafsu makan menurun. Ketika Si Kecil menunjukkan gejala batuk yang disertai demam tinggi, otot pegal, dan nafsu makan menurun, kemungkinan besar ia menderita flu.

Penyebabnya adalah virus menular yang dapat menular dengan mudah melalui udara. Selalu pastikan kebutuhan asupan si klecil tercukupi dan mendapatkan istirahat yang cukup.

Konsultasikan dengan dokter mengenai pemberian obat-obatan untuk membantu menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit. Jika gejalanya tidak membaik dalam beberapa hari, segera hubungi dokter.

5. Batuk yang Disertai dengan Kesulitan Bernapas, Demam, dan Nyeri Dada

Batuk Pada Bayi Begini Cara Membedakan Gejalanya 5.jpg

foto: surabhilhospital.in

Gejala batuk pada bayi yang selanjutnya adalah batuk yang disertai dengan kesulitan bernafas, demam, dan nyeri dada. Gejala batuk pada bayi yang disertai dengan flu, demam, nyeri dada, dan kesulitan bernapas atau bernapas terlalu cepat bisa jadi mengindikasikan pneumonia atau infeksi paru-paru.

Segera hubungi dokter anak untuk mendapatkan diagnosa dan saran pengobatan.

Dalam beberapa kasus bayi dengan pneumonia diperbolehkan untuk menjalani perawatan di rumah, tetapi tetap dengan pengawasan medis, termasuk dalam pemberian ibuprofen atau acetaminopen untuk menurunkan demam.

Baca Juga: Cara Ampuh Mengobati Batuk Pada Bayi

6. Batuk yang Terdengar seperti Mengi, Pilek, dan Mata Berair

Batuk Pada Bayi Begini Cara Membedakan Gejalanya 6.jpg

foto: medicalnewstoday.com

Gejala batuk pada bayi yang selanjutnya adalah batuk yang terdengar seperti mengi, pilek, dan mata berair. Selain bronkiolitis, batuk pada bayi yang terdengar seperti mengi juga dapat menjadi gejala asma.

Namun, kasus ini tidak umum ditemukan pada anak-anak di bawah 2 tahun, kecuali pada bayi yang lahir dengan riwayat keluarga yang memiliki asma dan alergi.

Untuk mendapatkan diagnosa dan saran pengobatan, si kecil perlu dibawa ke dokter. Biasanya dokter akan meresepkan obat asma albuterol dalam bentuk cair untuk membantu membuka saluran pernapasan.

Jika serangan asma cukup parah, maka pemberiannya dilakukan dengan bantuan nebulizer. Selain itu, jangan lupa untuk memantau pernapasan bayi.

7. Batuk karena Adanya Benda Asing di Saluran Pernapasan

Batuk Pada Bayi Begini Cara Membedakan Gejalanya 7.jpg

foto: romper.com

Gejala batuk pada bayi yang selanjutnya adalah batuk karena adanya benda asing di saluran pernapasan. Batuk kecil, tidak kunjung membaik, atau terdengar seperti terengah-engah dapat mengindikasikan bahwa mungkin ada benda asing yang tersangkut di dalam saluran pernapasan bayi, misalnya makanan, mainan kecil, atau barang-barang berukuran kecil lainnya.

Penanganan yang diberikan tergantung dengan tingkat keparahan. Jika Si Kecil tampak kesulitan bernapas, sama sekali tidak bersuara, dan wajahnya berubah menjadi pucat atau membiru, maka segera hubungi dokter atau layanan darurat.

Moms juga dapat memberikan pertolongan pertama dengan menepuk-nepuk punggung bayi agar benda asing yang tersangkut dapat dikeluarkan.

Baca Juga: Mengenal Batuk 100 Hari yang Rentan Menyerang Bayi di Bawah 6 Bulan

Itulah beberapa gejala batuk pada bayi yang perlu Moms pahami. Jangan lupa untuk langsung menghubungi dokter ya, Moms, jika curiga gejala batuk Si Kecil mengindikasikan kondisi yang cukup serius.

(RGW)

Artikel Terkait