ORAMI MAGAZINE
3 Oktober 2019

Cara Membuat Glitter Jar untuk Menghilangkan Stres pada Anak

Botol berisi glitter ternyata bisa membantu anak mengatur emosi
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms pernah melihat suvenir kaca atau plastik bening berisi miniatur landmark sebuah negara, air, dan glitter?

Ternyata, melihat butiran glitter yang berkelap-kelip turun perlahan setelah pajangan dikocok bisa membantu mengurangi stres pada anak lho!

Ketika anak stres, sedih, atau marah, respons alami amygdala (pusat pengatur emosi di otak) yakni fight, flight, atau freeze bekerja. Karena itu, anak tidak bisa membuat keputusan rasional saat sedang emosi.

Mindfulness atau kemampuan untuk benar-benar hadir dan sadar adalah keterampilan yang penting dikembangkan oleh anak.

Mindfulness memberikan anak ruang dan waktu untuk menenangkan diri dan memberi perhatian pada apa yang terjadi di tubuhnya dan lingkungan sekitarnya.

Rutin mempraktikkan mindfulness bisa mengurangi stres pada anak serta meningkatkan kesehatan dan kontrol diri. Salah satu alat untuk melatih mindfulness adalah glitter jar.

Baca Juga: DIY Cute Drawer Organizer

Fungsi Glitter Jar

Fungsi Glitter Jar.jpg

Foto: kastyles.co

Memerhatikan glitter turun ke dasar botol memberikan waktu bagi anak untuk menenangkan diri dan mengontrol emosinya. Selain itu, glitter jar memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Untuk anak autis dan anak berkebutuhan khusus lainnya
  • Keperluan sensori
  • Mengendalikan emosi dan kekhawatiran
  • Mengurangi kecemasan dan stres
  • Menghilangkan kebosanan
  • Sebagai timer

Baca Juga: DIY Vintage Jeweled Shoes

Cara Membuat Glitter Jar

Cara Membuat Glitter Jar.jpg

Foto: ytimg.com

Glitter jar bisa dibuat dengan mudah bersama anak-anak dengan cara berikut:

Bahan dan alat:

  • Lem bening
  • Air distilasi panas
  • Glitter
  • Pewarna makanan (opsional)
  • Mangkuk
  • Whisk
  • Botol
  • Lem tembak atau super glue

Baca Juga: DIY Membuat Charging Station dari Botol Bekas

Langkah pembuatan:

  1. Tuangkan lem bening, air panas, pewarna makanan, dan glitter ke mangkuk.
  2. Aduk rata dengan whisk, kemudian tuang dengan cepat ke botol.
  3. Tutup botol, lalu kocok untuk mengetes apakah glitter jar berfungsi dengan baik.
  4. Jika sudah benar, buka tutupnya dan biarkan isi botol mendingin.
  5. Setelah dingin, tutup kembali dan rekatkan dengan lem tembak atau super glue agar glitter jar tidak bocor saat dibalik.

Tips membuat glitter jar:

  • Proporsi lem bening dan air adalah 20:80. Sisakan sedikit ruang di botol agar isinya bisa dikocok dengan baik.
  • Air distilasi disarankan karena tidak mengandung kontaminan atau mineral sehingga botol akan bebas jamur. Tapi, jika tidak ada, Moms bisa menggunakan air biasa.
  • Botol selai atau mason jar yang terbuat dari kaca memang lebih kokoh. Tapi, kalau glitter jar akan digunakan oleh balita, sebaiknya pakai botol plastik sehingga tidak mudah pecah jika jatuh atau dilempar. Pilih botol yang dapat berdiri dengan seimbang jika dibalikkan.
  • Dengan campuran lem bening dan air, glitter akan berputar-putar dan turun ke dasar botol sekitar 3-4 menit. Jika Moms ingin membuat glitter berputar dan turun lebih cepat (sekitar 1 menit), Moms bisa mengganti lem bening dengan sabun cuci tangan bening. Perbandingan sabun dengan air adalah 50:50.

Baca Juga: DIY Bingkai Foto dari Toples Gelas

Cara Menggunakan Glitter Jar

Cara Menggunakan Glitter Jar.png

Foto: pbs.org

Sebagai Timer

Glitter jar yang indah dan tenang bisa menjadi pengganti timer dapur yang berisik. Misalnya Moms ingin anak merapikan mainannya. Kocok atau balikkan glitter jar, letakkan di meja, dan katakan pada anak “Adik bereskan mainannya sebelum glitter-nya turun semua, ya.” Anak akan lebih bersemangat dan cepat mengerjakan tugasnya.

Untuk Menghilangkan Stres pada Anak

Saat anak stres, sedih, atau marah, ajak ia duduk dan kocok atau balikkan glitter jar. Minta anak memandangi glitter sambil menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.

Pada anak yang lebih besar, Moms bisa mengajak anak menyadari perasaan tenang yang mengalir di tubuh saat anak menarik dan menghembuskan napas. Kakinya akan terasa berat dan hangat, lalu perasaan tersebut seperti naik ke pundak anak. Detak jantung anak akan terasa stabil dan suhu tubuhnya kembali normal.

Setelah glitter turun semua, perasaan anak akan lebih lega. Anak akan siap berbicara kepada Moms.

Artikel Terkait