3-12 BULAN
9 Oktober 2020

Ini Cara Membersihkan Mulut Bayi Sesuai Usia Agar Gigi Tumbuh Sehat, Catat!

Tahukah Moms, kalau mulut bayi juga harus sering dibersihkan?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Indah
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Menjaga kebersihan mulut harus dimulai sejak anak baru lahir, walaupun yang dikonsumsi anak hanyalah ASI dan walaupun gigi anak belum tumbuh.

Hal ini bertujuan untuk membiasakan anak dengan ritual membersihkan mulut setelah makan dan sebelum tidur. Kebiasaan baik memang harus ditanamkan sedini mungkin agar orang tua tidak menyesal di kemudian hari.

Jika anak tidak terbiasa dengan ritual membersihkan mulut, akan banyak masalah yang akan terjadi di masa yang akan datang seperti jamur dan bahkan karies. Padahal gigi memiliki peranan yang amat penting, lho.

Dikutip dari Nationwide Children's, gigi bayi membantu dalam banyak hal, terutama untuk membantu berbicara dan makan. Jika gigi anak rusak, maka akibat yang ditimbulkan adalah sakit gigi sehingga akan sulit makan dan tidak nyaman.

Jika anak kesulitan makan tentu akan berakibat pada kurang gizi dan akan menghambat pertumbuhan anak.

Kelihatannya sepele sekali bukan untuk membersihkan mulut bayi, tapi ternyata jika kebersihan mulut anak tidak dijaga dengan baik akan menimbulkan efek domino yang akan merugikan anak di masa yang akan datang.

Baca Juga: 5 Penyebab Mulut Bayi Berbau Tidak Sedap

Oral Thrust

oral thrush

Foto: whattoexpect

Selain masalah gigi, jika tidak rutin membersihkan mulut bayi, akibat lainnya adalah bayi bisa terkena oral thrust, lho. Apa itu oral thrust?

Menurut Kids Health, oral thrust merupakan infeksi jamur (Candida albicans) yang kerap terjadi pada bayi dibawah usia 6 bulan. Ciri-cirinya adalah adanya bercak putih pada mulut bayi namun ketika dibersihkan bercak tersebut tidak bisa hilang.

Oral thrust juga bisa membuat sebagian bayi tidak nyaman dan kesulitan menyusu karena terasa sakit.

Walaupun oral thrust ini biasa terjadi pada bayi, namun oral thrust bisa sedikit dicegah dengan rutin membersihkan mulut bayi, menjaga kebersihan botol susu dan empeng jika bayi menyusui dari botol, serta menjaga kebersihan puting ibu jika bayi hanya minum ASI.

Pada bayi ASI, oral thrust bisa terjadi karena si ibu terinfeksi jamur pada payudaranya dan infeksi ini bisa saling menularkan antara ibu dan bayi.

Cara Membersihkan Mulut Bayi

penyebab bayi bau mulut

Nah, untuk menghindari bahaya gigi rusak serta kesehatan mulut bayi lainnya, Moms harus tau cara membersihkan mulut bayi dengan benar.

Setidaknya mulut anak harus senantiasa dibersihkan dua kali sehari, yakni setelah menyusu pertama dan sebelum tidur, namun akan lebih baik jika Moms rajin membersihkan mulut bayi setiap bayi selesai menyusui.

Seperti apa cara membersihkan mulut bayi? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Baca Juga: 4 Tips Mencegah Bayi Bau Mulut, Bahaya Bila Dibiarkan!

1. Bersihkan dengan Kasa Steril

mencegah bayi bau mulut

Foto: Orami Photo Stock

Cara membersihkan mulut bayi yang pertama adalah dengan menggunakan kasa steril. Pada bayi yang belum tumbuh gigi, cara paling mudah membersihkan mulut bayi adalah dengan menggunakan kain kasa steril yang dibasahi dengan air hangat.

Lilitkan kain kasa di jari terlunjuk, kemudian lap seluruh bagian mulut bayi yakni gusi bagian luar dan dalam serta tidak ketinggalan lidah dan langit-langit mulut bayi.

2. Lakukan Setelah Menyusu

Sikat-Gigi-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara membersihkan mulut bayi yang selanjutnya adalah lakukan setelah menyusu. Untuk membentuk kebiasaan baik, setiap kali bayi selesai menyusu, Mom harus sesegera mungkin membersihkannya.

Hindari menyusui anak hingga tertidur atau mengempeng, terutama jika menyusui dengan susu formula di dot karena sisa gula yang terdapat di susu formula akan menempel di gigi bayi sedangkan ketika tertidur air liur tidak banyak berproduksi sehingga tidak bisa membersihkan sisa gula secara otomatis.

Baca Juga: Tahapan Memelihara Kesehatan Mulut Bayi Baru Lahir Sampai Tumbuh Gigi

3. Gunakan Sikat Karet

Kenapa Mulut Bayi Berbau Tidak Sedap 1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara membersihkan mulut bayi yang selanjutnya adalah gunakan sikat karet. Ketika gigi bayi mulai tumbuh, Moms bisa mengganti kain kasa dengan sikat gigi karet atau finger toothbrush untuk bayi. Tapi jika bayi Moms tidak menyukainya, tidak apa-apa untuk tetap menggunakan kain kasa yang dibasahkan dengan air hangat.

Tidak perlu menggunakan pasta gigi jika anak belum bisa berkumur. Namun beberapa dokter gigi ada yang mengatakan bahwa anak perlu diberikan pasta gigi sejak gigi pertamanya tumbuh. Pastikan gunakan pasta gigi yang aman jika tertelan, ya.

Cara Membersihkan Mulut Bayi sesuai Usia

cara membersihkan gigi bayi

Foto: Orami Photo Stock

Cara membersihkan mulut bayi berbeda berdasarkan usia mereka. Cara membersihkan mulut bayi usia 0-6 bulan akan berbeda dengan cara membersihkan bayi usia 6-12 bulan. Begitu juga dengan cara membersihkan mulut bayi usia 12-18 bulan anak berbeda dengan cara membersihkan bayi usia 18 bulan ke atas ketika giginya sudah banyak.

Nah, agar tidak salah cara membersihkan mulut bayi, buk simak penjelasan cara membersihkan mulut bayi berdasarkan usia di bawah ini seperti dikutip dari New York State Department of Health.

1. Cara Membersihkan Mulut Bayi Usia 0-6 bulan

Penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut Si Kecil sejak lahir. Meski terkadang orang tua beum berpikir serius mengenai kebersihan mulut bayi karena mereka belum memiliki gigi.

Tapi, mempraktikkan kebiasaan sehat dapat mencegah atau mengurangi kerusakan gigi (gigi berlubang) pada bayi dan anak. Bagaimana cara membersihkan mulut bayi usia 0-6 bulan? Berikut ulasannya.

  1. Selalu bersihkan gusi bayi Anda setelah menyusui, caranya:
  • Gendong bayi dengan satu tangan
  • Bungkus waslap yang dibasahi di sekitar jari telunjuk tangan Anda yang bebas
  • Pijat jaringan gusi dengan lembut
  1. Jangan meletakkan bayi di tempat tidur dengan botol, menopangnya di mulutnya atau membiarkan bayi Moms menyusu "sesuka hati".
  2. Bayi biasanya mulai tumbuh gigi antara usia 4 dan 6 bulan. Gusinya mungkin merah dan bengkak serta aliran air liur meningkat. Untuk meredakan gejala ini, berikan bayi teether yang bersih atau kain lap basah yang dingin. Suhu dingin menenangkan, jadi Moms mungkin ingin mendinginkan teether terlebih dahulu.
  3. Ingat, kerusakan gigi adalah penyakit menular yang menular. Hindari menguji suhu botol dengan mulut, berbagi peralatan (misalnya sendok), atau membersihkan empeng atau dot botol dengan memasukkannya ke dalam mulut Moms. Praktik ini dapat membantu menghentikan penularan bakteri penyebab kerusakan gigi (gigi berlubang).

Baca Juga: Tak Hanya Gigi, Begini Cara Membersihkan Lidah Bayi dengan Benar

2. Cara Membersihkan Mulut Bayi Usia 6-12 Bulan

Antara usia 6-8 bulan, bayi Anda akan mendapatkan gigi pertamanya. Penting untuk merawat giginya sejak awal. Mempraktikkan kebiasaan sehat dapat mencegah atau mengurangi kerusakan gigi (gigi berlubang) pada bayi dan anak, caraya:

  • Lanjutkan membersihkan gusi bayi Anda setelah menyusui. Setelah gigi tumbuh, mulailah menggunakan sikat gigi berbulu lembut anak, tanpa pasta gigi, selain memijat jaringan gusi.
  • Untuk meredakan gejala tumbuh gigi, berikan bayi Anda teether yang bersih atau kain lap basah yang dingin. Suhu dingin menenangkan, jadi Anda mungkin ingin mendinginkan teether.
  • Mulailah menyapih bayi dari botol saat mulai makan lebih banyak makanan padat dan minuman dari cangkir. Secara bertahap, mulailah menawarkan secangkir air atau jus. Pada usia 12 sampai 14 bulan, kebanyakan anak sudah bisa minum dari cangkir. Promosikan kebiasaan sehat sekarang dengan membatasi frekuensi dan jumlah minuman dan makanan manis yang Anda berikan kepada anak Anda. Jangan biarkan bayi berjalan dengan membawa botolnya.
  • Pahami penampilan normal gusi dan gigi bayi. Secara teratur, angkat bibir anak Anda untuk memeriksa bintik-bintik putih atau coklat kecil yang mencurigakan di giginya. Jika Moms melihat bintik-bintik putih atau coklat ini, yang mengindikasikan kerusakan gigi (gigi berlubang), segera buat janji dengan dokter gigi anak.
  • Jadwalkan janji temu gigi pertama anak Anda. Anak Anda harus menjalani pemeriksaan oleh dokter gigi sebelum ulang tahun pertamanya atau dalam waktu 6 bulan setelah gigi pertamanya tumbuh.
  • Jika air minum Anda tidak berfluoride, bicarakan dengan dokter anak Anda tentang suplemen fluoride untuk bayi.
  • Ingat, kerusakan gigi adalah penyakit yang menular. Hindari menguji suhu botol dengan mulut Anda, berbagi peralatan (misalnya sendok), atau membersihkan empeng atau dot botol dengan memasukkannya ke dalam mulut Anda. Praktik ini dapat membantu menghentikan penularan bakteri penyebab kerusakan gigi (gigi berlubang).

3. Cara Membersihkan Mulut Bayi Usia 12 sampai 18 Bulan

Pada usia satu tahun, anak Anda harus menjalani pemeriksaan mulut oleh dokter gigi. Dan tetap melakukan beberapa langkah berikut:

  • Lanjutkan menyikat gigi anak Anda dua kali sehari dengan air biasa
  • Secara teratur, angkat bibir anak Anda untuk memeriksa bintik-bintik putih atau coklat kecil yang mencurigakan di giginya. Jika Anda melihat bintik-bintik putih atau coklat ini, yang mengindikasikan kerusakan gigi (gigi berlubang), segera buat janji dengan dokter gigi Anda.
  • Jika anak Anda belum mengunjungi dokter gigi untuk pemeriksaan gigi pertama mereka, buatlah janji temu.
  • Terus mengambil langkah-langkah untuk menghindari pembusukan yang menyebabkan kuman pada anak Anda.

Baca Juga: Usia Berapa Bayi Bisa Diajari Gosok Gigi?

4. Cara Membersihkan Mulut Bayi di Atas Usia 18 Bulan

Pada usia 30 bulan, semua gigi sulung (pertama) seharusnya sudah tumbuh. Pada usia 3 tahun, sebagian besar balita seharusnya sudah berhenti menggunakan empeng dan/atau mengisap jempolnya. Langkah berikut ini harus tetap dilakukan ya Moms.

  • Pada usia 2 tahun, mulailah menyikat dengan pasta gigi berfluoride seukuran kacang polong (olesan kecil). Ajari anak Anda untuk meludahkan pasta gigi. Amati untuk memastikan bahwa anak Anda tidak menelan pasta gigi.
  • Mulailah mengajari anak Anda cara menyikat giginya. Umumnya, anak-anak akan membutuhkan bantuan untuk menyikat sampai mereka memiliki koordinasi tangan untuk membersihkan gigi secara efektif. Anak-anak harus bisa menyikat gigi tanpa pengawasan pada usia enam atau tujuh tahun.
  • Teruskan mengangkat bibir anak Anda secara teratur untuk memeriksa bintik-bintik putih atau coklat kecil yang mencurigakan pada giginya. Jika Anda melihat bintik-bintik putih atau coklat ini, yang mungkin menandakan gigi berlubang (berlubang), segera buat janji dengan dokter gigi Anda.
  • Bawa anak Anda ke dokter gigi untuk pemeriksaan rutin.
  • Bicaralah dengan dokter gigi Anda jika anak Anda berusia di atas 3 tahun dan secara teratur menghisap empeng atau jari tangan atau ibu jari.

Baca Juga: 5 Alasan Perlunya Merawat Gigi Susu Bayi

Nah, Moms, itulah cara membersihkan mulut bayi lagi. Jangan malas lagi ya Moms. Pikirkan masalah-masalah yang akan timbul kelak jika anak tidak dibiasakan menjaga kebersihan mulutnya.

Artikel Terkait